
Titian waktu terus berjalan. Tak terasa keluarga Mafia dan juga kita sudah berada di ujung tahun 2021. Ada suka dan duka, ada cerita di masa silam, semua nya tersusun dalam kata dan langkah manusia dengan kemanusiannya.
Banyak cerita di tahun 2021 yang mewarnai langkah hidup keluarga Mafia The Red Devil. Ada pait, manis, suka dan duka adalah harmoni kehidupan dengan alam dan napas sudah mereka lalui bersama.
Di tahun 2022 ini Alfonso berharap penyakit sang istri cepat pulih. Meski memang Alfonso sadar dia tidak bisa merubah takdir. sebab yang bisa merubah takdir hanya Sang empunya takdir. Namun, diawal tahun tidak salah jika dia berharap ada keajaiban.
Bunyi tiupan terompet dan dentuman petasan terdengar diseluruh dunia. Namun, berbeda dengan tradisi Spanyol. setiap orang diwajibkan memakan anggur yang belum di fermentasi berjumlah 12 butir satu persatu setiap detik sebelum waktu menunjukkan pukul 00:00. Karena, menurut kepercayaan orang Spanyol semua impian mereka akan terwujud di 12 bulan yang mendatang.
Menyadari dirinya hadir diacara tahun baru. Dengan cepat Reno bangun dari tempat tidur. sedikit terasa pusing dikepalanya. Namun, Reno tetap memaksakan diri untuk berkumpul dengan Alfonso dan teman temannya.
Kevin membalikkan tubuhnya menatap Reno dengan tatapan yang sulit diartikan. menyadari tatapan Kevin. Reno membalas dengan senyum. Namun, senyumnya diabaikan oleh Kevin.
Reno menarik kursi Ia duduk disebelah Walker. Rasanya Ia ingin saja meninggalkan acara ini. Namun, Reno juga ingin makan 12 buah anggur bersama sama. Waktu sudah menunjukkan pukul 23: 48, waktu tersisa 12 menit lagi.
Alfonso beserta keluarga besar THE RED DEVIL segera melakukan tradisi Spanyol. 12 anggur sudah berada di tangan mereka masing masing.
Alfonso, Leticia juga keempat anaknya mulai memakan Anggur satu persatu. harapan pertama yang Alfonso minta.
''Sembuhkan istriku.'' Alfonso mulai menelan anggurnya. di detik kedua Alfonso meminta lagi '' obat lupus yang bisa menyembuhkan Leticia.'' Anggur ketiga didetik ketiga Alfonso meminta. '' semoga anak anakku tumbuh menjadi anak yang membanggakan.'' anggur keempat didetik keempat harapan Alfonso. '' semoga saya sehat agar bisa menjaga istri dan keempat anakku.'' begitu juga seterusnya. Alfonso terus meminta untuk kesehatan Leticia dan kebaikan anak anaknya dan kekuatan bagi dirinya.
Begitu juga dengan para sahabat dan juga mertua Alfonso. Mereka masing masing memiliki harapan yang terbaik untuk 12 bulan mendatang.
Tepat sudah pukul 00:00 Anggur juga sudah selesai dimakan.Firework yang dinantikan seluruh warga Spanyol. Juga seluruh dunia sudah di nyalakan.
Alfonso merangkul Leticia juga keempatnya. Alfonso mengecup kening Leticia dan keempat anaknya bergantian.
''Selamat tahun, sayang. Sehat terus, maafkan aku jika selama ini pernah menyakiti kamu.'' bisik Alfonso ditelinga Leticia.
''Selamat Tahun Baru daddy tersayang.'' jawab Leticia balas mencium Alfonso.
Alfonso dan Leticia merangkul keempatnya. Lalu, mereka mulai mengecup kening Aleijo, Alicia, Alonzo dan Alisha berganti.
''Selamat Tahun Baru.'' ucap Alfonso dan Leticia serentak. kepada keempat anak mereka.
__ADS_1
Setelah memberi ucapan selamat kepada istri tercinta dan keempat anak tersayangnya. Alfonso dan Leticia beralih pada para sahabat dan mertuanya.
Mereka saling berpelukan mengucap selamat dengan harapan dan doa yang terbaik ditahun ini. Ditempat yang sama Kevin memeluk Nabila dengan menggendong Clarinda sedang menyalahkan kembang api.
Reno berjalan mendekati Kevin dan Nabila. Ia sudah berjanji untuk mengesampingkan ego dan gengsinya.
Bibirnya kaku untuk menyapa. Namun, Ia sudah berjanji untuk meminta maaf sekali lagi. Kalaupun Kevin tidak memaafkan dirinya setidaknya dia sudah berusaha.
''Selamat Tahun Baru Kevin.'' ucap Reno dengan mengulurkan tangannya.
Melihat Kevin tersenyum Reno merasa lega. '' Selamat Tahun Baru juga Reno.'' balas Kevin. mereka bersalaman dengan senyum yang tulus tanpa ada amarah dan dendam.
