SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
Dimana Daddy dan Mommy


__ADS_3

Keempat anak Leticia sudah pulang dari jalan jalan bersama Opa Mason.


''Daddy...Mommy...'' teriak keempatnya serentak.


Namun, tidak ada jawaban dari Alfonso dan Leticia.


'' Mommy dan Daddy belum pulang.'' sahut Felisia dari ruang keluarga.


''Hikkzz... no... tadi kata daddy pelginya hanya sebental .'' Alisha melayangkan protes. seraya menangis.


Karena, ini pertama kalinya Alfonso dan Leticia meninggalkan anak anaknya di Mansion.


''Kemana, Daddy dan Mommy, Oma?" tanya Alisha.


Felisia berusaha membujuk. Namun, Alisha dan ketiga kakaknya semakin menangis. Melihat cucunya menangis mencari ke dua orangn tuanya. Felisia memeluk mereka dan berjanji.


''Mandi dulu nanti bareng Oma. setelah itu kita makan es cream sembari bermain di taman.'' janji Felisia.


'' Oma janji? kata daddy enggak bohong. olang yang bohong temannya setan.'' sahut Alisha terisak.


''Iya Oma janji!" janji Felisia.


''Janji ya.'' sahut keempatnya menunjukkan jari kelingking mereka kepada Felisia.


Selesai membuat janji dengan Felisia. keempatnya ditemani suster masuk ke dalam kamar mandi untuk dimandikan.


Saat sedang duduk berdua di ruang keluarga. Mason terus memperhatikan Felisia. Mason merasa Felisia menymbunyikan sesuatu.

__ADS_1


''Mom, sepertinya ada yang Mommy sembunyikan dari Daddy?.'' tanya Mason. matanya menelisik bola mata Felisia untuk mencari kebohongan didalam sana.


''Dad, kita harus sabar.'' lirih Felisia.


''Sabar? kenapa? bicara yang jelas Mom!" tanya Mason penasaran.


''Leticia, putri kita. Dia sedang dirawat di rumah sakit. Leticia menderita Lupus!" jelas Felisia seraya menangis.


Mason terperanjat. '' mana bisa, Mom?" tanya Mason. Hatinya seperti disambar petir di siang bolong.


''Iya, tadi pagi Putri kita sudah lumpuh dan matanya sudah rabun. sekarang dia sedang melakukan pergantian plasma darah atau apalah mommy enggak paham bahasa medis.'' lirih Felisia menitikkan air matanya.


Air mata Mason juga tak kalah menetes. Ada penyesalan besar dari sorot matanya.


'' Biarkan Daddy yang sakit, Nak.'' batin Mason.


''Iya, Daddy. Hati hati.'' jawab Felisia menyeka air matanya.


Hati Mason begitu terpukul putri satu satunya kini berbaring lemas dirumah sakit. Walaupun, dulu Leticia kecil selalu di tinggal oleh Mason. Datangpun hanya sekedar mengecek keadaan Leticia. Setelah itu menghilang lagi. Itu karena, Mason memiliki tujuan untuk merebut kembali Felisa dari tangan Sergio.


Mason, mengemudi dengan kecepatan tinggi. Tidak peduli ada kendaraan lain yang merasa terganggu. Bagi Mason ditabrak lebih baik agar dia cepat mati Daripada, dia hidup. Namun, harus melihat Putrinya tak berdaya seperti saat ini.


'''''''''''''''''''''''''''''''


Setelah selesai mandi. keempat anak Alfonso berlari keluar menemui Felisia, yang sedang menangis di ruang keluarga.


''Oma... Alisha uda celecai mandi.'' panggil Alisha berlari menemui Omanya. mendengar suara panggilan Alisha. dengan cepat Felisia menyeka air matanya.

__ADS_1


''Iya, ayo kita makan setelah makan baru boleh makan es cream.'' jawab Felisia menggendong Alisha.


''Oke, ciap!" jawab keempatnya serentak sembari mengangkat jempol ke atas.Lalu, berjalan ke ruang makan.


'''''''''''''''''''''''


Di rumah sakit, Alfonso terus menemani Leticia didalam ruang ICU. Ponselnya di matikan karena memang tidak diijinkan membawa ponsep ke dalam ICU.



Leticia masih terus melakukan penanganan tahap pertama. Sedetikpun Alfonso tidak meninggalkan Leticia kecuali ada darurat yang memaksa Alfonso keluar dari ICU. Seperti , tadi Alfonso harus meninggalkan Leticia. Karena, melakukan transfusi darah.


Mason, sudah tiba dirumah sakit. Dengan tergesa gesa Mason berjalan menuju ruang ICU.


Sapaan para perawat yang bertemu dirinya dilorong di abaikan oleh Mason. Setibanya didepan ruang ICU Mason jatuh tersungkur. Ketika, melihat tubuh Leticia dipasangi alat alat medis dari hidung, dada hingga pergelangan tangan.


"Nak, Daddy yang banyak dosa. daddy pula yang brengsek. Tetapi, kenapa dosa daddy kamu yang tanggung? apakah ini yang dinamakan Tuhan adil? dari mana keadilan Tuhan?Ahhhh..." Ditopangnya kepalanya dengan kedua tangan. Mason menarik narik rambut yang kini sudah memutih.


"Daddy... bukan seorang ayah yang baik, Nak." Air mata penyesalan terus mengalir.


Melihat Mason sedang menangis dengan menyenderkan tubuhnya didinding depan ICU. Dokter Cathlyn menghampiri Mason.


"Pak, Mason?" sapa dokter Cathlyn.


''Iya, dok.'' jawab Mason. mengangkat wajahnya menatap dokter Cathlyn.


''Yang sabar ya pak. Kita semua memiliki cara yang berbeda untuk kembali kepada Dia yang berkuasa.'' sambung dokter Cathlyn. Tangannya menyentuh pelan bahu Mason.

__ADS_1


''Terima kasih, dok.'' lirih Mason menitikkan air mata.?


__ADS_2