
Karla sudah dipindahkan di ruang perawatan. Felisia, Mason, Gareth dan Andre juga ikut masuk ke dalam ruang rawat.
''Selamat ya ward. kamu dan Karla sekarang sudah menjadi orang tua baru.'' ucap Gareth pada Karla dan Steward.
'' Terima kasih ya.'' jawab Steward tangannya masih terus memijit tangan Karla.
''Selamat Ward akhirnya kamu juga nyusul Alfonso.'' ucap Andre.
''Terima kasih.'' jawab Steward tersenyum.
Lalu giliran Felisia yang datang untuk memberi ucapan. Tangannya langsung memeluk tubuh putrinya.'' Sayang, selamat kamu juga sekarang sudah menjadi seorang Ibu.'' ujar Felisia menitik kan air matanya.
''Terima kasih mommy.'' jawab Karla.
''Sama sama sayang. Sudah ada nama untuk anakmu?" tanya Felisia.
''Namanya Fidel. yang artinya Setia.'' jawab Steward dengan tersenyum.
''Nama yang indah.'' sahut Felisia dengan tersenyum. '' kelak dia akan setia pada pasangnnya.'' sambung Felisia lagi.
''Amin.'' jawab Karla dan Steward serentak.
Begitu juga dengan Mason yang datang memberi ucapan pada Karla.
''Nak selamat ya kalian berdua sekarang sudah menjadi orang tua baru.'' ucap Mason.
''Terima kasih daddy.'' jawab Steward dan Karla.
''Mommy dan Daddy lihat cucu Mommy dulu ya.'' pamit Felisia sembari menarik lembut tangan Mason menuju ruang bayi.
Felisia tertawa saat melihat Bayi Fidel sedang berbaring di inkubator. bayi yang sehat berat badan nya 4 kilo gram.
''Bayi nya gendut makanya Karla tersiksa selama hampir 10 jam baru lahiran.'' ucap Felisia pada Mason.
''Gimana enggak besar Ibu nya waktu hamil makan terus.'' sambung Mason.
Felisia dan Mason tertawa. "kata nya Steward tidak mempersoalkan dirinya gendut." jelas Felisia.
"Tetapi nanti dia akan diet dengan sendirinya karena tidak percaya diri dengan tubuhnya yang gendut. sama seperti mommy dulu kan?" sambung Mason.
Felisia hanya menunjukkan deretan gigi putihnya.
*****
__ADS_1
Di mansion Leticia belum tidur padahal waktu sudah pukul 22:00.malam.
''Sayang, kamu hubungi Steward dulu.'' Rengek Leticia.
Akhirnya Alfonso pun melakukan panggilan Video.
Tampak Karla sedang berbaring di atas bed pasien Steward sedang duduk di tepi ranjang sembari menggenggam tangan Karla.
Leticia menitikkan air matanya saat melihat Karla yang sedang berbaring diatas bed pasien.Ada rasa bersalah di hatinya, Karena tidak ikut menemani Karla di rumsh sakit.
"Kak, aku sudah lahiran anakku cowo."ucap Karla girang.
Leticia masih terus menangis dengan kedua tangannya menutup mulutnya.
"La, Ward selamat ya kamu juga sudah menjadi orang tua baru." ucap Alfonso sembari mengelus kepala Leticia.
"Terima kasih Al." jawab Steward.
"Sudah di beri nama belum?" Tanya Alfonso.
"Sudah, kakak ipar. Namanya Fidel yang berarti setia." jelas Karla.
"Wah nama yang bagus." jawab Leticia dengan sesunggukan.
"Kakak kenapa menangis? bukannya bahagia malah menangis." protes Karla dengan memonyongkan bibirnya ke depan.
Ya Leticia akhir akhir ini semakin sensitif. sakitnya pun sering kambuh kalau sudah kambuh moodnya sering naik turun. terkadang dia bisa cemburu terhadap anak anaknya kalau Alfonso terlalu dekat dengan anak anaknya. terkadang juga dia bisa sedih seharian. Karena itu, Alfonso selalu kwatir kalau terlalu lama meninggalkan Leticia dan anak anak di mansion.
