
''Nanti, aku boleh dong berkunjung ke rumah daddy dan mommy?'' sambung Leticia. bola matanya menatap bola mata Alfonso.
'' Enggak.'' jawab Alfonso. sambil menarik tubuh Leticia ke dalam dadanya.
'' lho, kenapa enggak boleh?"jawab Leticia sedih.
Alfonso tersenyum, tangannya terus mengelus kepala sang istri.
'' iya, enggak boleh karna nanti bukan kamu sendiri tapi kita berenam yang akan berkunjung ke mommy.'' jawab Alfonso menaikkan alis matanya. kepalanya sedikit menunduk lalu menye..,sap bibir Leticia.
'' sayang..,'' sahut Leticia manja.
'' kenapa, tadi, kamu mikirnya aku enggak bolehin kamu ke rumah mommy mu?bukannya, aku pernah bilang.waktu awal pertama kli mengantar kamu pulang ke rumahmu. nanti aku akan disini bersama kamu untuk selamanya.'' jelas Alfonso. dan menci..,um bolak balik pipi Leticia.
Leticia, tersipu malu. mengingat kembali masa itu. dimana, Alfonso menarik paksa tangannya masuk ke ruangan Walker. lalu nyaris memperkosa dirinya. setelah itu dengan tidak merasa bersalah Alfonso mengantar dirinya kembali pulang.
'' Ayo, sarapan kita pulang.mumpung aku belum cape.'' jawab Leticia sambil berusaha melepas diri dari pelukan Alfonsio.
'' iya, sekalian belanja bajumu dan aku tidak sabar membeli baju anak anak.'' jawab Alfonso lalu berdri tangannya diulurkan ke Leticia membantu Leticia berdiri.
'' tapi, kita belum tau jenis kelaminnya.'' jawab leticia menatap sang suami.
'' iya, yang aku baca digooogle beli yang warna yang bisa dipake cewe atau cowo. jadi, kita beli biru sama putih'' jelas Alfonso lagi.
Leticia, mengangguk.
''Ternyata suamiku biarpun mafia, tapi bisa jadi suami dan ayah yang baik.'' goda Leticia.
'' kalau aku enggak jadi mafia aku pasti enggak ketemu kamu.'' sahut Alfonso. sambil mengedipkan matanya.
letecia terkekeh saat mendengar ucapan Alfonso. sambil terus berjalan ke luar dari kamar.
Saat sampai depan pintu Mason dan Felisia juga sudah keluar didepan pintu Mason menggendong Willy.
'' Daadyy, mommy.'' sapa Alfonso dan leticia serentak.
"Iya, daddy dan mommy akan segera pulang karna daddy ada perkumpulan Lansia.'' ucap Mason.
'' Iya, nak karna daddymu salah satu nara sumber disana enggak boleh telat.'' sambung Felisia.
''Baik, kalau begitu.kami juga akan pulang.'' jawab Alfonso. sambil menggendong Willy.
''Iya, sayang. apa kamu lapar?'' tanya Alfonso kwatir istrinya lapar.
Letici, menggeleng.
'' Aku belum lapar. enggak apa apa kita pulang sekarang.'' jawab Leticia sambil tersenyum.
__ADS_1
Karna, mendapat persetujuan dari Alfonso kalau dirinya yang belum lapar.
Merekapun, masuk ke dalam lift turun ke lobby hotel. Glen dan yang lain sudah Alfonso tinggalkan pesan mengingat mereka masih tidur.
Liftpun sampai di lobby. Alfonso, Leticia, dan yang orangtuanyapun, segera keluar dari lift menuju mobil karna mereka sudah disiapkan security.
Alfonso, memberikan willy pada Felisia, sambil mendaratkan satu kecupan dipipi willy.
'' bye.., 'ucap Alfonso dan Letiicia pada Willy. begitupun Alfono dan Leticia tidak lupa bersalaman dengan Mason dan Felisia.
'' Daddy, mommy, hati hati dijalan.'' ucap Alfonso dan Leticia bersama sambil saling nautkan pipi mereka.
'' iya, nak. kalian hati hati. Cia, jaga cucu cucu mommy ya.'' jawab Mason dan felisia. tidak lupa felisia mengelus perut bunci sang putri.
''Siap.'' jawab Leticia sambil mengangkat tangannya memberi hormat dan tersenyum.
Selesai, berpamitan Alfonso meggandeng tangan Leticia berjalan ke arah mobil kemudian Alfonso membuka pintu mobil untuk Leticia.
Leticia masuk ke dalam mobil dan duduk, lalu Alfonso berjalan ke sisi kanan kemudian membuka pintu dan masuk ke dalam mobil. Alfonso memasangkan sabuk pengaman di leticia. setelah memasangkan sabuk pengaman Alfonso menginjak pedal gas mobil lalu melaju dengan kecepatan sedang.
Mobil, Alfonso dan Mason saling beriring iringan keluar dari area hotel menuju ke tujuan mereka masing masing. Alfonso dan Leticia ke arah salah satu Mall terkenal dikota madrid untuk belanja baju Leticia.
Mason dan Felisia berjalan ke arah rumah mereka.
