SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
KARLAKU


__ADS_3

"Hallo, Reth. sebentar lagi kami mendarat." ucap Steward .melalui sambungan panggilan.


"Siap, aku meluncur." jawab Gareth.


Gareth, dan semuanya juga sudah berusaha melupakan kenangan buruk mereka bersama Karla. sejak Steward memutuskan serius dengan Karla, merekapun memutuskan melupakan semuanya.


Pesawatpun, segera mendarat.Karla melengguh dan perlahan membuka matanya menatap lewat jendela pesawat.


''Kita sudah tiba?aku merasa waktu sembilan jam begitu cepat.'' ucap Karla menatap ke arah Steward yang sedang menelpon Gareth.


''Iya, kita sudah mendarat.apa kamu siap?ingat pesanku. jangan pernah ragu dengan cinta seorang ibu, mungkin awal mommy akan kaget tapi percayalah dia pasti menerima kamu setelah mendengar penjelasan dari kamu.'' sambung Steward memberi pengertian pada sang istri yang sedikit ragu untuk bertemu dengan Felisia dengan wajah barunya.


Karla, juga takut pertanyaan mommynya mengenai kematian Sergio. karna sampai saat ini dia belum tau hubungan Alfonso dan Felisia.


Karla, mengangguk mengerti. setelah, mendengar penjelasan Steward.


'' Aku, mengerti.'' jawab Karla sambil tersenyum.


'' Baguslah.'' jawab Steward. tangannya merapikan rambut Karla yang berantakan karna baru bangun tidur.


''Sudah ada yang menjemput?" tanya Karla.


'' Iya, Gareth sudah menunggu di Airport.'' jawab Steward.


Setelah, merapikan rambut sang istri, kedua pengawalnya datang membantu membawa barang bawaan Steward dan Karla untuk turun dari pesawat menuju lobby Airport.


''Hati hati jangan tergesa gesa.'' tegur steward karna melihat Karla yang turun dari tangga pesawat tidak berhati hati.


'' Maaf, aku tidak sabar ingin bertemu mommy.'' jawab Karla sambil tertawa kecil.


'' Iya, tapi selalu hati hati, diperutmu ada cinta kita.'' jawab Steward. tangannya meraih tangan sang istri lalu menggandengnya mereka bersama menuruni anak tangga pesawat menuju lobby Airport.


'' Terima kasih untuk perhatiannya.'' ucap Karla, sambil melirik Steward.


Karna, perhatian Steward dengan hal sepele dan kecil menurut orang. tapi, bagi karla itu sangat berarti untuk dirinya.


''Sudah, enggak usah berterima kasih terus. ini sudah tugas aku sebagai suami untuk selalu melindungi istriku.'' jawab Steward sambil menarik tubuh sang istri dan merangkulnya.


Dengan, dikawal dua bodyguardnya Steward dan Karla berjalan menuju Lobby Airport.


Garet, yang sudah tiba di Airport sedang duduk menunggu dikursi yang tersedia di Lobby Airport.tangannya, terus menari dilayar ponselnya.


''Sudah di mana?'' tanya Gareth,


''Ini Aku didepan lobby.'' jawab Steward lewat chatt.


setelah membaca chatting dari Steward. Garethpun berdiri dan tidak menyadari kalau Steward dan Karla sudah berada didepannya.


''Hai, bro. apakabar?" sapa Steward. merekapun bersalaman.

__ADS_1


'' Baik, selamat buat kamu dan Karla.'' jawab Garet sambil menepuk bahu Steward.


'' Hai, karla apa kabar.'''sambung Gareth lagi dan bersalaman dengan Karla.


'' Baik, Reth. kamu apakabar?' tanya Karla.


'' Baik juga, selamat ya kamu sebentar lagi sudah menjadi orang tua menyusul Alfonso.'' sambung Gareth.


''Terima kasih, kamu juga cepat cari jodohnya. lihat, Glen juga sudah mau menikah kamu bertiga kapan? masih betah dengan status jomblo.'' sambung Steward. merekapun masuk ke dalam mobil dengan dikemudi oleh Gareth sendiri meluncur ke kediaman Mason.


Anak buah, Steward. dengan mobil yang berbeda mereka mengawal mobil Gareth dari belakang.


''Masih cari jodoh yang pas.'' jawab Garet sambil terus fokus ke jalan.


'' kriteriamu terlalu tinggi.'' goda Steward.tangannya terus menggenggam tangan Karla.


Karla, hanya menyimak dan terus tersenyum. mendengar kedua sahabat lama ini bercerita tentang kejadian kejadian yang akhir akhir ini terjadi.


Karna, keasyikan bercerita. mereka tidak menyadari kalau telah sampai dikediaman Mason.


Gareth, segera menghentikan mobil didepan pintu pagar kediaman Mason. dan segera turun dari mobil. anak buah Alfonso yang ditugaskan menjaga dikediaman Mason segera membuka pintu pagar.


Karla, masih ragu untuk turun dari mobil matanya menatap sang suami dengan penuh keraguan.


Steward tersenyum. lalu memeluk sang istri dan meyakinkan Karla.


'' Believe, me. don't worry hold my hand.[ percaya saya, jangan kwatir genggam tanganku.]'' ucap Steward sambil mendaratkan satu kecupan dikening karla.


Karla menarik napas dalam lalu menghembusnya dengan perlahan. memejamkan matanya sesaat untuk meyakinkan dirinya.


