
Alfonso, melengguh. karna, terganggu dengan suara alarm yang sengaja diaturnya untuk bangun pagi. ya seperti biasa, setelah semua kembali normal Alfonso, penuhi janjinya. dia akan selalu berada disisi Leticia dua puluh empat jam.
Tangannya meraih ponselnya, lalu menggeser layar ponsel.
'' jam lima.'' gumam Alfonso, dengan mata yang masih setengah sadar.
Dengan, perlahan Alfonso menyibak selimutnya.dan melepas pelukan Leticia dari perutnya. setelah, itu Alfonso berjalan ke kamar mandi melakukan ritual pagi. setelah selesai. Alfonso, kembali ke kamar dan melihat leticia sebentar, yang masih tidur pulas didalam selimut.
" Dia, sangat lelah. maaf kan aku, dan ayah brengsekmu,membuat kamu begitu ketakutan."batin Alfonso.
lalu,..,
Alfonso, melangkah perlahan dan keluar dari kamar. diluar para pelayan sedang sibuk, ada yang membersihkan Mansion ada yang sibuk didapur semua mengerjakan tugas mereka masing masing.
''pagi Tuan.'' sapa para pelayan.
'' hmm.' Alfonso hanya berdehem dan terus berjalan ke arah dapur.
Alfonso, segera mengenakan Apron. dan berjalan ke kulkas menyediakan bahan bahan untuk memasak. dengan cepat tangannya mulai search digoogle. mencari kiat kiat menu makan ibu hamil khusus pasien lupus.
Pilihan Alfonso jatuh di pizza tuna .karna Leticia yang harus pantang beberapa makanan dan sayuran.dan untuk ibu hamil yang penderita lupus dianjurkan makan, makanan yg mengandung banyak omega 3.untuk mencegas keguguran.dan kalsium untuk tulang.
karna itu, pilihan Alfonso. tuna.
Alfonso berjalan ke arah kulkas, dan mengambil bahan-bahan yang akan digunakan untuk membuat pizza tuna. setelan mengambil semua bahan, Alfonso kembali ke ruangan dapur.
Alfonso mulai, mencuci semua bahan diwastafel. lalu, Alfonso mulai mengolah pizza. setelah pizzanya matang dari oven.Alfonso segera mengeluarkan pizzanya dan menyiapkan di atas meja.
''Sepertinya ada yang kurang apa ya?"pikir Alfonso.
'' Oh iya susu ibu hamil. ahh..., aku lupa belum membelinya." jawab Alfonso atas pertanyaan sendiri.
Dengan cepat, Alfonso memanggil pelayan bagian penyediaan bahan makanan.
"Tolong, belikan susu ibu hamil." ucap Alfonso pada pelayan itu.
" Baik, tuan. tapi, Nona minum susu apa.karna susu ibu hamil ada berbagai macam varian dan merk." tanya Pelayan itu. karna dia takut salah dan tidak sesuai apa yang leticia mau.
Alfonso, mengerutkan dahinya.karna dia tidak tahu kalo susu hamil ada beberapa produk dan varian.
"Ahh, begitu ya?, saya lupa. ya sudah lanjut kan kerjaan mu.nanti saya dan Nona yang pergi belanja sendiri."jawab Alfonso. pikir Alfonso percuma kalau beli tidak sesuai selera cia.
''Permisi Tuan.'' ucap pelayan dan kembali bekerja.
Karna, menunggu Cia yang belum bangun. Alfonso memutuskan untuk lebih dulu membersihkan diri saja.
__ADS_1
Alfonso, berjalan kembali ke kamar. tangannya meraih handle pintu.
ceklek..,
pintu kamar pun dibuka dengan pelan, Alfonso melangkah masuk ke kamar mereka. matanya menatap sebentar ke arah ranjang dimana leticia masih tertidur pulas.
lalu...,
Melanjutkan, langkahnya masuk ke kamar mandi. Alfonso, menyalahkan showernya dan mulai membersihkan dirinya. setelah beberapa menit melakukan ritual mandi. Alfonso berjalan keluar dengan lilitan handuk dipinggangnya.
Dan...,
Berjalan ke arah lemari untuk mengambil bajunya. setelah mengenakan baju. Alfonso berjalan ke arah ranjang, namun yang ditungguin malah masih tertidur pulas.
Karna, Leticia yang masih pulas, Alfonso mengambil HT , dan meminta pelayan untuk mengantarkan sarapan yang tadi sudah Alfonso hidangkan diruang makan ke kamar saja.
pelayanpun, datang dengan membawa pizza dan buah yang tadi sudah Alfonso siapkan diatas napan.
tok..,tok..,tok..,
Mendengar, ada yang mengetuk pintu. Alfonso segera berjalan ke arah pintu untuk membuka kan pintu dan menyuruh pelayan meletakkan diatas meja depan sofa.
