
Setelah memastikan Alisha sudah diam dan tidur. Alfonso pun kembali ke ruang perawatan. Sekarang Alfonso memiliki rutinitas baru setiap jam menjenguk anak anaknya yang masih berada didalam inkubator. Lalu, kembali menemani sang istri yang berada di ruang perawatan.
"Tuan!" sapa anak buahnya yang berjaga didepan kamar Leticia.
''Hmmm.., kembali berjaga di ruang nicu kalau anak anak gerak atau menangis segera panggil saya. Dan pastikan suster selalu berada disamping mereka.'' perintah Alfonso
''Baik Tuan, saya mengerti.'' jawab anak buah itu dengan membungkukkan badannya.
Anak buahnya berjalan kembali ke ruang nicu untuk menjaga keempat anak Alfonso. Begitu juga dalam ruangan nicu ada empat perawat yang bergantian menjaga the babies.
Setelah, memastikan anak buahnya sudah berdiri didepan ruang nicu. Barulah Alfonso masuk menemani Leticia diruang rawat.
Ceklek..,
Alfonso masuk ke dalam ruangan. Bibir Alfonso mengembang ketika melihat Leticia tidur dengan mulut terbuka.
''Dia sama sekali tidak berubah. Kalau tidur mulutnya selalu saja terbuka.'' gumam Alfonso. kemudian, Alfonso menarik kursi dan kembali duduk ditepi ranjang Alfonso menjaga Leticia sembari membuka laptop memeriksa laporan dari markas .
Sesekali Alfonso mengecup kening Leticia. lalu, kembali fokus dilaptopnya hingga mentari menyapa dunia. sinar mentari menerobos masuk melalui celah tirai jendela, Alfonso menatap keluar jendala sembari meluruskan otot otot tangannya .Alfonso berdiri dan meletakkan lagi laptopnya diatas meja.
"Hari ini kita kembali ke mansion orang orang tersayangku."gumam Alfonso.
Tangannya mengambil ponselnya yang diletakkan diatas nakas. Alfonso, mulai menghubungi Felisia.
"Mommy, enggak usah ke rumah sakit. hari ini Leticia dan anak anak sudah di ijinkan pulang." ucap Alfonso.
Selesai menghubungi Felisia. Alfonso meletakkan lagi ponselnya diatas nakas lalu kembali mengecup kening Leticia. " pagi sayangku." ucap Alfonso dengan tersenyum tangannya merapikan rambut Leticia yang menutup wajah sang istri.
Karena merasakan kecupan di keningnya, dengan perlahan Leticia membuka matanya, " Sudah pagi?" tanya Leticia yang berusaha menyibak selimut ditubuhnya. Namun, dengan cepat Alfonso menahan tangan Leticia.
"Mau apa sayang?" tanya Alfonso menatap dalam Leticia.
"Aku mau lihat anak anakku." jawab Leticia.
"Tetapi, kamu belum bisa berdiri.sebentar lagi perawat akan bawa anak anak ke sini untuk melakukan skin to skin lagi, hmm." jawab Alfonso.
__ADS_1
"Baiklah, mereka tidak rewelkan?" tanya Leticia menatap dalam bola mata Alfonso.
"Tidak, mereka tidak rewel setiap satu jam saya jenguk mereka disana." jelas Alfonso. lalu, mengecup kening Leticia.
" Ayo berbaring lagi yang benar." ujar Alfonso lagi.
"Baiklah, anak anak dibawa ke sini jam berapa?" tanya Leticia.
" Tadi kata perawat jam 7:00 pagi." jawab Alfonso. Tangannya membantu membaringkan Leticia diatas ranjang lagi Alfonso memastikan posisi kepala Leticia nyaman berada dibantal.
Setelah memastikan Leticia tidur dengan nyaman Alfonso mengambil air mineral untuk Leticia. " ini minum dulu." ucap Alfonso kemudian membantu menopang kepala Leticia. selesai memberi Letici minum air.
