
''Sayang, apa ini.'' tanya Alfonso yang penasaran dengan kotak yang ada di tangannya, karna matanya yang masih ditutup Leticia.
Leticia, tersenyum dan dengan perlahan melepaskan tangannya dari mata Alfonso.
''jangan dulu buka matanya,dengarin aba aba dari aku ya.'' bisik perlahan leticia di telinga Alfonso.
'' Oh, Tuhan kamu membuatku bisa gila.'' jawab Alfonso.
Setelah itu'',
Leticia berjalan perlahan, ke arah ranjang, mengambil handycam dan memasang tepat di depan sofa di mana Alfonso duduk.
Dan..,
Tangannya memegang ponsel miliknya yang siap merekam juga. kemudian leticia duduk di ranjang dan menyenderkan kepalanya di headboard ranjang.
''Aku, hanya ingin menyimpan semua kenangan manis kita. untuk, di ingat kamu dan anak anak kita di saat aku telah tiada. setidaknya, mereka bisa mengenal sosok ibunya walau hanya lewat sebuah rekaman video.''batin Leticia. sambil menitikkan air matanya.
Alfonso, yang penasaran, terus meraba raba kotak kecil ditangannya.
'' hmm, kecil.''gumam Alfonso.
''Sayang, aku sudah bisa buka mataku.'' tanya Alfonso dengan rasa penasaran yang mendominasi dirinya.
Karna tidak ingin Alfonso tau, dirinya sedang menangis dengan cepat Leticia menyeka air matanya.
''sebentar, sayang dengarin aba aba dari aku ya.'' ucap Leticia dan sudah siap merekam dengan ponsel dan handycam yang di pasang tepat di depan sofa di mana Alfonso duduk dan ditangannya terdapat kotak kecil dari Leticia.
'' kamu mau aku mati penasaran.'' tanya Alfonso dengan tidak sabar Lagi.
'' baiklah.'' ucap leticia.
''Satu, dua, tiga. oke buka matanya sayang.''ucap Leticia sambil fokus merekam moment suaminya yang mengetahui dirinya hamil.
Alfonso, mengerutkan dahinya saat melihat kotak kecil di tangannya.
''Apa, ini sayang.''tanya Alfonso lagi. dan tidak menyadari ada camera handycam yang sedang merekam semuanya.
''Buka saja sayang. semoga kamu suka.'' jawab Leticia dengan ekspresi wajah sedihnya.
Alfonso, menatap wajah Leticia sesaat. lalu dengan tangan yang gemetaran'
Alfonso, mulai melepaskan pita kecil yang terikat tepat di kotak kecil itu.lalu, membuka tutup kotaknya.
''kartu,'' gumam Alfonso.
__ADS_1
kemudian tangannya meraih kartu ucapan kecil itu dan mulai membaca dengan seksama. matanya berkaca kaca setelah memahami isi dari kartu itu.
lalu..,
mengambil lagi kotak yang di dalamnya berbentuk panjang yang didalamnya terdapat hasil tespek bukti dari kehamila Leticia. dengan penasaran membuka kotak itu lalu mengeluarkan hasil tespeknya.
Dengan ekspresi, antara tidak percaya, kaget,bahagia semua tercampur jadi satu.
dengan menundukkan kepalanya Alfonso menitikkan air matanya, sambil menutup wajahnya dengan kedua tangan kekarnya, beberapa saat berusaha untuk meyakinkan dirinya, kalau dia tidak sedang bermimpi. berulang ulang kali Alfonso menepuk pipinya
''Sakit. aku tidak sedang bermimpikan sayang ? kamu hamil'' tanya Alfonso sambil berusaha menenangkan diri.
''Daddy, tidak belmimpi, aku sudah ada dipelut mommy, bental lagi aku akan beltemu mommy dan daddy.'' jawab Leticia sambil menirukan bahasa bayi.
Alfonso yang sudah mulai tenang. berdiri dari sofa dan berlari ke arah Leticia yang sedang duduk dan merekam.
