SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
Berlindung.


__ADS_3

Dorr.., dorr..,dorr..,


Tiba tiba. ada suara tembakan dari depan hotel. berhasil membuat para undangan ketakutan.


Semua histeris, piring yang ditangan mereka jatuh kebawah.


''Berlindung!!!" teriak Andre.


Yang sudah siaga, dengan pistol ditangannya. begitupun dengan Kevin, Walker, Reno.


Mereka, saling membelakangi dengan pistol ditangan masing masing yang siap melepaskan ke tubuh musuh.


Alfonso, segera menarik tangan Leticia, kebelakangannya. dan mengeluarkan pistol yang diselipkan dipinggangnya.


''Tetap, tenang.ada aku disini.'' ucap Alfonso.


Glend, segera mengambil microfon dan berteriak.


'' Berlindung dan tetap diam ditempat!!!" teriak Glen.


''Sayang, kamu bergabung ke Nabila. aku akan membantu didepan.''perintah Glen. matanya tetap terus fokus ke sang istri yang berjalan ke arah Nabila.


Lalu kembali meletakkan microfon dan berlari kedepan dengan senjata ditangannya.


Willy, histeris karna kaget dengan suara tembakan. Leticia, menjatuhkan piring yang berisi makanan ke bawah. Dan, dengan cepat menyembunyikan kepalanya di belakang Alfonso.


Karla, yang sudah biasa melawan musuh. karna, di California Karla sering melawan musuh di club Red Devil.


Dengan, cepat merebut pistol dari tangan Steward. dan berlari ke depan hotel. melupakan kalau dia sedang hamil trimester pertama.


'' Karla!!!" teriak Felisia. tapi teriakannya tidak dihiraukan Karla.


Gaun, panjang yang mengganggu Karla tidak bebas untu bergerak.


'' Nuel lempar belatihmu!" ucap Karla.


Dengan, Cepat Nuel melempar belatihnya.


'' Thanks, Bro.'' ucap Karla. sembari mengedipkan matanya.Dengan cepat Karla menangkap belatih yang dilempar oleh Nuel.


KRAKKKK...,


Bunyi, sobekan Gaun yang dipotong oleh Karla. dan potongan Gaun itu dilempar sembarang didepan Hotel.


Steward, sudah berada dibelakang Karla. tangannya juga siap menarik pelatuk.


Dorrrrr..,


Tembakan itu hampir mengenai tubuh Karla. Namun, dengan sigap Steward menarik Tubuh sang istri untuk menghindari peluru.


''Shiffttt..,'' umpat Steward. dan melepas tembakan ke sembarang arah.


'' Sayang, jangan buang peluru. tenang, mereka salah masuk sarang.'' teriak Karla. sembari tertawa.


Saat ini, Gaunnya sudah sangat pendek.Dan, sepatu high heels yang dikenakannya juga di lepas entah dimana.Karna, saat ini Karla sudah tidak menggunakan alas kaki lagi.


'' Breng.., sek kalian berani bikin gaduh di acara nikahanku'' ucap Karla. wajahnya begitu seram.


''Al , kamu disini. biarkan kami yang ke depan!" perintah Gareth.


Dorr..,


Dorr...,


Dorr..,


Baku tembak di depan hotel sudah sangat ramai.seluruh staf hotel dan karyawan histeris ketakutan.


Anak buah Alfonso, banyak yang tewas. begitupun dengan anak buah Thiago. empat heli saling serang di atas udara.

__ADS_1


Polievera, masih diam belum juga ikut turun tangan.karna, dia percayakan semuanya ke anak buahnya.


Felisia, terus berteriak. kebingungan, melihat Karla yang berlari dengan mengangkat gaun ke atas dan membawa sebuah pistol berlari ke depan. tangannya, memukul belakang Mason agar segera menyusul Karla.


''Percayakan, pada Steward. karna, Steward berada di belakang Karla.'' ucap Mason yang sudah memasang kuda kuda dan menunggu untuk membidikkan pistolnya.


'' Tapi..'' ucapan Felisia belum selesai.


''Steward, lebih mengenal Karla, dari kamu ibunya.'' Balas Mason. dan, terus fokus dengan pistolnya.


Matanya, melihat ke sana kemari.


Leticia, yang ketakutan terus menangis. sambil mengelus perutnya.


'' Sayang, biarkan kami masuk ke dalam hotel. sepertinya tidak aman kalau kami tetap berada diluar sini.'' pinta Leticia. sembari bercucuran air mata.


Alfonso, hanya menggeleng. tangannya juga terus siap menarik platuk pistolnya


''Nabila, dan stefani saling berpelukan dan bersembunyi dibawa kursi telinga ,mereka ditutup dengan kedua tangan mereka.


Ini kali, pertama para wanita berada disituasi genting seperti ini. lain hal dengan Karla yang sering berada disituasi saat ini.


''Siapa yang menyerang,'' ucapan itu terus keluar dari mulut Stefani. sambil terisak.


''Makanya, daridulu aku sudah bilang pikir dua kali kalau ingin menikah dengan Mafia.'' protes Nabila dan bercucuran air mata.


''Aku, mencintai orangnya bukan pekerjaannya.'' jawab Stefani kesal.


''Lihat akibatnya.'' sergah Nabila.


Kedua sahabatnya terus berdebat.


Leticia, masih terus menangis.