Alfonso kembali menarik kursi dan duduk ditepi ranjang Leticia.
''Hari ini kamu dan anak anak sudah di ijinkan pulang ke mansion.'' jelas Alfonso.
''Benar kah?'' jawab Leticia girang.
Leticia memang tidak suka berada dirumah sakit. karena itu, dari kemarin Alfonso berbicara dengan dokter agar perawatan luka operasi Leticia di mansion saja.
''Kamu sarapan dulu sayang setelah itu minum obat karena nanti perawat akan ke sini untuk melihat bekas lukanya.'' ujar Alfonso. tangannya sudah ada sarapan untuk menyuapi Leticia.
Leticia, hanya menurut karena tubuhnya sangat butuh asupan makan dan obat untuk lupusnya yang akhir akhir ini sering sekali kambuh.
Selesai menyuapi Leticia dan meminumkan obat untuk Leticia. Alfonso meletakkan kembali piringnya.
''Anak anak tidur dikamar kita saja aku enggak mau kalau mereka harus pisah kamar dengan kita.'' ucap Leticia.
''Dari dulu aku tidak pernah bilang kalau mereka tidur di kamar yang berpisah dengan kita.'' sergah Alfonso.
Leticia tersenyum.'' semalam aku ke ruang nicu saat aku berdiri di depan ruangan Alisha menangis.'' cerita Alfonso sembari tertawa mengingat lagi Alisha yang semalam tiba tiba menangis saat dirinya berdiri didepan ruangan.
''Alisha tau kalau daddynya datang.'' jawab Leticia.
''Hmm..,untung saja perawat datang dan mendiamkan dia.'' lanjut Alfonso lagi.
__ADS_1
''Terus, kakak kakaknya tidak ikut bangun?'' Leticia begitu penasaran dengan tingkah anak anaknya.
''Tidak, mereka sama sekali tidak terganggu.'' sambil menyisir rambut Leticia Alfonso terus menceritakan kelucuan anak anaknya.
''Alonzo, mirip sekali dengan kamu kalau tidur mulutnya terbuka.'' cerita Alfonso lagi, '' rambutnya kuncir kuda aja ya sayang.'' tanya Alfonso lagi.
''iya di kuncir kuda aja.'' jawab Leticia.
''Alonzo mirip aku karena dia anak cowok dan dia itu bayangan dari kamu sayang.'' balas Leticia.
Alfonso, hanya diam tangannya terus menguncir rambut Leticia. tanpa ia sadar air matanya jatuh dari sudut matanya.
''sayang!" panggil Leticia.
''Hmm..,'' Alfonso hanya berdehem,
''Kenapa diam?" tanya Leticia yang berusaha membalikan tubuhnya untuk menatap Alfonso.
''Alonzo akan menjadi sosok yang bisa diandalkan untuk ke tiga saudaranya.'' sahut Alfonso.
Kemudian, Alfonso memeluk Leticia dari belakang. dagunya menopang dipundak Leticia.
''Kamu, bisa berjanji pada saya? terus bersama saya kita bersama sama merawat anak anak hingga mereka tumbuh dewasa?'' bisik Alfonso ditelinga Leticia.
"Kalau, aku bisa minta aku sangat ingin bersama kalian untuk selamanya. Namun, apa dayaku sakitku sering kambuh. melahirkan mereka dengan keadaan selamat seperti ini, aku sudah bersyukur dan ini bonus dari Tuhan yang luar bisa untuk keluarga kita." lirihLeticia.
Saat keduanya sedang berbicara. perawat datang membawa keempat anak anak Leticia untuk melakukan skin to skin lagi.
Tok.., tok.., tok..,
Pintu ruangan diketuk, Alfonso melepaskan pelukannya.
"Anak anak sudah datang."ucap Alfonso. wajah sedihnya seketika berubah menjadi bahagia saat melihat perawat membawa anak anaknya masuk ke dalam ruangan Leticia.
__ADS_1