
Nabila segera membuka pintu mobil dan bergegas keluar dari dalam mobil. Kevin, yang melihat Nabila tergesa gesa segera memperingati Nabila.
''Sayang, hati hati.'' tegur Kevin.
''Hehehe...Maaf.'' jawab Nabila sembari menunjukkan deretan gigi putihnya.
Sembari menunggu Nabila keluar dari mobil. Leticia menggoda Clarinda yang masih berada dalam gendongan Kevin.
''Hallo, Clarinda.'' ucap Leticia.melambaikan tangan pada Clarinda.
Melihat Leticia yang sangat bahagia, bertemu dengan sahabat sahabatnya membuat Alfonso menarik napas panjang.
Nabila yang sudah turun dari mobil segera memeluk tubuh Leticia dan Stefani. Ketiga sahabat itu saling berpelukan dan menautkan pipi mereka, untuk melepas rasa rindu mereka.
''Apakabar?'' tanya Nabila.
''Kami, baik.'' jawab serentak.
"Kamu apakabar juga?" tanya Leticia dan Stefani serentak.
"Saya juga baik, bahkan sangat bahagi karena bertemu dengan kalian berdua." jawab Nabila tertawa. Begitu juga dengan Leticia dan Stefani jiga ikut tertawa.
Dengan menggendong Clarinda, Kevin juga turun dari mobil menemui kedua sahabat nya, yang juga sedang menggendong anak anak mereka. Para pelayan membawa koper Nabila dan Kevin masuk ke dalam mansion.
Leticia yang melihat Clarinda. segera melepaskan pelukan Nabila. Dan, menggoda Clarinda.
''Anak mamah Cia, cantik sekali.'' ucap Leticia sembari mendaratkan satu kecupan di pipi Clainda.
Seperti biasa Clarinda yang belum biasa dengan wajah baru. Terus menempelkan tubuhnya ke dalam dada Kevin.
'' Lho, kenapa takut sama mamah Cia? sini, main sama kakak Alicia.'' ajak Leticia.
''Iya, Clarinda selalu takut dengan wajah asing. kebiasaan setiap hari hanya dengan saya dan papahnya.'' jelas Nabila. sembari mencoel hidung Alicia.
''Ayo, masuk. kita ngobrol di dalam saja. Karla juga belum datang.'' ajak Leticia sembari menggandeng tangan Nabila. mereka berjalan masuk ke dalam mansion. di ikuti Stefani dan Kevin.
''Iya, tadi nya mau barengan ke sini. Tetapi Karla belum mendarat.'' jelas Nabila sembari mendudukkan tubuh nya di sofa.
''Iya. mungkin sejam lagi mereka tiba.'' jawab Leticia.
Alfonso, dan Glen menyambut Kevin.
''Apakabar? '' tanya Alfonso dan Glen.
''Baik,'' jawab Kevin tersenyum. ''wanita wanita itu benar benar merubah hidup kita.'' celetuk Glen. melirik ke arah Kevin dan Alfonso. yang sedang menggendong anak mereka.
''Hehehe...'' jawab Alfonso menarik napas panjang.
Lalu, mereka juga masuk ke dalam ruang tamu. Dan, mulai berbagi cerita selama hampir setahun mereka berpisah.
Saat sedang bercerita Karla, Steward, dan Fidel juga tiba di mansion dengan di antar oleh Andre.
__ADS_1
Leticia seperti biasa meyambut ke datangan saudara sambung nya dengan bahagia. Tangannya memeluk Karla sembari menautkan pipi kiri dan kanan.
''Adek, lama sekali tiba nya.'' protes Leticia.
''Lama gimana kak? perjalanannya memang 8 jam dari California ke Spanyol.'' jelas Karla. lalu meraih Alicia dari gendongan Leticia.
''Anak mommy Karla sudah besar. kangen enggak sama mommy?" tanya Karla sembari mengecup pipi kanan dan kiri Alicia.
''Cia, kangen cama cemua nya.'' jawab Alicia polos.
''Mommy juga kangen semua. ehh di mana oma?" tanya Karla mencari ibu nya yang sejak tadi sibuk di dapur bersama para koki.
''Mommy di sini.'' jawab Felisia yang sudah berada di di ruang tamu dengan membawa La merienda di tangannya.
''Mommy!" teriak Karla.
''Hustt... jaga sikap.''tegur Felisa.
Karena Karla sering lupa kalau dirinya sudah memiliki Anak dan suami.
''Hehehehe, La kangen mom.'' jawab Karla memeluk tubuh mommy nya.
Felisa segera meletakkan camilan yang dibawa dirinya di atas meja.
''Mommy juga kangen. di mana cucu mommy?" tanya Felisia yang tidak melihat Fidel yang sedang di gendong oleh Steward.
'' Itu di gendong Ayahnya. di California kalau Ayah nya di rumah begitu nempel terus.'' Cerita Karla.
