SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
AKU LAPAR


__ADS_3

Leticia mengerjap, saat perutnya laper seakan minta untuk diisi. rasa kantuk yang teramat dalam mengalahkan rasa lapar yang lebih kuat. Leticia melepas tangan Alfonso yang memeluknya dia memutar tubuhnya.


" sayang." Leticia manggil Alfonso.


Alfonso yang masih berada dalam mimpinya, tidak mendengar suara Leticia yang lembut memanggil namanya. Leticia memanggil lagi. sambil tangannya ikut menggoyangkan tubuh Alfonso.


" sayang, sayang bangun." Panggil Leticia lagi.


alfonsa yang merasakan tubuhnya digoyang, mengerjap.


" kenapa sayang?" tanya Alfonso panik.


" aku lapar." lirih Leticia.


Alfonso, mengerutkan dahinya. saat mendengar Leticia mengatakan dirinya lapar. tapi dia tidak ingin bertanya khawatir kalau Leticia tersinggung.


karena Alfonso membaca diartikel ibu hamil. kalau wanita hamil sangat sensitif. dan memang sering makan.


" Baiklah Kamu tunggu di sini, aku akan mengambilkan makanannya." jawab Alfonso.dan, menyibakkan selimut Alfonso turun dari tempat tidur. dan melangkah keluar dari kamar, saat hendak membuka pintu. Leticia memanggil lagi.


" Aku mau makan coklat." ucap Leticia.


Alfonso, yang mendengar itu menghentikan langkahnya. balik menatap sang istri.


" tapi kamu tidak boleh makan coklat, bukan larangan untuk ibu hamil tapi dengan sakit kamu sayang." jawab Alfonso dengan berhati-hati. agar tidak membuat istrinya marah ataupun tersinggung.


Leticia, mendengar larangan dari suaminya mencebikkan bibirnya. rasanya Leticia ingin menangis karena tidak diperbolehkan makan coklat.



Alfonso yang tidak tega melihat wajah Leticia bersedih, berjalan mendekati Leticia. lalu, memeluknya dengan erat. dengan perlahan Alfonso menjelaskan pada Leticia. kalau dirinya tidak melarang. tapi ini keharusan untuk kesehatan Leticia sendiri.


" Bukan aku tidak mampu atau aku melarang kamu, tapi ini karena aku sangat mencintai kamu, Aku tidak ingin hanya karena sepotong coklat terus kamu harus menderita, Aku sayang sama anak-anak yang pertama tapi aku lebih mencintai diri kamu." Alfonso menjelaskan. tangannya mengelus lembut rambut Leticia.


Leticia merasa ada baiknya, tapi keinginan untuk makan coklat menggebu-gebu di dalam hatinya. air matanya menetes membuat Alfonso tidak tega.


" ya sudah, sepotong saja dan kali ini saja." jawab Alfonso dengan tersenyum agar sang istri tidak bersedih lagi.

__ADS_1


Leticia tersenyum, merasa bahagia layaknya anak kecil yang mendapatkan permen.


Alfonso, yang melihat istrinya tidak bersedih lagi. segera melepas pelukannya dan beranjak turun dari ranjang.


" Ya sudah tunggu sini ya." ucap Alfonso lagi.


Leticia, yang mengangguk. Alfonso dengan cepat berjalan keluar dari kamar. menuju ruangan dapur, tangannya membuka pintu kulkas lalu mengambil satu bungkus coklat godiva.


" Untung saja coklat ini masih ada." gumam Alfonso.


Alfonsa, kembali menutup kulkas dengan berlari kecil menaiki anak tangga menuju ke kamar mereka. karena, tidak ingin sang istri menunggu lama. dengan cepat Alfonso membuka pintu lalu berjalan ke arah sofa yang sudah ditungguin Leticia sambil menonton TV.


Leticia tersenyum, saat melihat ada sebungkus coklat ditangan Alfonso.


" ada?" tanya Leticia dengan senyum mengembang di bibirnya.


"hmmm." Alfonso berdehem.


Alfonso, memberikan coklat godiva ke Leticia.


" terima kasih." ucap Leticia dengan tersenyum. dengan cepat tangannya membuka bungkusan coklat godiva dan melahapnya d dengan begitu nikmat tanpa mempedulikan tatapan Alfonso yang gemas melihat istrinya makan.


setelah selesai makan, Leticia yang merasakan ada kepuasan tersendiri di hatinya. segera pergi meninggalkan Alfonso yang masih duduk di sofa.ke arah ranjang untuk melanjutkan tidur lagi karena matanya yang sudah sangat ngantuk.


