SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
tewasnya sergio


__ADS_3

Karna target Alfonso hari ini Sergio harus tewas.mengingat kerjaan Alfonso di Spanyol sedang menunggu. ada rindu yang menanti.


Entah, rindu akan berakhir dengan cinta.atau rindu berakhir dengan benci.masih menjadi sebuah misteri.yang tentunya Alfonso sendiri belum bisa menebak.


******


Poliveera , mengikuti Alfonso disusul Gareth, Steward, dan Andre.


bagi mereka berdebat itu hal biasa.selesai bahas ya sudah selesai.


kembali bersahabat. itu prinsip mereka.tidak ada dendam ato sakit hati diantara mereka.


Saat hendak menarik gagang pintu. Alfonso mendengar, ada suara debat diruangan terdengar sangat jelas.


karna penasaran Alfonso, memilih menguping dan perlahan pintu ditutup kembali dan mendengar apa yang mereka bahas.


"Ternyata, benar . selama ini yang dibilang Ethan kalo Istri dari Sergio itu mantan dari Mason.ribet amat hidupnya." batin Alfonso.


Menggelengkan kepala, berusaha tenang toh itu bukan menyangkut keluarganya.ato dirinya.


kembali membuka pintu perlahan .dan masuk agar mereka yang didalam tidak mendengar.


"Wow..., sepertinya ada hal penting .yang sedang dibahas ke tiga tawanan kita ini." ucap Alfonso.


Mendengar suara Alfonso. Sergio sangat geram terlihat jelas dibola mata coklat milik Sergio tersimpan dendam disana.


Blake memilih diam. ya selama menjadi tahanan. Blake, lebih banyak diam. karna masih menyesali keputusana bodohnya menolong Sergio.


Poleevera yang melihat wajah Sergio merasa sangat lucu. dan tawa yang ditahan didalam mulutnya akhirnya dikeluarkan.


Hahahaha....,


Tawa Poliveera.


"Al. apa kamu tahu?orang yamg memboikot ayahmu diberhentikan dari Agen CIA ya dia orangnya.si kepar*t ini." Ucap Pol. sambil menunjukkan jarinya ke arah Blake.


Alfonso, semakin tersulut emosi. saat mendengar ucapan Pol.


Poliveera .memang memiliki, dendam khusus ke Blake. karna Blake sering menggagalkan kiriman barangnya yang dipasok ke negara California.


Berjalan, mendekati Blake .dan menampar Blake.


*Plakkk...,


Bunyi tamparan terdengar sangat kencang.


"Shiif." Maki Blake*.


Belum hilangnya sakit tamparan dari Pol. kini cambukan sabuk berduri menyapa tubuh kekarnya.


Blake menggeliat kesakitan, disambut tawa hinaan dari lawan.sungguh menyedihkan dirinya.


Menggerutuki, dirinya saat ini .sudah tak lagi berguna.menyerah dengan keadaan dan berpasrah pada waktu itu pilihan terpaksa.


Alfonso, yang termakan hasutan Pol.semakin tidak terkontrol, cambukan demi cambukan menyapa tubuh kekar Blake.


Setelah puas mencambuk. Alfonso berjalan ke arah nakas dimana yang sudah disediakan oleh Gareth. diambilnya jarum suntik berukuran kecil yang terlihat sedikit berkarat. entah sudah berapa kali digunakan tanpa melakukan tindakan steril.


Kembali berjalan mendekati ketiga tawanannya.sang tawanan melihat. mereka masing -masing , memohon kalo bukan dirinya yang akan disuntik.


kembali pada nasib siapa yang lebih baik dia selamat dari suntikan ini.


Blake, masih menjerit kesakitan. dan menatap tajam Pol.


"Bangs*t kalo bukan karna hasutan dirimu. aku tidak menerima cambukan sialan ini." batin Blake dan terus menatap tajam Pol.


Alfonso, melihat ke arah Karla. sambil memegang jarum suntiknya.Karla yang melihat langkah Alfonso mendekati dirinya. mulai merasa ketakutan.


