
''Orang orang terbaik kita sayang.'' jawab Alfonso.menatap wajah sang istri yang terlihat cemas.
''Sudah, enggak usah cemas lagian kalau musuh, mereka enggak mungkin lolos masuk ke dalam Mansion.'' jelas Alfonso lagi. akhirnya Leticia bernapas lega. Dia, baru menyadari kalau diluar banyak anak buah yang berjaga didepan dengan menyamar berbagai profesi.
Glen, juga menghela napas lega. setelah mendengar perintah Alfonso.
Steward, Gareth saling menatap dan tersenyum.
''Ahh.., aku pikir bakal melatih otot lagi.'' sahut Kevin.
''Sama, kaki ku juga uda gatal.'' sahut Karla. yang mendapat tatapan tajam dari Felisia.
''Karla!" teriak Leticia dan Felisia.
''Kamu, mau buat mommy stop jantung.'' sambung Felisia yang masih ketakutan dengan tragedi kemarin.
""Hehehe.., mom!" sambung Karla menunjukkan deretan giginya.
''Tidak akan terjadi lagi, yag bikin rusuh semua sudah dikandangkan. nanti saya sembuh baru kita bereskan mereka.'' sambung Alfonso. dengan tersenyum kepalanya terus digelengkan.
Akhirnya, ketiga pria itu melangkah masuk ke halaman belakang dimana sedang di adakan barbique party.
''Ahhh.., kalian kita pikir musuh yang datang menyerangnya.'' ucap Gareth saat melihat mereka masuk ke halaman belakang.
''Sembarangan saja kalau ngomong.'' jawab Walker. yang tidak, terima dibilang musuh.
''Iya, kami musuh yang datang untuk menghabiskan masakan disini.'' seloroh Polieveera.
Reno hanya Diam. matanya mencari sosok yang kemarin chatt dirinya mengatakan sesuatu yang sangat menakutkan.
Hatinya, lega saat orang yang dicari sedang sibuk bercerita dengan sahabatnya.
Poliveera, mendekat ke arah Alfonso disambut Alfonso dengan berdiri dari kursi. untuk menyambut pelukan hangat dari sahabat sahabatnya.
'Al, maafin saya. saya, benar benar tidak menyadari kalau ada musuh masuk ke halaman belakang.'' ucap Polievera. tangannya memeluk sahabatnya itu.
''Sudah, ini sudah takdir. kita tidak bisa mengaturnya.'' jawab Alfonso semakin bijak.
''Cepat, sembuh. supaya bantu saya kelolah perusahaan.'' ucap Walker dengan candaan.
''Ada lu, buat apa saya ke kantor.'' seloroh Alfonso. kemudian tertawa.
''Lu, pimpinannya.'' jawab Walker. kemudian tertawa bersama.
""Kalau, bos kan bebas!" balas Alfonso. sembari mengedipkan matanya.
""His.., dasar mafia gila!" umpat Walker.
Reno, juga menghampiri Alfonso dan memberi selamat.'' Pak, semoga lekas sembuh.'' ucap Reno.
''Terima kasih, Ren.''' jawab Alfonso.
''Sama sama pak.'' jawab Ren yang sangat formal. bagi Reno Leticia dan Alfonso tetap atasan dia.
__ADS_1
''Ayo, makan dulu keburu dingin, nanti enggak enak.'' ucap Felisia, semua menurut karna bagi mereka Felisia sudah seperti ibu mereka semua.
Leticia, yang tau Alfonso sangat menyukai daging. segera mengambil steak yang terletak didepan mereka, kemudian memotongnya dengan pisau kecil.
''Bisa, sayang?" tanya Alfonso. sedikit menundukkan kepalanya.
''Iya, bisa,'' jawab Leticia. sambil terus memotong steak dengan pisau kecil yang disediakan diatas meja.
''aaa.., enak?" ucap Leticia lalu menyuapkan potongan steak ke mulut Alfonso.
''Enak, bangat sayang. ternyata mereka selain bisa membunuh mereka juga bisa jadi chef.'' sambung Alfonso.
Kemudian, Alfonso dan Leticia saling suap hingga potongan steaknya habis.
Glen, juga tidak mau kalah.walaupun Fani yang masih malu dan belum terbiasa diperlakukan mesra didepan teman teman mereka. dengan malu malu menerima suapan seafod dari tangan Glen
''Enak,hmm?" tanya Glen sembari menatap sang istri yang sedang menikmati lobster bakarnya.
''Hmmm.., enak bangat lobsternya tidak terlalu gede jadi manisnya pas.'' jawab Stefani.
''Siapa dulu dong yang milih lobsternya.'' jawab Glen sembari menautkan ke dua alisnya. Fani hanya memutar mata malasnya.
Karla, terus makan. sesekali, menerima suapan dari tangan Steward,
''Ini, makan sayurnya sayang. bagus buat baby kita.'' ucap Stewards. sembari menyuapkan sayur hijau ke mulut Karla.