Steward membuka pintu mobil. dan dengan terus berpegangan tangan Karla dan steward turun dari mobil. dan berjalan mendekati Gareth yang sudah menunggu didepan pintu.sambil menelpon Alfonso. mengabari kalau Steward dan Karla sudah tiba di kediaman Mason.


Dengan, perasaan ragu. karla terus melangkah tangannya keringat dingin.dan


terus menggenggam tangan sang suami.


Karna, sudah malam. Mason, dan Felisia sedang makan malam diruang makan.


Dengan Ragu Karla menekan bel pintu.


Ding dong...,


Langkah kaki terdengar dari dalam rumah menuju pintu depan. pintunya perlahan dibuka oleh sang pelayan.


''Tuan Gareth, silahkan masuk.'' sapa pelayan itu yang sudah mengenal Garet.dan melebarkan pintu rumah untuk membiarkan tamu masuk.


''Ya, dimana Daddy dan Mommy?" jawab Gareth.yang sekarang memanggil mason dan felisia dengan sebutan mommy dan daddy. dan mereka berjalan masuk ke dalam ruang tamu lalu duduk disofa.


'' Tuan dan nyonya sedang makan.'' jawab pelayan itu.

__ADS_1


Mason, yang mendengar suara di ruang tamu segera datang menemui tamunya.


Mason, yang sudah mengenal Steward, begitupun dengan steward. hanya sudah melupakan Karla. karna, perubahan diwajah Karla.


''Anak muda. kenapa tidak kabarin dulu kalau mau berkunjung?'' tanya Mason dan berjalan mendekati mereka.


'' kalau kabarin berarti bukan kejutan.'' sambung steward yang sudah melupakan permusuhan mereka.sambil tertawa, lalu berdiri memberi salam pada Mason dan disambut pelukan dari Mason.


'' ya.., benar katamu nak.'' jawab Mason dengan nada candaan.tangan perlahan menepuk punggung calon menantunya.


Air mata, Karla sudah penuh dipelupuk matanya. ingin rasanya Karla berlari dan memeluk Mason. untuk melepaskan bebannya. karna bagaimanpun Mason dulu adalah kaki tangan Sergio yang begitu dekat dengan karla dan Willy.


Tapi, Steward menahannya.


Felisia, juga berjalan datang menuju ke arah ruang tamu dimana ada seorang gadis yang sudah menunggunya dengan rasa rindu yang amat terdalam.


Saat matanya melihat Karla, Felisia menghentikan langkahnya ada getaran aneh didalam hatinya. rasanya dia ingin memeluk gadis yang sedang duduk disofa dan menggandeng tangan pria asing yang Felisia baru lihat malam ini.


Felisia, langsung mengingat ucapan Alfonso waktu dipertunangan Glen.


''mommy akan kedatangan tamu special. karla baik baik saja. hanya sedikit berubah dia semakin cantik dan lebih sopan.'' ucapan Alfonso itu tiba tiba terdengar lagi ditelinganya.


''Apapun perubahannya karla. nak Alfonso, saya tidak mempersoalkan asal anak saya sehat dan selamat itu lebih penting.''jawabannya saat itu untuk Alfonso.


Karla, yang sudah tidak bisa menahan diri lagi segera melepas tangan Steward dan berlari kecil menuju Felisia yang masih berdiam diantara ruang makan dan ruang tamu.


'' mommy.'' satu kata yang keluar dari mulut Karla dan diiringi tangisan histeris.ia tidak peduli kalau lagi trimester pertama. Steward juga tidak menahan. tapi, membiarkan Karla menyambut sang ibu.


Mason, dan pelayan yang berada diruangan itu semua bingung dengan karla yang tiba tiba berlari dan memeluk Felisia dengan tangisan yang begitu histeris.


Dengan,perasaan ragu tapi tidak menolak Felisia balas memeluk Karla. sambil mengelus punggung sang putri.


karna, firasat seorang ibu tidak pernah salah.


''karlaku?"bisik pelan Felisia ditelinga sang putri.


Dengan, tidak ragu wanita tua ini mencium aroma tubuh sang putri yang tidak pernah berubah dari sejak dulu.


'' Mom. sorry mom.'' kata itu terus terucap dari mulut Karla dan diiringi tangis dari mulut Karla.


Felisia, yang masih sulit percaya karna ia benar benar hapal suara indah ini, suara dimana dulu selalu minta dimanja, disaat dirinya sedang sakit.


Felisia, melihat ke arah Gareth karna dia tau Gareth yang membawa dua orang asing ini ke kediamannya. hanya untuk memastikan kalau feeling dia tidak salah.


Garet mengangguk. yang berhasil membuat Felisia juga pecah dalam tangis


'' Gadis, nakal.kenapa menghilang. kenapa tidak kabarin mommy.'' sambil mengeratkan pelukannya ketubuh sang putri.dan berulang kali mendaratkan kecupan diujung kepala sang putri.


Karla masih enggan menjawab dan terus memeluk sang mommy melepas rasa kangen hampir setahun menghilang.

__ADS_1


Memang Alfonso,, pernah mengatakan kalau karla baik baik saja.dan karla sudah berubah jauh lebih baik, tapi felisia pikir itu hanya hiburan Alfonso untuk dirinya.


Tapi ternyata semua itu benar adanya sesuai apa yang dikata Alfonso.


__ADS_2