'' Iya, karena ibu nya mungkin di sana urus makan saja.'' celetuk Leticia.
Semua tertawa mendengar ucapan Leticia. Karla masa bodoh dia seperti orang kelaparan yang terus saja makan camilan buatan ibu nya.
Anak anak mulai heboh mereka mulai mengajak ke dua adik baru nya ke ruang play ground.
''Daddy, ayo caliin peppa pig di laptop aja. Aleijo mau nonton sama adek Fidel di tempat tidur.'' pinta Aleijo.
''Boleh daddy tewald?" ijin Aleijo.
''Iya boleh.'' jawab Steward.
Para Ayah mengawasi anak anak di playground sedangkan ibu ibu masih bercerita di ruang tamu.
0
Alfonso mulai membuka laptop dan mencari film kartun yang di minta oleh Aleijo. Steward membaringkan Fidel disamping Aleijo. mereka berdua asyik menonton kartun mereka sedangkan Alonzo dan yang lainnya bermain mobil mobilan.
''Kamu, enggak mual saat berada di atas pesawat tadi?" tanya Leticia menyentuh perut datar Nabila.
''Enggak, aku tidur. yang urus Clarinda Kevin.'' jelas Nabila tertawa.
__ADS_1
''Gila lu Nab, baru saja lahiran 7 bulan uda ngisi lagi. Kevin benar benar kejar target.'' celetuk Stefani.
'' Bukan juga, Fan. kasihan Kevin dari nikahkan kami tidak itu..." jawab Nabila langsung di potong oleh Karla.
''Tidak unboxing?" gelak tawa Karla. seketika membuat Mansion heboh.
'Iya nak, enggak boleh kan Nabila hamil anak Reno bukan anak Kevin. jadi, dilarang Agama nak.'' jelas Felisia.
''Ohh... terus selama 7 bulan kamu diapain aja oleh Kevin?" mulut remes Karla mengalir tanpa filter.
''Adek!" tegur Leticia menatap tajam Karla.
''Ihh... kak. kan Kevin. enggak dengar.'' protes Karla.
Nabila hanya tertawa dia tidak bisa menjawab. Lagian ini masalah kamar sekalipun itu sahabat tetap saja harus di jaga.
Leticia, yang memang memahami Nabila mulai mengalihkan pembicaraan.
''Apa kata Kevin, kamu mau ke sini apalagi ini perdana ke Spanyol bawa Clarinda.'' tanya Leticia.
''Iya betul Nab. bagaimana dengan Kevin setidaknya dia ungkapin perasaan apa gitu ke kamu.'' sambung Stefani penasaran.
''Ya, aku tanya. jawaban Kevin sama seperti dulu dia tidak akan membiarkan Clarinda mengenal Reno sebagai ayah biologisnya.'' jelas Nabila.
''Betul. saya dukung itu.'' jawab Leticia, Stefani dan Karla serentak.
''Husst... sudah sudah.'' tegur Felisia.
Karena dia tau anak anak nya kalau berkumpul pasti berbicara mulai melebar ke mana mana.
Di ruangan Play ground para Ayah sedang membahas acara nanti malam.
''Vin, kamu enggak keberatan? kalau Reno hadir juga?" tanya Alfonso.
Biar pun sudah sudah mengundang Reno, tetap saja sebagai sahabat dia harus berbicara dengan Kevin.
''Saya tidak keberatan. ini urusan kerjaan juga acara kebersamaan. saya tidak berhak membawa masalah pribadi ke dalam urusan bersama.'' jawab Kevin bijak.
Gareth yang sejak tadi hanya menyimak akhirnya bisa mengeluarkan suaranya.
''Vin sekarang lu makin bijak.'' celetuk Gareth.
''Hehehe...Terima kasih. ada Clarinda membuat saya semakin bijak.'' suara Kevin terdengar begitu berat.
Tetapi, apadaya dirinya ini urusan kebersamaan. dia tidak boleh egois. Bagi Kevin asal Reno menjaga sikap dia terhadap Clarinda dan Nabila. Kevin tidak tidak masalah.
Hari semakin sore. senja mulai memancarkan warna orangenya tanda Ia berpamitan pada bumi. Semua mulai membersihkan tubuh dan mengurus anak anak. untuk merayakan malam akhir tahun bersama.
Walker dan beberapa jajarannya yang bekerja di perusahaan Alfonso sudah datang. Begitu juga dengan Reno.
Nabila yang merasa mual masih tidur di kamar dengan di temani oleh Kevin dan Clarinda.
Alfonso dan sahabat nya yang lain menyambut tamu undangan mereka ke taman belakang. para wanita masih bermain mengawasi anak anak yang bermain di ruangan bermain.
__ADS_1
Ya anak anak Alfonso setiap hari di ruangan bermain. Mereka berada di kamar kecuali waktu tidur saja. Alfonso memang mendidik anak anaknya untuk memebedakan Kamar tidur dan kamar bermain dari sejak mereka kecil.