SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
Sudah selesai


__ADS_3

Steward, tersenyum mendengar teriakan Thiago.


"Sudah, nikmatin saja semua ini. bukannya, kau ingin membunuh putri Sergio?aku suaminya, karna itu aku masih ingin bermain main dengan kau."jawab Steward.sembari tersenyum sinis.


Thiago, terperanjak saat mendengar ucapan Steward, berhasil membuat Thiago tertawa.


Hahahaha..,


"Lelaki, bodoh! menikah dengan putri dari seorang pembohong.lihat saja kau akan kecewa. karna, tidak ada buah yang jatuh jauh dari pohonnya!" sumpah serapah Thiago.


Membuat Steward, menggila. dengan cepat Steward mengambil sabuk berduri milik Alfonso yang terletak diatas meja diruangan itu. dan, Steward mulai mencambuki tubuh Thiago.


''Bajing..,an! Tidak ada yang mengenal istri saya lebih baik dari saya. apalagi kau,'' ucap Steward, tangannya terus mencambuk tubuh Thiago.


Hingga, Thiago tak berdaya jatuh terkulai dilantai. Tubuhnya, bercucuran darah, bercak bercak darah berceceran dilantai. bahkan, wajah Stewardpun tidak luput dari percikan darah Thiago.


Setelah, merasa puas dengan cambukan. Steward, meletakkan lagi sabuk di atas meja. lalu, Steward mengeluarkan pistol yang terselip dipinggangnya, kemudian, Steward dengan membabi buta melepaskan tembakan didada, perut dan kepala Thiago.


Steward, gelap mata. jiwa iblisnya bangun seketika mendengar Istri tercintanya dihina.


Thiago, tewas bersimbah darah. dengan cepat Steward, mengambil belatihnya. Steward mulai mengeluarkan kornea mata. lalu, memotong lidah Thiago. kemudian mengeluarkan ginjal dan organ lainnya.


Selesai, mengeluarkan semua organ Thiago. Lidah Thiago yang tadi dipotongnya, dibawa ke kandang Harimau dan dilemparnya lidah Thiago tepat dalam mulut Harimau itu.


''Hahahah.., selamat datang dinerakamu., sampai bertemu di neraka lagi.'' teriak Steward. kedua tanganya direntangkan sembari menatap keatas langit langit markas.


Anak buah Thiago, yang menyaksikan penyiksaan Thiago yang sangat tragis hingga tewas mereka saling menatap, ada yang menggelengkan kepalanya.


''Nasib, kita bagaimana bro.'' tanya salah satu anak buah ditemannya yang berada disebelahnya.


''Kita, hanya pasrah saja. syukur syukur kalau mereka ada hati selamat kan kita.'' jawab salah anak buat Thiago dengan masa bodoh.


Steward, beralih ke kamar mandi dan membersihkan diri dari bercak darah dibaju dan tubuhnya.


Setelah, membersihkan tubuhnya Steward segera mengganti baju dengan baju yang bersih.


Alfonso, yang sudah sangat lelah. karna sakitnya luka operasi, akhirnya memilih istirahat di kamar pribadinya. dan, meminta Gareth, Andre, Steward, Nuel dan juga Jose.untuk melakukan pembunuhan.


''Kalian, lanjutkan tujuh orang itu. aku istirahat sebentar.'' ucap Alfonso.Namun,


Sebelum, kakinya melangkah masuk ke kamar. Alfonso, menyempatkan diri untuk menatap mereka satu persatu.


''Nikmatin, siksaan mereka. aku, yakin mereka jauh lebih kejam dari aku.'' Alfonso, menakut nakuti anak buah Bella dan Thiago.

__ADS_1


Ketujuh anak buah yang mendengar ucapan Alfonso, merasa sangat ketakutan.


''Mata iblis ini benar benar menakutkan.'' bisik salah satunya.


''Husttt.., dia bukan hanya iblis. tapi, malaikat pencabut nyawa.'' jawab salah satunya lagi.


Setelah, menakuti mereka.Alfonso, berjalan masuk ke dalam kamar pribadinya untuk beristirahat.


Gareth, dengan tersenyum sinis.melangkah ke depan dan mulai mencambuki mereka.


Jose, mengambil Cairan Hcl dan mulai siram ke seluruh tubuh mereka . Anak buah, itu mulai mengeliat karna perihnya cairan Hcl itu.


Siksaan, demi siksaan mereka berikan untuk ke tujuh anak buah itu hingga tewas. seperti, biasa Gareth lah yang mulai mengeluarkan organ tubuh mereka.Selesai, mengeluarkan organ tubuh mereka. sisa, potongan tubuh dilempar masuk ke dalam kandang harimau.


Gareth, Steward, Andre. mereka, masuk ke dalam kamar mandi masing masing dan membersihkan tubuh mereka dari bercak darah yang menempel ditubuh mereka.