Sergio yang sejak tadi hanya diam akhirnya memaki Alfonso.


"Jangan , melakukan Hal bodoh terhadap putriku. sedikit saja kamu menyentuhnya, akan aku pastikan kamu berada dalam masalah yang besar."ancam Sergio.


Mendengar ancaman Sergio, Alfonso seperti mendapat ide baru.


disimpan lagii Jarum suntiknya. Alfonso berjalan dengan penuh menggoda ke arah Karla.


Tangan Alfonso. mulai meramas dua gundukan Karla, sesekali put*ngnya ditarik memanjang ke depan membuat Karla menggeliat.

__ADS_1


terkadang, Alfonso menggigit.sambil melihat ke arah Sergio dan mengedipkan matanya.


Sergio, yang melihat perlakuan Alfonso. yang sudah tidak layak dimaafkan terhadap sang Putri berusaha melepaskan diri dari ikatan rantai.


"Bangs*t kamu, aku bilang hentikan perlakuan bej*tmu."ucap sergio.


Mendengar makian Sergio, Alfonso menghentikan aksinya. sempat membuat Karla kesal karna Karla sudah menikmatinya.


"Pol, kamu yang lanjutkan. hari ini puaskan dirimu. setelah itu, berikan sekali ke si bajin*an itu. biar dia ikut merasakan,nikmatnya tubuh putri dari temannya. sebelum dirinya dimakan buaya lapar." perintah Alfonso.


Mendengar ucapan Alfonso. Pol segera melepaskan celananya. dan berjalan mendekati Karla. gareth, Andre, dan Stewar yang melihat semangat Pol. merasa geli dan tertawa.


"Lihat Pol, bersemangat sekali seperti anak kecil yang senang mendapat hadiah ulang tahun."Ledek Andre.


Ledekan, Andre . berhasil membuat semua tertawa. kecuali Sergio yang sangat emosi.


"Al, ikatan rantai ini dilepaskan sebentar kecuali rantai dilehernya.dan Pelac*r ini diturunkan dulu dari kursi agar aku bisa bebas menikmati tubuh **** nya."ucap Pol.


"Lakukan saja. lagian si bodoh itu tidak akan kabur. karna semua akses dijaga ketat.kecuali kalo dia mau mati sia sia."jawab Alfonso.


mendapat ijin dari Alfonso, dengan bersemangat Pol melepaskan ikatan rantai Karla dan menurunkan Karla dari kursi siksaan.kecuali sesuai janji Pol, rantai dileher Karla dibiarkan agar mereka bisa menarik Karla seperti seekor hewan yang akan menuruti perintah oleh tuannya.


Pol, memerintakan Karla. agar menghis*p miliknya, Karla yang sudah terbiasa melakukan itu dengam sigap mengambil dan memasukkan kedakam mulutnya. mulai memaju mundurkan mulutnya mengikuti irama gerakan badan Pol.


Sergio yang melihat Putrinya seperti orang yang haus akan hal bodoh itu. mengutuk dirinya sendiri.


"Ayah macam apa diriku ini, sehingga tidak bisa melakukan apapun saat melihat sang anak diperlakukam layaknya seorang jala*gan. tidak berguna ayah brengs*k." ucap Sergio dan tanpa disadari air matanya sudah membasahi pipinya.


Karla, tidak memperdulikan ucapan sang Ayah.karn Karla, juga sudah menikmatinya bahkan sekarang suara ******* keluar dari mulut **** Karla.meembuat Blake menelan kasar Salivanya.


Sergio, sudah tidak sanggup melihat sang Putri lagi.menunduk malu dan menyesal tapi semua sudah terjadi.semua ini akibat perbuatan dirinya.


Alfonso yang seja tadi diam dan menyaksikan aksi Pol dan Karla berjalan mendekati Sergio.


"Bagaimana? sakit. marah ? atau?. kenapa tidak bisa menjawab?rasakan dan saksikan semuanya. perlakuan ini masih lebih baik dari perlakuan dirimu terhadap bunda ku." ucap Alfonso.


