
Di mansion Alfonso dan Leticia sibuk bermain dengan keempat anak nya.
Felisia dan Mason juga sudah berada di Mansion. Di dapur para koki dan pelayan juga sedang sibuk masak untuk acara akhir tahun bersama.
''Kamu sudah undang semuanya? '' tanya Leticia.
''Sudah, hanya saja sekarang saya merasa tidak enak dengan Kevin. Karena, nanti Reno juga hadir.'' jawab Alfonso.
''Nanti, saya yang awasi Reno. kalau dia macam macam saya yang hajar dia.'' jawab Leticia dengan nada ancaman.
Aleijo yang sedang asyik bermain mendorong kareta di depan Leticia balik menatap Leticia.
''Mommy, enggak boyeh bicala begitu.'' protes Aleijo.
Aleijo, memang tidak suka kalau bicara kekerasaan di depannya. Mendengar ucapan Aleijo, Alfonso menahan tawanya membuat Leticia mencebik pada Alfonso.
''Iya, sayang. maafin mommy.'' jawab Leticia.
Saat sedang bercerita dengan Alfonso. Stefani, Glen dan Belinda pun datang.
Stefani selalu berteriak dengan suara cemprengnya.
''Hallo... ada orang enggak.'' teriak Stefani.
Tanganya membawa barang bawaan Belinda. sedangkan Glen yang menggendong Belinda.
''Adek Belinda! '' Teriak Alonzo berlari keluar menyambut kedatangan Belinda.
''Paman, ayo. turuni Adek Belinda.'' ucap Alonzo tidak sabaran tangannya menarik narik kaos Glen.
''Iya Adek tidur di tempat tidur Alonzo ya. karena Ade belum bisa merangkak dan berjalan seperti kakak Alonzo.'' jelas Glen sembari berjongkok untuk menatap putra Alfonso itu.
__ADS_1
''Iya, Ade Belinda boleh tidul di tempat tidul Alonzo, yuk.'' ajak Alonzo sembari menarik tangan Glen, bergabung bersama kedua orang tua nya dan ketiga saudara nya yang sedang bermain di ruangan bermain.
Stefani, Glen yang menggendong Belinda mereka hanya mengikuti langkah Alonzo. dari belakang.
Saat Glen baru menyebulkan kepalanya masuk ke kamar bermain, ketiga anak Alfonso berlari menyambut Belinda.
''Holeee... Adek Belinda datang.'' Teriak ke tiga anak itu bersamaan.
''Jangan belisik! Adek Belinda mau tidul. dia belum bisa bellali.'' ucap Alonzo berlagak seperti Alfonso yang tegas.
Leticia dan Stefani saling menatap mereka menahan tawa dengan sikap Alonzo yang pemimpin seperti daddynya.
Glen menatap Alfonso sembari menaik turuk kan alisnya.
''Udah, mirip kamu bangat.'' celetuk Glen pada Alfonso.
Alfonso hanya menggelengkan kepalanya. Glen membaringkan Belinda di atas ranjang sesuai titah Alonzo.
''Cia, kamu sudah dapat kabar dari Karla dan Nabila? mereka jam berapa tiba disini?" tanya Stefani. sembari mendudukkan tubuhnya diatas sofa.
''Kata, Alfonso mereka sejam lagi tiba.'' jawab Leticia. '' benarkan, Daddy?" sambung Leticia lagi.
''Iya, sejam lagi tiba.'' jawab Alfonso. sembari mengawasi anak anaknya yang sedang bermain dengan Belinda di atas tempat tidur.
''Para wanita memang tidak bisa sabaram.'' sambung Alfonso pada Glen.
''Benar, Stefani dari semalam rame aja. dia penasaran dengan anak Nabila.'' jelas Glen.
'' Leticia pun begitu dari semalam tanya terus.'' sambung Alfonso lagi.
''Bagaimana Reno juga datang?" tanya Glen.
__ADS_1
Alfonso menarik napas panjang. '' hmmm... saya juga kwatir dengan Kevin.'' jawab Alfonso.
'' Semoga saja dia sudah bisa mengendalikan emosinya, ya.'' harap Glen.
Ya Glen kwatir pada Kevin. yang tidak bisa menahan emosi nya ketika bertemu Reno.
******
Karla, Steward dan Fidel sudah landing di Airport Spanyol. Begitu juga dengan Kevin sudah landing juga di Airport Spanyol.
Andre dan Gareth yang sudah menunggu di Airport. Tidak sabaran ingin bertemu sahabat sahabat mereka.
''Ndre, kamu bersama Karla dan keluarganya. Aku dengan Kevin dan keluarga nya.'' ujar Gareth.
Baru saja Andre ingin menjawab omongan Garet. Kevin sudah melambaikan tangan kepada mereka
''Reth!" panggil Kevin dengan wajah tersenyum.
Nabila terus menggandeng tangan Kevin. Mereka bertiga berjalan ke arah Gareth yang sedang berdiri bersama Andre.
''Nah, Kevin sudah datang.'' ucap Andre.
''Iya, Kevin hot dady bangat ya.'' tutur Gareth.
''Iya, lihat saja dia gendong anaknya. Tangan yang satu nya lagi dipegang erat oleh istrinya.'' celetuk Andre.
''Hahaha... Sepertinya dia sudah melupakan suasana di club.'' sambung Gareth.
Kebiasan mulut Gareth kalau sudah bicara lupa kontrol.
"Sudah, Jangan remes mereka sudah datang." tegur Andre pada Gareth.
__ADS_1