SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
sama sama suka pastel.


__ADS_3

Karla, yang merasa perutnya sudah sangat lapar. segera bangun dari tidur dan dengan perlahan tangannya menggerakkan tubuh Steward.


''Sayang, bangun yuk. aku uda lapar.Lihat, sekarang sudah jam satu siang.'' ucap Karla pada Steward yang masih memeluk tubuh Karla dengan erat.


Steward, melengguh. dengan perlahan membuka matanya, lalu menatap sang istri.


'' Kenapa, kamu sudah lapar lagi?" tanya Steward dengan tidak merasa bersalah.


''kamu bilang lapar lagi? sedaritadi kita tidur sayang.'' jawab Karla, dengan cemberut.


''Hehehehe.., maaf ayo bangun yuk.'' jawab Steward.sembari mendaratkan satu kecupan dikening Karla.lalu, menyibakkan selimut dari tubuh mereka. dan bangun dari ranjang.


Steward, dan Karla. berjalan keluar dari kamar. didepan pintu, Steward menghentikan langkahnya.


''Sayang, sepertinya kita tidur terlalu lama. itu, Glen dan yang lainnya sudah datang.'' ucap Steward. yang mendengar suara tawa sahabat sahabat mafianya.


Hari ini, selain Glen, gareth kevin dan Andre. ada dua gadis yang ingin Leticia kenalkan pada Karla.


''Ya, uda ayo jalan. samparin mereka yank.'' jawab Karla. tangannya terus menggandeng tangan Steward.


Dengan, terus bergandengan tangan Steward dan Karla berjalan ke ruang keluarga dimana Mason, dan yang lainnya sudah menunggu Steward.


Alfonso, yang melihat Steward dan Karla datang langsung tersenyum.


'' Pengantin barunya, uda bangun.'' goda Alfonso sambil tersenyum.sekarang Alfonso. sudah banyak tersenyum bahkan bisa tertawa lepas dengan siapa saja. kecuali, kalau wanita hingga saat ini Alfonso tetap menjaga jarak untuk menghormati cinta sang istri. sikap Alfonso, yang selalu jaga jarak dengan wanita bukan setelah menikah. tapi dari, masih muda pun Alfonso, tidak pernah memiliki nomor ponsel wanita.atau menghubungi wanita.


Nomor wanita pertama kali yang Alfonso simpan hanya Leticia, dan Leticia juga wanita pertama yang ditelpon oleh Alfonso.


''Sory.., uda lama nunggu ya.'' sambung Steward. lalu terkekeh.


'' Udah, santai aja.kita mengerti ko, Alfonso juga awal nikah seperti kamu sering kesiangan kalau bangun.'' sahut Glen dengan nada candaan.


Semua, tertawa bahkan Mason juga ikut tertawa lepas melihat anak anak muda saling menggoda satu sama lainnya.


''Sebentar aku antara Karla ke ruang makan dulu. maklum ibu hamil uda lapar.'' jawab Steward.sambil terus menggandeng tangan sang istri dan berjalan ke ruang makan.


Didapur, Nabila, Stefani dan Felisia sedang sibuk. makanan yang tadi dimasak semua dihidangkan diatas meja.


''Mommy, aku uda lapar.'' rengek Karla. saat matanya melihat Felisia yang sedang sibuk meletakan piring berisi pastel diatas meja.


Gadis itu, masih saja manja tidak ada ubahnya kalau sudah didekat sang mommy.


'' Iya, nak. sekalian semua makan. ini kenalan dulu sama teman temannya kakakmu.'' panggil Felisia.


Nabila mencuci tangannya sebelum bersalaman dengan Karla. Stefani dengan tersenyum berjalan mendekati Karla.

__ADS_1


''Hai, aku Stefani, tapi, sering dipanggil Fani. aku, sahabat sekaligus manager Leticia.'' ucap Stefani memperkenalkan diri.


'' Aku, karla. istri Steward. berarti kita yang akan nikah barengkan, kamu calon istri Glen?'' Tanya Karla. tangannya meraih tubuh Stefani lalu dipeluknya kemudian mereka saling menautkan pipi mereka.


''Iya, benar. kita, yang akan menikah bareng. maunya bertiga tapi Nabilanya enggak mau.'' jawab Stefani sambil melirik ke arah Nabila.lalu mendapat tatapan tajam dari Nabila.


Stefani mengangkat dua jari berbentuk huruf ''v '' pada Nabila, sambil tersenyum.


'' kenapa, enggak mau. padahalkan, kalau barengan kan lebih seru lagi.'' jawab Karla. sembari mendekati Nabila. mereka saling menautkan pipi.


''kenapa, enggak barengan saja.ayo, barengan saja ya.'' bujuk Karla. yang tidak tau siapa pasangan Nabila.


Nabila, tersenyum.


''Aku, belum ada pasangan.kalian, nikah lebih dulu saja, aku masih menikmati masa muda ku dulu.'' sambung Nabila. sambil tersenyum tangannya menepuk pelan bahu Karla. lalu, pergi ke meja makan melihat apa saja yang kurang di meja makan.


Karla, terkekeh. lalu, menarik kursi dan duduk.matanya membulat saat melihat masakan yang penuh diatas meja.


''Mommy masak fabada?'' tanya Karla.tangannya meraih pastel yang dihidangkan juga diatas meja.


''Iya. makan saja. m,ommy bikinnya banyak tadi dibantu Fani dan Nabila.'' jawab Felisia.


Nabila, yang melihat Karla, begitu lahap dengan pastelnya.langsung tersenyum.


''Ternyata kamu dan Leticia sama.'' ujar Nabila.