Karena sakitnya kambuh orang yang mampu menenangkan Leticia hanya Alfonso seorang.
" kalau kakak bahagia, sudah nangisnya. Fidel pasti akan bantu melindungi Alicia dan Alisha." bujuk Karla.
"Terima kasih dek." jawab Leticia tersenyum, " Dek, kamu besok pulang sudah ya jangan lama lama di rumah sakit." pesan Leticia.
"Iya, nanti besok pagi saya akan tanya kan ke dokter." sahut Karla.
Karena Karla tahu ngebantah Leticia percuma. karena Leticia akan terus maksa mengingat rumah sakit milik suaminya dan dia bisa meminta dokter untuk memeriksa Karla dan bayi di mansion saja.
"Janji ya dek!" sambung Leticia lagi.
" Iya kak." jawab Karla sembari tersenyum.
"Ya udah, sekali lagi selamat ya dek kamu juga sudah menjadi orang tua." ujar Leticia.
" Terima kasih kak." jawab Karla.
__ADS_1
Akhirnya panggilan video di akhiri. Leticia yang merasa sudah lega setelah melakukan video call berjalan ke arah ranjang untuk tidur. Karena, hari sudah semakin larut. anak anak juga semua sudah pulas.
Leticia membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur. Alfonso mendekati Leticia dan mendudukkan tubuhnya di kursi dekat tepi ranjang Leticia, tangannya mengelus kepala Leticia.
"Sweet dream sayangku." ucap Alfonso sembari mengelus kepala sang istri.
Akhirnya Leticia pun terlelap. Alfonso kembali ke sofa setelah memastikan Leticia tidur. Alfonso masih menyelesaikan pekerjaannya dari Kantor yang dikirim oleh Walker.
****
Kabar kelahiran Karla sudah terdengar sampai di Paris. Nabila juga tidak kalah bahagia mendengar kelahiran Karla.
"Sayang video call Karla, please." Rengek Nabila tangannya melingkar dipinggang Kevin dengan erat.
" Iya sayang. yuk kita duduk dulu." ajak Kevin dengan terus berpelukan berjalan ke arah sofa.
" Karla! " teriak Nabila dengan suara cemprengnya.
Karla melambaikan tangan ke arah camera. Kevin dan Steward hanya tersenyum melihat istri mereka saling meluapkan kebahagian melalui sambungan Video.
"La, selamat ya akhirnya kamu dapat baby boy.siapa namanya?" Nabila terus mengoceh.
"Iya thanks ya Bil. Namanya Fidel yang artinya setia." jelas Karla.
"Wah namanya indah sekali. semoga anak anak kita juga saling menyayangi seperti kita ya La." harap Nabila.
"Itu pasti Bil." jawab Karla.
"Nanti aku lahiran baru aku pulang, kamu kapan balik California?" tanya Nabila lagi.
"Nanti kalau Fidel usia 3 bulan Kasihan telinganya. kalau paksa naik pesawat sebelum 3 bulan." jelas Karla.
"Iya, juga sich." jawab Nabila.
" Ya uda bye bye." pamit Nabila.
Panggilan Video di akhiri, Nabila mengembalikan ponsel Kevin.
"Aku kapan?" ucap Nabila sembari mengelus perutnya.
"Sabar semua butuh proses." jawab Kevin sembari mengecup kening Nabila.
Nabila kadang merasa bersalah karena sebagai istri dia tidak bisa melayani suaminya. Karena bayi Reno belum lahir, Nabila sadar Kevin kadang menginginkan dirinya. Namun, Kevin tidak ingin melanggar ajaran Agama.
"Terima kasih selalu sabar menunggu." jawab Nabila berkaca kaca.
__ADS_1
"Sudah! semua demi kebaikan kita juga anak kita." jawab Kevin sembari membawa Nabila ke dalam pelukannya.