''Jangan terluka, jangan hanya lindungi aku tapi lindungi dirimu juga.'' ucapan itu terus keluar dari mulut Leticia.


Alfonso, hanya menggeleng.


'' Breng..,sek..''umpat Alfonso.


Polievera, masih duduk bersantai dan menikmati makanannya terus tanpa menghiraukan tembakan didepan dan diatas uda. dan suara tangisan para wanita yang ketakutan dioutdoor.


'Ternyata, Thiago bekerja sama dengan Club Blake.'' ucap Ethan melalui earphone.


'' Pantas saja. dia, berani menyerang'' sambung Alfonso.


Markas Blake, sejak ditinggal Blake dan jatuh ke tangan Oliver. dan setelah Oliver tewas ditembak Mason.


Markasnya, dikuasai seorang wanita misterius. yang tidak pernah muncul didepan anak buahnya, tapi, dia mengendalikan hanya lewat sambungan internet.


DORR...,DORR..,DORR..,


Tembakan, itu mengenai bahu Gareth.


''Shifftttt.' umpat Gareth. tangannya memegang bahunya yang berdarah.


''Gareth, tertembak.'' teriak Kevin. melalui earphone.


''Blokir jalan depan.'' teriak Alfonso.


'' Siap Boss.'' sahut Jose dari sambungan earphone.


Jalan, depan diblokir. panasnya terik matahari tidak membuat Karla, berhenti melepas tembakan demi tembakan ke tubuh lawan.


'' Mati kau!" ucap Karla. dan melepas satu tendangan dimusuh yang sudah terkapar di lantai.


Steward, tersenyum sinis. saat menatap sang istri yang pakaian seperti seorang preman.


''Sayang, jangan tertawa. ayo, kita tuntaskan para hama ini.'' Teriak Karla. sembari melambaikan tangannya ke arah Steward.

__ADS_1


Wanita paruh baya yang sejak pagi ditahan Nuel. terus berteriak.


''Aku, tidak nyesal mati ditangan pembunuh seperti kalian.asal aku berhasil membunuh salah satu diantara kalian.'' teriak wanita itu yang tangannya sudah diborgol. terlihat begitu jelas ada dendam yang ingin dia balaskan.


Karla, yang gemas dengan mulut wanita itu. berlari mendekati wanita itu.


'' Plakkk...,''


'' Dendam apa?" ucap Karla. dan melepas satu tamparan di pipi wanita tua itu.


'' Kau, akan mengerti gadis bodoh!!!!" balas Wanita itu. yang tidak peduli dengan sakitnya tamparan.


''Bermimpi, saja terus. sebelum jiwamu aku kirim ke alam baka!" Sergah Karla. yang tidak bisa menahan emosinya lagi.


''Haahhhhaaaaa.'' tawa wanita itu. yang mirip nenek Lampir kesurupan.


'' BLEKKKK. siapa peduli.'' ledek Karla sembari menjulurkan lidahnya.


Dan, berlari ke arah Steward membantu sang suami. yang sudah kewalahan diserang musuh.


'' jiahhaa.'' Karla, melompat dan melepas satu tendangan di bo..,kong lawan. sembarang mengesek hidungnya dengan jempolnya.


''Dam it!" umpat pria yang memakai topeng itu. yang sudah tersungkur dibawah tanah.


Dengan, cepat Karla. kembali memasang kuda kuda. dan siap melepas pukulan atau tendang ke wajah musuh.


''Ayo, maju sini sini.'' panggil Karla jarinya memanggil musuh yang berada didepannya. matanya melirik ke sana kemari bak seekor burung elang yang ingin menangkap ular.


Pertempuran diudara juga tidak kalah sengit.


Empat Heli, terus saling melepas tembakan.


Dan, tiba tiba


DUARRRR...,



(pict google)


Salah satu heli. jatuh dan meledak. dua orang didalam tewas.


Alfonso, memejamkan matanya.saat melihat salah satu heli jatuh.sempet, terlintas dipikirannya kalau dia akan kehilangan anak buah terbaiknya.


Namun, pikiran buruk itu seketika hilang. saat, Alfonso memanggil lewat earphone Ethan lah yang menjawab.


''Ethan!" Alfonso. memanggil Ethan.


'' Siap, Bos salah satu dari mereka sudah modyarrrr.'' jawab Ethan terbahak.


''Bagus. bonusmu akan meluncur. tapi, ingat selalu, waspada. jangan Lengah.'' Alfonso. terus memberi perintah melalui sambungan earphone.


'' Beres!'' sambung Ethan dari udara.


''Logo biru putih masih aman.'' Ucap Polievera. Alfonso. mengangguk.


'' Logo tiger red black masih terkendali juga.''' sambung Alfonso.sembari tersenyum kecut.


Kedua boss mafia itu saling menatap dan berkedip.


Leticia, menahan napas melihat sang suami yang masih sempat ngelawak.


Leticia, menutup kedua telinganya dan menangis. Felisia, yang melihat sang putri menangis. dengan membungkukkan badannya dan menggendong Willy. perlahan, berjalan ke arah Leticia.


Felisia, memeluk putrinya sembari mengecup ujung kepala sang putri.


''Mommy, gadis nakalmu.'' ucap Leticia. tangannya terus menyeka air matanya yang tak henti berlinang. Leticia kwatir dengan Karla.Ia, takut hal buruk terjadi untuk adik sambungnya itu.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2