
Leticia memeluk hasil tespeknya sambil mengelus perutnya yang masih rata.air mata bahagia terus menetes, tapi sedikit terselip kesedihan di hatimya. karna saat ini Leticia tidak bisa membagi kebahagiaannya dengan Alfonso.
Belum lagi, dari semalam Leticia sama sekali belum berbicara via telpon dengan Alfonso.
Bahkan, dari semalam Leticia, belum mengecek ponselnya sama sekali.
"Sayang sejak kapan kamu di perut mom, tumbuh dan berkembang dengan baik didalam sana ya sayang. mommy akan selalu menjaga kamu dengan baik. kamu tau ng daddy lagi ke luar karna kerjaan kita ng usah bilang daddy dulu, kamu harus janji sama mommy.kita satu tim ya sayang" sambil tersenyum Leticia terus mengajak janinnya berbicara yang mungkin saat ini masih berbentuk gumpalan darah.
Dengan hasil tespek ditangannya Letica membuka pintu kamar mandi dan melangkah dengan berhati hati menuju ranjangnya.
Bibi Yati, masih dengan setia dan penasaran menunggu dikamar Leticia.sesekali melihat ke arah pintu kamar mandi.
"kenapa, Non lama sekali? harusnya ini tidak membutuh waktu yang lama. hmm."gumam Bibi Yati. yang penasaran akan hasilnya.
*********
Karna sudah di suntik penawar Blake mulai bertenaga lagi. sudah sedikit membuka mulut untuk berbicara.
Matanya yang sudah berubah berwarna merah, menatap tajam ke ara Alfonso.
"Ak,..hirnya kau datang ju.,ga bang..., sat." ucap Blake dengan terbata bata.
Alfonso mengangkat bibir atasnya, dengan berjalan dan tatapan yang penuh arti mendekati Blake.
Plakkk..., plakkk.., plakk...,
" Aku suka yang bisa melawan, karna tidak akan seru kalau membun*h musuh tanpa perlawanan. makanya aku kasih penawar dulu biar lu bisa melawan aku." ucap Alfonso sambil mendaratkan pukulan di pipi Blake.
Karna, alfonso melihat tenaga Blake sudah mulai pulih. Alfonso, melepas rantai yang terikat di kaki dan tangan Blake.
"Ayo, sekarang maju melawan aku. atau apa perlu aku kasih senj*ta untuk melawan Aku?" ucap Alfonso yang sudah siap saling hantam hantaman dengan Blake.
"Akan ku siksa, kau Blake. hingga nerakapun, tidak akan sudi menerima orang busuk seperti kau, perbuatan di masalalu mu membuat malaikat pencabut nyawa saja datang membawa kau ke nerakapun dia malas.bangs*t." teriak Alfonso sambil terus melepas tendangan silih berganti ke tubuh Blake.
Sesekali Blake bangun untuk membalas satu dua kali pukulan tapi Bagi Alfonso, pukula Blake seperti hinggapan lalat ditubuhnya. sama sekali tidak terasa sakit.
"ciuh..., baj*ngan teriak baj*ngan.lihat dirimu putra Rudolf. kau menikahi putri Mason hanya untuk kau sakiti. percaya ucapan saya, dia akan meninggalkan mu ketika dia tau siapa dirimu. dan, dia akan memilih Pria baik baik dari pada priaj baj*ngan seperti dirimu ingat itu brengs*k." teriak Blake memancing amarah Alfonso.sambil membuang ludah disembarang tempat.
Dan...,
Blake...,
__ADS_1
Berhasil...,
Memancing amarah Alfonso, saat mendengar nama ayahnya dan Leticia disebut. membuat Alfonso mengeraskan rahangnya dan gelap mata.
Dengan secepat Elang, Alfonso berlari ke arah Blake dan melepaskan berkali kali tendangan ke tubuh Blake hingga Blake jatuh tersungkur dilantai.
"Bangs*t kau, sudah aku peringatkan jangan pernah menyebut nama orang orang yang aku sayang. kalau, tidak kesempatanmu melawanku bisa ku cabut sekarang."ucap Alfonso sambil terus menghujamkan pukulan ke tubuh Blake.bunyi pukulan terdengar sangat jelas dari luar kamar sekapan hingga membuat Gareth dan Steward berlari ke depan pintu untuk menonton.
"Gila, ward. kenapa Al bisa gelap mata seperti ini." ucap Gareth yang menonton dari depan pintu sambil menggeleng gelengkan kepalanya.