Kemudian Stewards mengambil satu tusuk udang. matanya melihat ada saos buatan Felisia.
Dengan, cepat Karla mengambil saos buatan Felisia dan memberikan pada Steward.
Steward, segera mencocolkan udangnya ke dalam saosnya. kemudian Steward mulai menggigit udangnya. steward benar benar menikmati saos buatan sang mertua.
''Saosnya dipadu dengan udang bakar pas bangat.manisnya pas pedasnya juga pas.perfect!" ungkap Steward. dengan mata yang masih tertutup Steward mengangkat jempolnya ke atas.
Semua, yang mendengar ucapan segera mencoba saos yang dibuat oleh Felisia dan semua memberi pujian.
Mason, menyikut Felisia dengan sikunya.
''Mom! daddy, juga mau disuapin seperti anak anak muda itu.'' bisik Mason.ditelinga Felisia yang sedang makan jagungnya.
''Daddy! malu, ahh sama umur masa kita sudah lewat, ingat bentar lagi kita sudah mau nimang cucu masih aja bertingkah.''jawab Felisia.
Semua, yang mendengar ucapan Felisia tertawa.
''Enggak, apa mommy. justru, itu lebih bagus untuk menambah ke harmonisan rumah tangga biar makin awet.'' seloroh Gareth. dengan masa bodohnya.
Andre, hanya menggelengkan kepalanya. saat mendengar ucapan Gareth.
''Ahh.., Lu Reth! seperti uda pengalaman saja. laku aja belum belagak nasihati orangtua.'' balas Andre.
Semua, yang sedang makan akhirnya tertawa. begitupun Polieveera yang sedang menikmati makanannya akhirnya bersuara juga.
''Aku, enggak ikut komen.karna, sadar diri masih belum laku.'' seloroh Polieevera.
__ADS_1
''Makanya, tancap gas, rem mulu kapan gasnya.'' sahut Stewards.
''Tau!mereka masih betah bersolo karier.'' sahut Glen.
Semua, tertawa Kevin mendengus kesal akhirnya dia kena getahnya juga.
''Itu, mommy dengarin apa kata anak anak.'' ujar Mason. agar sang istri mau mendengarkannya.
Akhirnya, karna terus didesak Felisia mengikuti perkataan anak anaknya. kemudian mengambil satu tusuk daging dan menyuapkan ke mulut Mason.
''Nah, gini dong mommy, biar kita enggak kalah mesra dengan anak anak muda.'' ucap Mason. sembari terus mengunyah dagingnya.
''Daddy, malu ahh!" jawab Felisia dengan wajah merona.
Semua, kembali menikmati Barbique. para pria mulai menikmati Wine mereka kecuali Alfonso.
Beda, dengan Nabila yang sejak tadi hanya makan sepotong jagung terus sudah menghentikan makannya.
Terlihat wajahnya begitu cemas. Pria, tampan yang duduk disebelah Walker juga tampak begitu cemas.
Nabila, mulai merasa pusing, akhirnya berjalan ke arah dapur menuju Toilet, begitu juga Reno yang pamit ke dapur mengikuti langkah Nabila.
Reno, berdiri didepan toilet dimana Nabila sedang berada didalam.
''Nad!" dengan lembut dan penuh kwatir Reno memanggil nama Nabila.
Tapi, yang dipanggil tidak menjawab. hanya terdengar suara sesunggukan didalam kamar mandi.
''Kamu, kenapa Nad!" tanya Reno lagi. Namun, lagi lagi tidak dijawab oleh Nabila.
Kevin, yang penasaran mengikuti langkah Reno dan menguping dari balik dinding ruangan dapur.
Kemudia, karn tidak ingin dikethui Reno. Kevin memilih balik ke halaman belakang.
Gareth, yang melihat Kevin, yang begitu kesal menahn tawanya.
''Tadi, aku bilang apa. jangan baperan entar kecewa.'' bisik Gareth ditelinga Kevin.
Kevin hanya diam dan menatap tajam Gareth.
''Bisa diam, enggak!" jawab Kevin kesal.
Gareth terus tertawa masa bodoh dengan ancaman Kevin.
Akhirnya, acara makan makan selesai. Jam juga sudah menunjukkan pukul lima sore. Alfonso, dan Leticia yang sudah sangat cape begitu juga para Wanita.merek pamit untuk beristirahat lebih dulu.
Para wanita berjalan masuk ke dalam Mansion. begitu juga Alfonso yang butuh istirahat. pamit lebih dulu ke kamar.
''Kalian, lanjut saja..Aku dan Cia istirahat lebih dulu.'' ucap Alfonso. kemudian membantu sang istri untuk berdiri dari duduknya.
''Pelan dan hati hati.'' ucap Alfonso saat membantu sang istri berdiri.
Kemudian, Alfonso dan Leticia masuk ke kamar mereka untuk istirahat. begitu juga dengan Karla, Stefani Nabila dan Felisia juga Wily.
__ADS_1