''Sama sama suka pastel.'' jawab Nabila.tangannya menarik kursi dan duduk disamping Karla.


'' ohh.., pastinya dong kami kan satu ibu.'' jelas Karla santai.


'' Iya, aku juga sudah tau dari mommy.'' jelas Nabila, yang suka melihat Karla makan.


'''Nad, kamu enggak mandi?" tanya Stefani. yang melihat Nabila yang lagi asyik duduk disebelah Karla.


''Enggak, kamu mandi aja. aku enggak mandi.'' jawab Nabila.


Karna, Nabila yang tidak ingin mandi. Stefani dan Felisia berjalan ke kamar masing masing untuk membersihkan diri karna keringat setelah berkutat didapur tadi.


''kak Leticia, dimana?''tanya Karla yang sejak tadi tidak melihat kakaknya.


''Leticia, tidur cape habis yoga tadi.'' jawab Nabila. yang akhirnya ikut makan pastel.


''Hmm.., aku lupa dia kan tadi ikut kelas yoga. aku juga pengen cepat cepat perut besar biar kelas yoganya bareng Cia.'' sambung Karla. sambil ngebayangi bagaimana mereka yoga bareng, nanti sama sama punya anak.pasti, mommynya orang super heboh.


Karla, tersenyum. yang membuat Nabila mengerutkan dahinya.

__ADS_1


*****


Alfonso, dan yang lain membahas masalah pernikahan Glen dan Steward.


"Daddy, tadi saya dan Karla jalan jalan ditaman belakang. Karla, mengatakan kalau dia ingin pernikahan kami outdoor saja. bagaimana, tanggapan semuanya? apalagi ini bukan pernikahan kami saja, tapi acara Glen dam stefani juga." Usul Steward. tangannya meraih Wine lalu menyesapnya.


" Nah, itu lebih bagus lagi ward. aku, juga ingin acaranya outdoor saja. Stefani maunya saat pemotongan kue ada juga petasan yang menghiasi langit cakrawala."jawab Glen. sambil menepuk ke dua tangannya.


Alfonso, menggerakkan jarinya didagu miliknya yang saat ini sudah ditumbuhi jambang.


''Aku, terserah kalian. lagian dihotel juga ada outdoornya. jadi kalau mau outdoor kalau mau tema apa biar nanti hubungi Ethan untuk mengurus semuanya.''tanya Alfonso. matanya menatap ke para sahabatnya yang asyik menikmati wine mereka.


'' Temanya Garden.jadi, akan indah dipadu dengan warna white dikit biar enggak gelap kalau dimalam hari.'' usul Glen dan diangguki Steward.


''Deal. nanti malam Ethan ke sini, aku akan bicara dengan dia. karna, aku juga akan meminta dia nanti kamu kevin temani Ethan selidiki semua yayasan yang menyalurkan tenaga babby sitter.'' sambung Alfonso panjang Lebar,


''Siap, laksanakan tugasnya.'' jawab Kevin. tangannya terus meneguk Wine entah berapa cangkir yang sudah dihabisin kevin.


Mason, yang meliht Kevin meneguk Wine seperti menuguk air mineral hanya menggelengkan kepalanya.


'' Hei, anak muda! kalau banyak pikiran jangan jadikan wine sasaranmu. tapi, duduk dan renungkan masalah yang dihadapi dengan otak dingin. jangan seperti kami dulu akhirnya sudah tua begini baru nyesal.'' Mason, memberi petuah. karna dia sudah melewati masa masa yang seperti yang saat ini Kevin rasakan.


'' Tu, dengarin apa yang dikatakan daddy.'' sambung Andre sambil menepuk pelan bahu Kevin. namun, dengan cepat kevin menepisnya.


'' Daddy, sakit bangat daddy. kalau ditolak wanita yang kita cintai.'' jawab Kevin sambil menggelengkan kepalanya.


'' Anak muda. masih banyak wanita diluar sana. kalau kamu sudah siap nikah aku akan carikan gadis yang baik baik buat kamu.'' jawab Mason lagi. yang sesekali ikut menyesap wine yang diisi dicangkirnya.


Semua, sudah selesai dibahas begitupun Felisia dan Stefani sudah selesai bersih bersih dan berjalan menuruni anak tangga menunju ruang makan.


'' Ayo, makan dulu. semua sudah dihidangkan di meja.'' ucap Felisia pada para pria yang duduk diruang keluar.


mendengar, ucapan Felisia seperti titah yang tidak bisa dibantah. semua berdiri dan berjalan ke ruang makan, Steward hanya menggelengkan kepala saat melihat Karla, yang sedang asyik makan pastel.


''Sayang, sudah berapa pastel yan dimakan kamu.'' goda Steward. bibirnya mendekat ditelinga sang istri. lalu, steward mendapat tatapan tajam dari Karla.


Semua sudah duduk dikursi masing didepan meja makan.


''Mommy, daddy. semuanya silahkkan makan. saya, ke kamar temani Leticia dulu.'' pamit Alfonso.


'' Iya, nak.enggak apa apa.'' jawab Felisia.


''Nak Afonso, tadi sudah makan.'' jelas Felisia, karna melihat semua yang bingung melihat Alfonso meninggalkan mereka diruang makan.


'' Oke, Al. silahkan.'' sahut Gareth. yang sudah biasa menganggap Mansion seperti rumah sendir.bahkan mereka juga memiliki kamar masing masing diMansion.

__ADS_1


Alfonsopun, pergi ke kamar menemani Leticia yang sedang tidur sendirian dikamar.


Sedangkan Mason, Felisia dan ditemani sahabat dari Alfonso dan Leticia. mereka menikmati makan siang bersama dengan nikmat.


__ADS_2