*Palkkk...


satu cambukan melayang ke tubuh Sergio*.


"Ka---m." ucap Sergio.


"Kenapa? aku kenapa? aku bajin*an? ya aku bajin*an. karna bajin*an didepanku ini yang mengajarkan aku menjadi lebih bajin*an dari dirinya, sejak aku berusia 6 tahun."ucap Alfonso.


"jadi, apa aku salah mempraktekkan semua kelakuanmu yang dulu pada Putrimu?"ucap Alfonso lagi.


Didepan Sergio, Rantai dileher karla ditarik ke belakang, memaksa leher Karla melihat keatas. dan berjalan menggunaka kedua tangan ,dan kedua lutut layaknya seekor anj*ng.


Setelah, memastikan Karla. sudah seperti Seekor hewan. Pol mulai menghentakan secara kasar miliknya ke dalam milik karla. hentakan demi hentakan, dihujamkan ke milik Karla secara kasar.


Sesekali Karla menjerit Karna sakit namun kembali mendesah.membuat Pol hanya menggeleng heran.


Setelah puas dan memastikan cairan vanilanya sudah masuk ke dalam rahim milik Karla. Pol segera mencabut dan memaksa Karla membersihkan dengan mulutnya hingga bersih. Karla hanya menurut karna masih dikuasai nafsunya.


Setelah memastika bersih Pol kembali memake celananya.dan giliran si Blake.


Alfonso yang sengaja melepaskan ikatan rantainya, membiarkan Blake menikmati tubuh Karla sebelum dirinya tewas.


Blake yang bersemangat segera mendekati Karla. memeberi isyarat Karla unguk menghisap miliknya.Karla menurut dan dengan lihai menghisap milik Blake.dan membuat Blake berkali kali memuntahkan lahar vanilanya kemulut Karla dan semua ditelan tanpa sisa.


Karla yang sudah mengerti segera berjongkok dan Blake menancapkan miliknya ke tubuh Karla dengan satu hentak kasar semua masuk kedalam.


Blake, memainkan ritme cepat dan sempat membuat Karla kewalahan menahan hujaman Blake.


*******, dan jeritan Karla membuat Blake menggila.


Sergio, yang melihat itu mengutuk perbuatan Blake.


"Brengs*k kamu Blake, kamu tidak jauh beda dengan ke lima bajingan didepan aku ini." ucap Sergio


Setelah, laharnya sudah dimuntahkan ke rahimm karla. Blake , mancabut dan membiarkan Karla tergeletak dengan bug*l dilantai dengan merentangkan kedua tangan dan kaki melebar Karla tertidur pulas tanpa menghiraukan tubuhnya bug*l atau tidak.


Sergio menangis dan menatap tajam Blake. melihat tatapan tajam Sergio Blake tersenyum sinis.


" Bagaimana? kita bermain main lagi ? oya , aku lupa waktu bermainmu sudah habis sejak lama. sekarang, saatnya aku yang bermain main."ucap Alfonso. sambil memutar mutar sabuk berdurinya didepan wajah Sergio.


Sergio, menatap tajam Alfonso. dan sama sekali tidak takut dengan rantai durinya yang diputar Alfonso.

__ADS_1


"Bermain main lah dengan aku. tapi , bisa kah kamu berikan baju untuk putriku." Jawab sergio.


"Ng, aku ng mau kasih. lagian bukannya lebih bagus Putrimu bugil seperti itu?" jawab Alfonso sambil terus melangkah mendekati Sergio.


"Bajin*an kamu!" teriak Sergio. dengan wajah yang sangat menakutkan. kalo saja ada senjata didepannya dan tidak di rantai nyawa Alfonso menjadi taruhannya.


Tapi...,


Teriakaan,Sergio sama sekali tidak dihiraukan Alfonso.bahkan Alfonso terus memancing amarah Sergio.