Dengan, cepat Alfonso menggendong leticia dipunggungnya dan memutari ruangan kamar mereka sambil berkata.
'' sayang aku akan menjadi seorang ayah.aku akan merasakan cinta yang tulus dari buah hati kita.'' teriak Alfonso dengan suara sedikit lembut.
''Sayang, hentikan aku takut.'' jawab Leticia.
karna, Leticia meminta diturunkan. akhirnya, Alfonso membaringkan tubuh leticia di ranjang dengan perlahan. dan Alfonso, memeluk tubuh Leticia dengan lembut dan tertawa bersama dalam bahagia.
Lalu..,
Alfonso, membungkukkan badan nya dan mencium perut Leticia dengan begitu lama.
''Sayang sehat sehat di sana, kamu tau ibu mu sangat menginginkan kehadiranmu.terima kasih sayang sudah datang di waktu yang tepat, tanpa membuat ibumu lelah menunggu akan kehadiranmu. daddy dan mommy mecintamu." batin Alfonso. dengan menitikkan air matanya lagi.
Kemudian, mennyesap dada Leticia. terus naik keatas leher, dan sampai ke bibir Leticia. dan mengecup mesra kening Leticia
''Terima kasih sayang, untuk kado yang sangat istimewa'' ucap Alfonso.
__ADS_1
kemudian meraih kedua tangan Leticia, dan mencium dengan lembut.
"Tolong jawab dengan jujur, ini kah yang menyebabkan kamu dirawat hmmm? dan sejak kapn kamu tau." tanya Alfonso dan terus mencium kening Leticia.
"Iya, aku tidak bisa makan bahkan airpun aku tidak bisa minum, mencium aroma makanan saja aku sudah mual aku mengalami morning sickness. sudah dua hari ini aku tidak makan dan hanya minum teh herbal dari bibi Yati." jawab Leticia. dan sambil menatap Wajah Alfonso.
Alfonso yang mendengar Leticia mengatakan kalau dia tidak bisa makan dengan cepat menjawab.
"Kamu mau aku masakin?" tanya Alfonso. sambil berdiri mengambil ponsel di atas nakas, kemudian menggesek layar ponselnya mencari artikel kiat kiat ibu hamil.
"Susu hamil sayang." sambung Alfonso lagi.
Leticia tersenyum.
" ini sudah larut malam" jawab Leticia sambil menggeleng.
" Oh iya maaf aku lupa." sambung Alfonso
"sayang, buah. akan aku ambilkan buah. kamu harus makan karna bayi kita membutuh kan nutrisi dari kamu sayang." jawab Alfonso dan terus membaca artikel ibu hamil diponselnya.
Dan berjalan keluar mengambil buah.
Alfonsso berjalan ke ruang makan membuka kulkas. didalam kulkas hanya ada strowberi.
" oh shift."umpat Alfonso karna di kulkas hanya ada buah strowberi.
"kenapa, tidak ada buah sama sekali dikulkas." gumam Alfonso sambil mengusap kasar wajahnya.
kemudian membaca lagi apakah Strowberi bagus untuk ibu hamil.
"Ahh, syukurlah." setelah membaca kalau strowberi bagus untuk ibu hamil.
Dengan berjalan cepat Alfonso membawa buah ke kamar tidur mereka.
"Sayang, makan buahnya dulu. menurut artikel yang aku baca Strowbery juga bagus untuk ibu hamil.
Leticia, bangun dari ranjang sambil tersenyum.
"Aku takut nanti aku muntah lagi." jawab Leticia.
"Akan aku suapkan. mungkin kalau aku suap bayi kita akan makan dengan baik. diartikel ini mengatakan seperti itu" jawab Alfonso.
Leticia tersenyum, menatap wajah suaminya.
__ADS_1
"Aku tidak bisa bayangkan. selama sembilan bulan ini aku menghadapi sikap posesifmu." batin leticia sambil membuka mulutnya menerima suapan buaah dari Alfonso.