''SUDAH, SELESAI?" tanya Mason. saat melihat Jose yang sudah bersih berjalan keluar dari dalam markas ke depan.


''Sudah, Tuan. bahkan ke delapan pria itu juga sudah selesai dieksekusi juga.'' jelas Jose.


Mason, hanya menggelengkan kepalanya. Mason, tidak menduga menantunya teryata jauh lebih kejam dari dirinya.


Akhirnya, Mason melangkah masuk ke dalam markas. untuk menemui Alfonso.


''Masih, istirahat dikamar pribadinya Dad.'' jawab Steward. sembari meneguk Wine yang terisi dicangkir miliknya.


Alfonso, mengerjap. '' ahh.., jam berapa?" gumam Alfonso. sembari menatap jam dinding kamarnya.


'' Shifft.'' maki Alfonso.


''HAMPIR PUKUL 12?" gumam Alfonso. dan cepat cepat turun dari tempat tidur. kemudiam membuka pintu dan berjalan ke luar menemui semua sahabatnya dan ayah mertuanya yang sedang duduk dan menikmati Wine.


*****


Sejak, dari Alfonso berangkat ke markas. Leticia, masih berdiam diri didalam kamar dengan perasaan gelisah yang menyelimuti dirinya. Leticia, berjalan ke sana kemari didalam kamar mereka, sesekali berdiri didepan balkon berharap Alfonso sudah kembali. Namun, bayangan mobil Alfonso saja tidak nampak.


''Oh.., Tuhan jauhkan Alfonso dari kejahatan. sadarkan Ia jika Dia ingin membunuh atau menyakiti orang.'' batin Leticia. menitikkan air mata.


Karla, sedang duduk manis diruang keluarga sembari makan buah. menunggu dokter Grace, yang akan datang untuk memeriksa dirinya dan janin.


''Kevin! kalau, masuk lihat ada orang itu disapa, bukan tidak ada mulut.'' protes Karla. yang kaget dengan Kevin yang tiba tiba muncul diruangan keluarga.


''Ahh.., Karla. gitu aja kaget, masa pria setampan aku begini lu kira setan itu enggak masuk akal." jawab Kevin. Lalu, terus berjalan mencari sosok Nabila.

__ADS_1


''Iya. lah Lu mafia setan.'' ledek Karla.


''Terserah! lu aja La.aku, lagi enggak ada waktu untuk berdebat degan Lu.'' jawab Kevin. sembari terus berjalan ke arah dapur mencari Nabila.


''Bibi Yati, Nabila sudah pulang?'' tanya Kevin.pada bibi Yati.


''Iya, nak baru saja pulang. katanya, mau istirahat di Apartemennya saja.''jawab Bibi yati.


''Terima kasih bi.saya pamit pulang.ini rahasia, jangan bilang ke siapa siapa kalau saya ke sini untuk mencari Nabila.'' ucap Kevin pelan.


''Siap. Tuan.'' jawab Bibib Yati. sembari mengangkat kedua jempolnya.


Lalu, Kevin kembali pulang menyusul Nabila ke Apartemen Nabila.


''Anak, muda kalau sudah jatuh cinta lupa daratan.'' gumam bibi Yati sembari menggelengkan kepalanya.


Dengan, cepat Kevin masuk ke dalam mobilnya dan mulai menginjak pedal gasnya. Kevin, melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


''Kamu, kenapa?" batin Kevin.


''ciiitttt...,''


TIba tiba, Kevin ngerem mendadak dan memberhentikkan mobilnya. matanya melihat mobil berwarna hitam dengan plat nomor yang tidak asing dibaginya sedang berhenti di taman bunga tempat biasa anak muda berpacaran.


''breng..,sek kenapa dia disini? '' gumam Kevin. dengan cepat kevin melangkah keluar dari mobil mewahnya, dan berjalan begitu cepat ke taman bunga itu.


Disana, ada sosok yang Ia sangat benci sedang merangkul Nabila.


Sesekali, pria itu mengepalkan tangannya.


Kevin, terus mengamati dari kejauhan melihat Pria itu untuk tidak menyakit Nabila..


''Lihat, saja sekal i aja dia menyentuh Nabilaku,. saya jamin rumah sakit tolak obatin dia.'' gumam Kevin sembari mengepalkan tangannya.


*****


Kemudian, Alfonso berjalan ke ruang pertemuan dimana dirinya dan para sahabat berbincang.


''Ahh.., bagaimana dokter Lee jadi beli semua organ itu?'' tanya Alfionso. sembari berdiri dan menyenderkan tubuhnya dipintu masuk.


''Dokter Lee hahya beli kornea mata saja.'' jelas Gareth.


''Ya, sudah.yang lainnya simpan saja dilemari pendingin. nanti, kirim ke Rusia saja.

__ADS_1


__ADS_2