
Bella, menatap tajam Mason.
''OUH.., bukannya kau suruhannya Sergio? drama apalagi ini, bukannya kau pembunuh orangtua lelaki breng..,sek ini? hahaha..,'' Tawa Bella.
''Tutup mulutmu!" bentak Alfonso yang tidak tahan mendengar orangtuanya dibawa bawa.
Mason, yang geram menodongkan pistol tepat dikening Bella.
''Kalian, mau tahu saat aku melakukan transaksi dengan kau, saya tertawa bahagia betapa bodohnya kalian sampai tidak mendeteksi saya.''ucap Bella.
Alfonso, yang marah karna Bella terus saja bicara dengan cepat memberi satu suntikan racun, yang bisa melemaskan otot hanya dalam sepuluh menit.
''Bawa, perlengkapan semua ke sini.'' perintah Alfonso pada Nuel.
Bella, yang sudah lemas ototnya jatuh terkulai tak berdaya dibawah lantai. namun. mulutnya masih sanggup memancing amarah Mason dan Alfonso.
Thiago, ditangani oleh Steward. seketika, jiwa psikopat Steward meronta. diambilnya belatih kecilnya, digoreskan ke wajah Thiago.
Thiago, yang dirantai kaki dan tangannya hanya pasrah. dalam hatinya, Ia berharap Steward memiliki sedikit belas kasihan untuk tidak menyiksa dia dan lebih baik langsung dibunuh. Namun, harapan thiago sia sia.
Steward, seperti orang psikopat benaran. belatih disayatkan diseluruh tubuh Thiago. kini kulit coklat itu berubahh jadi merah darah karna banyaknya darah yang mengalir dari tubuh Thiago.
Ketujuh anak buahnya, yang melihat kedua bos mereka kini tak berdaya. hnya, bisa menelan saliva mereka. Dalam, hati mereka berdoa.
''Malaikat penolong, tolong selamatkan kami.'' mungkin begitu doa dari para anak buahnya.
Alfonso, menepuk nepuk pipi Bella. sambil mengedipkan mata ke arah Bella.
''Sampaikan salam kangenku untuk kekasih gelapmu Blake! aku, yakin kalian pasti bertemu dineraka.karna, manusia baji..,ngan seperti kalian tidak layak masuk surga. jangankan, surga berdiri didepan pintu surga saja, tidak dijinkan oleh malaikat.'' ucap Alfonso, penuh amarah.
Matanya, dipejamkan. ketika, Bayang bayang waktu dirinya menyelamatkan Leticia dari peluru Bella. Ia, membayangkan kalau saja kemarin bukan dirinya yang menghalangi Leticia, dari peluru Bella bisa saja sang istri dan keempat anaknya sudah tiada.
__ADS_1
Mengingat itu, semakin menambah amarah Alfonso. dengan cepat Alfonso, mengambil penawar dan kembali menyuntikkan ke tubuh Bella. agar cepat kuat kembali dan disiksa lagi.
flashback.
Bella, kekasih dari Blake yang dibunuh Alfonso enam bulan lalu. Bella, memiliki kelompok mafia dinegara Prancis. Bella memalsukan identitasnya dan kelaminnya untuk mengelabui musuh. selama ini Bella, hidup didalam kapal selam. Bella, memantu semua gerak gerik Alfonso, melalui dunia internet.
Bella, semakin marah ketika mendengar Blake sudah dibunuh. dan oliver kaki tangan Blake juga dibunuh Mason.
Karna, ingin membalaskan dendamnya Bella mendapat informasi dari internet kalau akan ada pernikahan kelompok mafia Alfonso. Bella, keluar dari kapal selam dan pergi ke Prancis untuk merencanakan penyerangan.
Setelah tiba diprancis, Bella mendengar kalau ada salah satu kelompok juga ingin menyerang pernikahan Karla. mendengar itu Bella mengajak kerja untuk menyerang Alfonso dan kawan kawan.
****
Bella, mulai bertenaga lagi. Alfonso, menepuk tangannya menyambut Bella.
Prok.., prok..,prok..,
''Siap, Al. sudah lama enggak angkat barbel.'' sahut Gareth.
Dengan, cepat Gareth membawa sabuk rantai yang sudah dilumuri minyak. Gareth, mulai mengayunkan ke tubuh Bella.
''Plak.., plak.., plak..,'' suara cambukan diiring suara jeritan dari Bella menghiasai ruangan Markas Alfonso.
Tubuh, Bella kini tak berbentuk.bekas sayatan belatih dan luka cambukan kini menghiasi tubuh indah Bela.
Darah semakin menetes. tapi, Bela masih sanggup menatap tajam Alfonso. dan, mengangkat Tangannya menunjuk ke arah Alfonso yang sedang duduk disofa sembari tersenyum sinis melihat Gareth mencambuki Bella.
''Kau, Iblis!!" teriak Bella. akhirnya jatuh dan tak berdaya dilantai.
Alfonso, yang emosi karna dikatain Iblis dengan cepat Alfonso mengambil pistol dari pinggangnya dan melepaskan tiga kali tembakan tepat didada Bela.
__ADS_1
Dorr..,dor..,dorr..
''Itu, balasannya, karna kemarin kau berani menembak dadaku.''ucap Alfonso.
Alfonso, datang menendang nendang tubuh Bella yang tidak bernyawa.
''Segini, saja kekuatanmu?" ledek Alfonso.
Gareth, segera meletakkan lagi sabuk rantainya. dan, berlari ke kamar mandi membersihkan percikan darah yang mengenai tubuh dan bajunya.
Alfonso, berjalan ke tujuh anak buah Bella dan Thiago. Ditendangnya satu persatu anak buah itu.
''LIhat, bos kalian. setelah ini giliranan kalian semua.'' tegas Alfonso.
Anakk buah itu, saling menatap dengan penuh rasa ketakutan.
Dengan, cepat Alfonso mulai mengeluarkan kornea mata Bella dan organ tubuh Bela yang lainnya. dengan, dibantu Gareth dan Andre. Alfonso, bergerak begitu cepat selesai mengeluarkan organ Bella. akhirnya potongan tubuhnya dibawa ke kandang harimau. tubuh bella menjadi santapan harimau harimau itu.
Mason, yang melihat mulai merasa mual. memilih berjalan keluar ke depan markas berbincang dengan anak buah Alfonso yang berjaga didepan.daripada, dia harus mengeluarkan isi perutnya.
''Al. mertuamu sepertinya enggak tahan dengan darah.'' ucap pelan Gareth.
''Hmmm.,,' jawab Alfonso.
''Reth, lu itu situasi seperti ini masih saja lu ngegosip.'' tegur Andre.
''Ahh,, Ndre bukannya ini mainan kita sehari hari. aku, lucu aja mafia senior, kalau sudah tobat lihat darah mual.'' jawab Gareth sembari tertawa.
Alfonso, yang mendengar ucapan Gareth akhirnya ikut terkekeh. Andre hanya menggelengkan kepalanya, dengan mulut remeshya Gareth.
Steward, terus saja menyiksa Thiago.
__ADS_1
"Bunuh saja saya! daripada kau siksa saya seperti ini bajing..,an!"teriak Thiago