''Baik, Tuan.'' jawab pelayan. sambil meletakkan makanannya diatas meja.
'' Permisi, Tuan.'' sambung pelayan lagi dan berjalan keluar dari kamar.dan kembali menutup pintu kamar Alfonso.
Alfonso, menatap jam yang dinding dikamar mereka yang sudah menunjukkan hampir jam delapan pagi. waktu Leticia sarapan dan minum obat. tapi, tetap saja Leticia masih pulas.
Sambil, menunggu leticia bangun Alfonso, mengambil ponselnya dan mengecek email email yang masuk. dan beberapa pesan masuk dari ke empat temannya.
Gareth yang mengirim pesan menanyai nasib Mason. setelah membaca pesan dari Gareth. Alfonso, segera berjalan ke depan balkon kamar dan menghubungi Gareth,
drthh...,
bunyi ponsel.
Gareth yang masih tidur di Apartemennya. segera bangun dari ranjangnya, tangan Gareth meraih ponselnya yang diletakkan diatas nakas dekat ranjangnya. dan menggeser layar ponsel miliknya kemudian menempelkan ditelinga bagian kiri dengan keadaan masih berbaring diranjang miliknya.
'' Hallo, Al.'' ucap Gareth.
'' hhmmm, biarkan si breng..,sek itu di penjara itu dulu. saya masih diskusi dengan Leticia. nanti siang saya akan ke markas.'' jawab Alfonso.
''Oke, kamu jangan lama lama karna Mason, sama sekali tidak mau makan dan hanya diam.sepertinya dia sudah pasrah dengan hidupnya.'' jawab Gareth dengan sedikit ledekan yang membuat Alfonso tertawa lepas.
__ADS_1
''Hahahaha...'' tawa lepas Alfonso.
Karna, suara tawa Alfonso yang mengganggu. Leticia segera bangun dari ranjang. matanya langsung tertuju dimeja.dengan tersenyum Leticia mencari suara tawa yang menggangu tidurnya.
''Biarkan saja, kalau dia mati mungkin itu lebih baik lagi.''jawab Alfonso. yang tidak menyadari ada tangan yang sudah melingkar dipinggangnya.
''Siapa yang lebih baik mati. sayang ?" tanya Leticia dengan suara khas baru bangun.
Alfonso, yang baru menyadari dan mendengar suara Leticia, segera mengakhiri panggilan dan membalikan tubuhnya menatap wajah Leticia.
''Tidak penting.'' jawab Alfonso dan mendaratkan satu kecupan dikening leticia.
''pagi sayang, pagi anak anak ku.'' lalu, mencium perut Leticia.
''Pagi daddy, gimana mommy dan kami ngga banyun daddy belisik.'' protes leticia dengan suara bayinya.
'' Maafin, Daddy sayang, om Gareth menelpon daddy. membahas nasib opa kalian.'' jawab Alfonso jujur.
'' Ohh.., jadi kamu mau kesana? aku boleh ngg ikut.ada hal penting yang harus aku bicarakan dengan dia.'' sambung Leticia.
Alfonso, mengerutkan dahinya. sambil mereka berjalan masuk kembali ke kamar.
'' Boleh, tapi kamu harus kontrol diri ingat anak anak kita. tapi besok pagi saja kita ke markas. karna, hari ini kita sibuk dengan acara syukuran kehamilanmu sayang.''
'' Jangan, ada dendam dihatimu. ngga baik buat janin dalam kandungan.'' sambung Alfonso lagi sambil mengelus perut leticia yang masih rata.
'' Ya, aku janji.'' jawab leticia, dan merekapun duduk disofa.
"Hmmm..,wangi nya enak bangat kamu bangunnya jam berapa?" tanya Leticia polos.
'' Ini minum air dulu.'' jawab Alfonso sambil memberikan gelas berisi air mineral.
"Bangun, jam lima pagi.'' sambung Alfonso lagi.
Leticia, menerima gelas dan mulai meneguk air mineral dari tangan Alfonso.setelah itu meletakkan diatas meja.
lalu..,
Alfonsopun duduk disamping Leticia, tangannya mengelus rambut Leticia.
''Gosok gigi, terus sarapan. sekarang sudah jam delapan lebih sedikit. kamu uda telat minum obat dan sarapan.'' pinta Alfonso dengan suara lembut.dan menunjukkan jam yang tertera diponsel miliknya.
'' hmmm..,'' jawab Leticia berdiri dari sofa, dan melangkah ke arah kamar mandi. untuk menggosok giginya.
Alfonso, tersenyum dengan sifat menurut Leticia, yang tidak pernah membantah dirinya. begitupun, dia yang selalu tidak menyakitin hati leticia.
__ADS_1