***********
Setelah, pintu dibukakan, Alfonso menggandeng tangan leticia mereka segera masuk ke dalam mall. tempat yang mereka tuju pertama toko baju hamil dan pakaian dalam.
Alfonso, terus menggandeng tangan Leticia dan berjalan masuk ke dalam toko.
''Silahkan buk, pak.''sapa pegawai toko.
Alfonso dan Leticia masuk dan mulai mencari baju yang sesuai ukuran tubuh Leticia. Alfonso, juga tidak kalah antusiasnya mencari baju juga bra.
Saat, Leticia memilih baju hamil. mata Alfonso, melihat bra yang unik segera Alfonso berjalan kearah bagian Bra itu. dan, mengamati didepan bagian pu..,ting. ada buka dan tutupnya.dengan tidak risih Alfonso menanyai pada seorang SpG yang sejak tadi berdiri disamping Alfonso.
''Apa fungsi dari Bra ini?'' tanya Alfonso sambil membuka tutup Bra yang sementara ia pegang.
'' ini untuk menyusui.'' jawab pelayan toko sambil tersenyum.
'' ya uda ini aku beli 12 pcs. hanya warna pink dan putih saja. oya, ukuranya 36A.'' ucap Alfonso dengan santainya.
pelayan toko tersenyum. mereka tidak menduga wajah dingin seperti Alfonso. bisa membeli semua perlengkapan ibu hamil dan menyusui. dengan membawa semua permintaan Alfonso untuk dibungkus.
Lalu, Alfonso berjalan ke arah Leticia yang sibuk memilih baju hamil.tangannya melingkar dipinggang Leticia. yang, membuat Leticia kaget dan membalikkan wajahnya untuk melihat sang suami.
''Dari mana saja kamu?'' tanya Leticia yang bingung dengan sang suami tiba tiba menghilang dari sampingnya.
__ADS_1
''Ohh.., itu. tadi aku melihat ada Bra yang unik jadi aku membelinya.'' jelas Alfonso.
'' unik?'' tanya Leticia sambil mengerutkan dahinya.
Alfonso mengangguk sambil tersenyum.
'' Sudah selesai memilihnya atau aku bantu tentukan warnanya?''tanya Alfonso.
''Enggak usah ini uda cukup.'' jawab Leticia sambil menunjukkan 8 pcs baju ibu hamil.
'' ini, saja? sayang kamu hamilnya masih lima bulan lagi dan 8 pcs saja yang kamu beli? " tanya Alfonso yang bingung dengan istrinya.
Lalu, Alfonso memilih lagi beberapa baju dan memberikan pada pelayan toko.
'' ini lagi,'' ucap Alfonso. dan menyerahkan pilihan bajunya pada pelayan toko.
Terus, menggandeng tangan Leticia ke arah undewear dan memilihnya juga. Leticia hanya menurut, karna, melihat sang suami begitu antusias, setelah membeli kebutuhan ibu hamil. dan Alfonso melakukan pembayaran.
lalu, Alfonso dan Leticia berjalan keluar dari toko baju ibu hamil dan ke arah perlengkapan ibu dan bayi, dengan membawa beberapa paperbag ditangannya dan Leticia yang terus menggandeng lengan sang suami. dengan tersenyum dan bercerita mereka masuk ke toko perlengkapan ibu dan bayi.
''Silahkan buk, pak.'' ucap pelayan toko itu.
Alfonso berjalan ke arah tempat penitipan barang. setelah menitip kan paper bagnya Alfonso menyusul leticia yang sedang milih kaca mata lucu.
'' Aku akan membeli ini.'' ucap Leticia sambil menunjukkan kaca mata lucu untuk Alfonso.
'' iya, beli saja, mereka pasti akan terlihat keren seperti daddynya.'' jawab alfonsso yang belum memahami fungsinya.
Leticia, hanya tersenyum dan menggeleng.
Mata, Alfonso, yang melihat ada sepatu bayi yang lucu segera berjalan ke arah lorong sepatu bayi itu dan memilih empat pasang sepatu bayi dengan dominan warna biru. Leticia yang sudah memilih kaca mata bayi segera mendekat ke sang suami.
''Sayang aku membeli ini.'' ucap Alfonso dan menunjukkan sepatu sepatu lucu.
'' Apa, tidak berlebihan sayang, ini aku baru empat bulan.'' protes Leticia yang merasa sedikit berlebihan kalau mempersiapkan saat ini.
'' Tidak, sayang. biar kita tidak kerepotan saat sudah dekat lahirannya.''jawab Alfonso. sambil membawa keranjang belanjaan ke arah kaos kaki bayi memilih bebeapa pasang kaos kaki yang lucu lucu.
Leticia, hanya tersenyum dan mengekor dari belakang sang suami.
Alfonso berjalan ke arah mainan anak anak.
'' yang ini sayang, pasti akan terlihat hebat seperti daddynya kalau dia bermain pistol.'' ucap Alfonso sambil menunjukkan mainan pistol.
Leticia, mendekat dan mengmbil mainan pistol dari tangan Alfonso dan meletakkan lagi ditempat ang tadi.
'' kalau, yang ini tidak!'' ucap Leticia dengan tegas. sebagai titah tidak ada" bantahan dari sang suami.
__ADS_1