"Mungkin Blake memancing amarah Alfonso, kan tadi Alfonso sudah memberi dia kesempatan untuk melawan Alfonso.bisa jadi dia sebut hal yang sensitif bagi Alfonso." jawab Steward. sambil tersenyum.
"ini namanya mati konyol!" ucap Gareth Lagi sambil melipat tangannya didada dan menjadi penonton setia yang baik.
Alfonso, terus melepaskan pukulan, dan perkataam Blake terus terdengar ditelinganya. Alfonso, takut Kalau saja ucapan Blake menjadi kenyataan. dengan cepat Alfonso berjalan ke luar dari ruangan sekapan dan berjalan ke arah kamar pribadinya.
Mengambil ponselnya yang tadi diletakkan diatas nakas. Alfonso meraih ponselnya menggesek Layar ponselnya. matanya membulat saat melihat chatt yang dia kirim sejak tadi pukul sebelas belum juga di read Leticia masih centang dua putih belum centang dua biru.
"Shiff..., masa sekarang di sana masih malam?bukan sudah pagi mengingat disini hari mulai senja." Alfonso melempar Ponselnya ke arah ranjang entah jatuh di ranjang bagian kepala atau kaki. Alfonso tidak memperdulikan itu.
Tapi, saat ini ucapan Blake membuat ketakutan di hatinya. dan, sempat terbesit di pikirannya untuk menyakiti Leticia kalau saja Leticia memilih pergi dari dirinya.
Tapi...,
Dengan rasa penasaran Alfonso mengambil lagi ponselnya dan melakukan panggilan. tapi lagi lagi diabaikan Leticia.
"Shiif.., umpat Alfonso lagi. wajahnya dingin hatinya mulai terbakar amarah.
"ke mana kau putri Mason! jangan berpikir untuk melarikan diri itu akan membawa dirimu ke nereka." gumam Alfonso.pikirannya sudah susah untuk dikendalikan.kalau saja dia bisa menyentuh pilnya lagi untuk memberi ketenangan hatinya. tapi, dia sudah berjanji akan berhenti menyentuh pil itu lagi.
Sementara, saat ini dia sudah termakan hasutan Blake dan Leticia juga sudah dilibatkan di daftar kebencian Alfonso.
Dan ...,
karna...,
kesal atau takut kehilangan.
Alfonso memilih nonaktifkan ponselnya.
__ADS_1
Alfonso menarik kasar rambutnya lalu menyapu kasar wajahnya. dan kedua tangannya menutup di kedua telinganya kalau ucapan Blake itu hanya pancing bodoh semata.
"Leticia mencintai aku, dan aku juga mencintai dia." gumam Alfonso lagi.
"Oh,,, tidak ini tidak baik dia putri Mason, bisa saja sifat brengs*k ayahnya mengalir ditubuhnya," gumam Alfonso lagi.
Alfonso sudah seperti orang tidak waras yang memberontak di kamar pribadi seperti ini. karna sudah tidak bisa menahan emosi lagi Alfonso, melepaskan satu pukulan didinding markas hingga menyebabkan tangannya terluka,
Dan mengeluarkan darah, dengan cepat Alfonso mengambil forban untuk menutup lukanya.
Tapi...,
sakit ditangan ini tidak sekacau hati dan batinnya.
****
Di spanyol.
Leticia keluar dari kamar mandi dengan terus tersenyum diwajah cantiknya, dan membawa alat tespek ditangannya. Leticia berjalan dengan sangat hati hati ke arah ranjang.
"Bibi." ucap Leticia
Sambil memeluk bibi Yati.
"saya hamil bi," ucap Leticia lagi. dan tangisnya pecah dalam pelukan bibi Yati.
Bibi Yati tersenyum bahagia. karna tuan muda akan segera memiliki turunan.
"Selamat ya Nak.dijaga baik baik, Nak Alfonso akan sangat Bahagia. mendengar kabar bahagia ini,." ucap Bibi Yati sambil mengelus lembut punggung Leticia.
"Tapi, bibi janji. ini rahasia antar aku dan bibi. jangan pernah membocorkan ke siapapun termasuk Alfonso. aku ingin kasih kejutan ke dia." ucap leticia.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
mau tau reaksi Alfonso. saat tau istrinya sakit dan dia menyesal telah menonaktfkan ponselnya.
Jangan lupa dukung ya.
hari ini senin..kalau berkenan lemparin votenya ke mas Alfonso ya🙏🙏 terima kasih. sehat selalu ya kakak kakak.🥰😘🤦♀️sending hug🤗
__ADS_1