Alfonso, hanya menggeleng-gelengkan kepala. melihat Leticia yang berjalan keranjang meninggalkan dirinya. Alfonso pun berdiri dari sofa, menyusul Leticia keranjang.


Leticia membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur, begitupun Alfonso membaringkan tubuhnya disamping Leticia. tangannya kembali memeluk Leticia ke dalam dadanya. melanjutkan tidurnya karena waktu masih pukul 1 malam.


**********


alarm jam berbunyi Fani dan Nabila segera bangun. sesuai rencana tadi malam sebelum mereka tidur mereka merencanakan memasakkan makanan kesukaan Leticia.


" Enggak usah mandi dulu, ini sudah jam 5 pagi setelah masak baru kita bersih-bersih badan oke." ucap pada Nabila.


" ntar aku gosok gigi dulu." protes Nabila


" Ya aku juga," sambung Fani.

__ADS_1


Dengan cepat mereka melangkah masuk kedalam kamar mandi. setelah menggosok gigi, Fani dan Nabilah keluar dari kamar mandi.


Dan berjalan ke ruangan dapur, di sana sudah ada banyak pelayanan yang sibuk dengan tugas mereka masing-masing.


Fani dan Nabila, yang baru pertama kali masuk di dapur Leticia, menanyakan tempat menyimpan bahan makanan, pada Bibi Yati yang sedang sibuk memasak.


" Bi, bahan makanannya simpan dimana?" tanya Fani dengan sopan.


" non, mau masak? Bibi Yati bertanya.


" iya, kita mau masak makanan kesukaannya Leticia." jawab Fani dan Nabila serentak.


" di sini non kulkas besar sini." tunjuk Bibi Yati. di lemari pendingin besar yang khususnya untuk bahan makanan beku.


" Kalau yang ini bagian sayur." Bibi Yati menunjukkan lagi lemari es yang satu lagi khusus bagian sayur.


" Kalau yang ini, untuk makanan yang siap saji." bibi yati menunjukkan lagi lemari es yang khusus untuk makanan siap saji.


Nabila dan Fani, mengenakan apron. Nabila berjalan ke arah lemari dingin mengambil sayuran dan salmon.


Fani dan Nabila, membuatkan salad sayur salmon untuk Leticia. karena mereka sangat tahu Leticia sangat menjaga tubuhnya. dari dulu Leticia jarang makan makanan karbohidrat.


dengan, cekatan Nabila dan Fani mencuci sayuran dan salmon. dan mereka mulai menyiapkan salad sayur salmon.


" kamu bayangin enggak anak kembar Leticia lahir terus mereka memanggil kita tante." ucap Nabila sambil memotong paprika.


" Iya aku sudah membayangkan gimana hebohnya Leticia saat anak-anaknya berlari dan jatuh." jawab fani sambil tersenyum membayangkan kebahagiaan Leticia dan anak-anaknya.


" Iya Apalagi kamu tahu sendiri suara cempreng nya akan mendominasi Mansion ini hahaha." sahut Nabila.


Bibi yati yang sejak tadi menyimak. hanya tersenyum dan menggelengkan kepala mendengar kedua sahabat Leticia yang sedang membayangkan kehebohan anak-anaknya Leticia.


" nanti Anaknya mirip siapa ya, kalau yang cowok mirip Leticia pasti tersenyum terus. tapi gimana ya Kalau yang cewek mirip Alfonso wajahnya dingin dan tidak pernah tersenyum." sambung Nabila lagi.


" loh kamu malah kebalik, masa yang cowok yang mirip Leticia?" protes Stefani.


" Iya lho Yang aku tahu seperti itu kebalik yang cewek biasa mirip Papahnya. soalnya cewek itu Cinta Pertama Papanya. dan yang Cowok Biasa mirip ibunya." jelas Nabila, yang tidak terima di protes.

__ADS_1


" Iya nak, kebanyakan seperti itu. tapi bibi berharap, mirip siapa pun tidak masalah asal sehat selamat ibunya pun juga selamat saat mereka lahir." sahut Bibi Yati. yang mendengar kedua sahabatnya Leticia, yang sejak tadi berdebat soal kemiripan anak-anak Leticia.


" Amin." jawab serentak Fani dan Nabila.


__ADS_2