Namun, berbeda dengan Nabila. Dia masih ragu untuk bersalaman dengan Reno, Melihat Nabila yang enggan menyapa Reno, Kevin menyikut lembut lengan Nabila.
''Sayang.'' ucap Kevin.
''Ahh... iya.'' jawab Nabila tersenyum. kemudian, Nabila mengulurkan tangannya pada Reno.
''Nab, Selamat Tahun Baru. Ya,'' ucap Reno. sorot mata penyesalan terlihat jelas di mata Reno.
'' Selamat Tahun Baru, juga.'' jawab Nabila menunduk. tangannya menggandeng erat lengan Kevin.
Kevin tersenyum. " sudah ini sudah Tahun Baru. tidak ada lagi yang di maafkan. mari kita menata hidup kita yang jauh lebih baik dari tahun sebelumnya. tinggalkan rasa kecewa, sakit dan dendam di tahun yang lama." ucap Kevin bijak.
Mata Reno berkaca kaca dia tidak menyangka Kevin sebijak itu.
"Terima kasih Vin. Saya, janji saya akan pergi jauh dari kehidupan kalian." sambung Reno dengan suara getar.
"Sama sama. Tidak perlu sampai segitunya. kenapa harus pergi jauh dari sini. ini tempat kelahiran kita." Dengan nada candaa Kevin membalas ucapan Reno.
Kevin mengambil Tangan Clarinda untuk menyentuh tangan Reno." yakin? tidak ingin menggendong dia?" tanya Kevin lagi.
Nabila sudah bercucuran air mata dia tidak percaya dengan sikap Kevin, Karena sebelum datang ke Spanyol Kevin mengatakan pada dirinya.
"Dia boleh menyentuh Clarinda karena gemas bukan sebagai anak biologis."
Reno bergeming matanya menatap lekat putri kecilnya. Tanpa Ia sadari butiran kristalnya jatuh dari sudut netranya.
__ADS_1
" Kalau di ijinkan saya ingin sekali. Namun, jika Nabila tidak mengijinkan saya tidak akan memaksa. saya cukup tau diri dengan semua perbuatan yang saya lakukan di masa lalu." sesal Reno.
"Sayang? boleh kan?" tanya Kevin. Karena bagaimanapun Nabila ibu dari Clarinda. mendapat ijin dari Nabila itu yang utama.
Nabila mengangguk. Kevin tersenyum merasa lega keputusan mereka di kamar sebelum berkumpul di sini di tepati Nabila.
Sayang bagiamana kalau Reno meminta maaf sebaiknya kita maafkan saja. tidak baik hidup dengan dendam . lagian sekarang sudah masuk tahun baru untuk apa lagi kita terus terusan dendam . Semua orang pernah melakukan kesalahan. Namun, beda takarannya.
Dengan gemataran Reno menggendong Clarinda. kontak batin ayah dan anak benar ada nya Clarinda sama sekali tidak menangis. Mata nya terus menatap mata Reno. Namun, Clarinda sama sekali tidak tersenyum.
"Sayang maafkan...." ucap Reno, tanpa melanjutkan dia masih butuh ijin dari Nabila.
Namun, sudah disambung oleh Kevin. "Maafkan Paman ya sayang. Paman tadi bikin keributan." jawab Kevin.
Reno tertawa renyah." ya, maafkan Paman." sambung Reno. hidungnya menyentuh ujung kepala Clarinda. hatinya benar benar sakit. Putrinya hanya bisa mengenalnya sebatas Paman.Walaupun begitu Reno bersyukur setidaknya dia sudah mendapat maaf dari Kevin dan Nabila.
Semua sahabatnya menyambut dengan tepuk tangan. Leticia lega melihat semua berdamai.
"Ayo, kita saling mendukung satu sama lain.kita berjalan bersama di tahun ini jangan ada perselisihan diantara kita lagi." ucap Alfonso.
Semua mengambil Anggur yang sudah terisi di cangkir diangkatnya ke atas bersama. Alfonso, Leticia juga ikut mengambil bagian. Walaupun tidak minum, Namun, sebagai simbol saja.
"untuk persatuan Family Red Devil." ucap Alfonso.
"Say cheers"
Selesai bersulam. Alfonso berpamitan kepada sahabat sahabatnya untuk istirahat karena Leticia dan anak anaknya juga sudah mengantuk.
"Kalian, lanjut saja. saya dan Cia juga anak anak istirahat lebih dulu." pamit Alfonso.
"Siap, Boss. tenang biar kami saja yang lanjut sampai pagi." teriak Gareth.
Begitu juga dengan Kevin dan Nabila. Mereka, juga pamit untuk istirahat mengingat Nabila tengah hamil.disusul oleh Karla, bersama Fidel. Stefani dan Belinda. juga Felisa dan Willy. sedangkan para Pria masih melanjutkan minum hingga pagi menjemput.
*******
__ADS_1
Hai, mafia sy lagi revisi ya. tidak ubah isi hanya perbaiki tulisan. ini contoh di bab 62 ya. doain semoga sy terus revisi sampai selesai pengen tinggalin Mafia yg tulisannyan lebih baik lagi