"Bajing*n teriak bajing*n, dasar bodoh.! kenapa minta anakmu aku lepaskan.kamu lupa, dulu berapa puluh kali aku bersujud dikakimu dan memohon melepaskan bunda ku? perlakuan aku terhadap putrimu masih lebih baik daripada perlakukan kamu bangs*t terhadap bundaku." ucap Alfonso


*Plakkk...,


satu pukulan rantai melayang ditubuh Sergio*.


Auhh..auh....


Teriak Sergio.


"Kenapa? kamu tidak terima dengan perlakuan aku terhadap bundamu? karna ayahmu sok pahlawan. makanya ibumu aku jadikan sasaran amarah ku ." teriak Sergo disela sela pukulan Rantai dari Alfonso.


Mendengar , hinaan Sergio. Alfonso menggila dan hilang akal sehatnya. diambilnya cairan asam klorida senyawa tinggi. disiram ke wajah Sergio.


Sergio menjerit karna panasnya siraman cairan HCL tadi.


"Tutup mulut kotormu bangs*t sudah cukup! jangan menyebut nama ayah dan bundaku dengam mulut kotormu itu." teriak Alfonso.


Merasa belum puas, Alfonso mengambil jarum suntiknya. dan kembali menyuntikan ke tubuh Sergio.


Sergio ,menggeliat. karna suntikan virusnya sangat menyakitkan.


Mendengar suara teriakan sang Ayah. Karla bangun dari tidur lelahnya. perlahan melangkah mendekati sang ayah. yang sudah tidak berdaya Karla histeris.


Sergio yangmelihat Karla berjalan mendekati dirinya. Sergio meminta maaf.


"Maafkan, daddy sayang. kamu harus berjanji, pada daddy kalo kamu akan baik baik saja. dan ingat, kamu harus jaga mommy dan Rico demi daddy." ucap Sergio


Karla, yang mendengar ucapan sang ayah. hanya mengangguk dan memohon ayahnya tidak boleh meninggalkan dirinya dan sang mommy juga adiknya Rico.


Wajah Sergio, sudah rusak terbakar. tubuhnya yang terkena suntikan racun, membuat ototnya melemah. melihat itu, Alfonso tidak mau kehilangan moment.segera mengambil pistolnya, dan berjalan ke arah Sergio melepaskan tembakan tepat dijantung Sergio.


Dorr...,


Auhh...


Teriak Sergio dan jatuh tergeletak ditempat. Karla yang menyaksikan sang ayah tewas didepannya histeris. memaki Alfonso dan bersumpah akan membalaskan dendamnya suatu saat nanti.


"Daddy..., jangan pergi. jangam tinggalkan aku , mommy dan Rico." ucap Karla ditengan tengah tangisnya.


Sergio yang sudah tewas. di bawa ke ruang pengambilan organ. setelah organnya diambil. Tubuh Sergio dilempar ke buaya buaya lapar,


Blake,yang menyaksikan tewasnya Sergio secara kejam membuat dirinya bergidik ngeri.


Setelah melakukan pengambilan organ. Alfonso kembali keruangan dimana ada Blake.


Melihat Blake , Alfonso tersenyum. Alfonso menyuntikan virus ke tubuh Blake. Blake hanya menggeliat menunggu 1 jam racun beraksi.


Karla, masih terus menangis.meratapi kepergian sang ayah.hidup Karla kini sudah hancur ditambah kehilangan sang ayah untuk selamanya.


Blake sudah mulai lemas. pandangnya mulai buram.


Karla menatap tajam Alfonso. "lakukan juga pada diriku.! kenapa hanya pada mereka?" ucap Karla.


Mendengar ucapan Karla, Alfonso mendekat dan tersenyum sambil menarik gundukan Karla.


"Teman -temanku, masih meembutuhkan kepuasan dari dirimu." tersenyum nakal dan berlalu meninggalkan Karla dan Blake diruangan itu.



Visual Blake melawan virus yang menyebar di tubuhnya.



visual saat Alfonso menembak mati Sergio.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


mohon like, komen, nya ya🙏terima kasih.


__ADS_2