
Para tamu undangan, yang hadir memberi ucapan selamat. pada Al dan Cia. bahkan Fani karna sangat terharu sampe meneteskan air mata.
Glen, memeluk Al dan menepuk pelan bahu Al.
" Selamat , Al. jaga Cia dan kontrol emosimu."ucap Glen.
Mendengar, nasihat dari Glen. Al hanya tersenyum.
"Terima kasih untuk semuanya." jawab Alfonso.
"tidak perlu berterima kasih, kita sudah melebihi dari saudara." sambung Glen. dan diangguki Alfonso.
"Kamu benar."jawab Al.
Gareth, Kevin, Andra, Walker, Nabila dan Nia.juga tidak ketinggalan memberi ucapan selamat.
Nia, yang masih merasa kecewa karna kalah dari Cia. hanya, tersenyum sinis pada Cia. Welker yang melihat tingkah Nia hanya menggeleng.
"Sejak awal, sudah saya bilang jangan mengejar yang tidak pasti. karna, bisa saja yang dikejar. sedang mengejar yang lain. benarkan ucapan ku." batin Walker.karna cintanya terus ditolak Nia.
Semua, teman teman Al dan Cia memberi ucapan selamat. tidak ketinggalan bibi Yati dan Bibi Sum. yang sejak tadi sudah nangis karna terharu.
"Nak, calon istrimu cantik sekali nak. dijaga baik baik anak gadis orang."ucap bibi Yati.sambil melihat ke arah Cia dan tersenyum, Cia juga membalas senyum Bibi Yati.
"Iya, bibi. Al mengerti terima kasih bibi untuk segalanya."ucap Alfonso dan memeluk bibi Yati begitu juga Cia.
__ADS_1
Al, merasa beruntung karna bibi selalu bersabar dalam menghadapi sifat Al yang keras.makanya biarpun sudah usia lanjut bibi Yati disuruh tetap tinggal di Masionnya.
Begitupun, bibi Sum. maju dan memberi ucapan selamat.
"Nak, selamat ya nak, jadi istri yang patuh. pria ini, bibi lihat dia pria yang baik."ucap bibi Sum sambil memeluk Cia.dan tersenyum melihat ke Al.
"Cia, beruntung dapat bibi. kalo, tidak Cia tidak tahu nasib Cia akan Seperti apa.terima kasih sudah menjadi ibu yang baik untuk Cia."ucap Cia dan karna tidak bisa menahan air mata, Cia akhirnya menangis didalam pelukan bibi Sum.
Al, yang melihat Cia menangis segera mengambil tisu dan melap di wajah Cia.
"Sudah, jangan nangis. nanti cantiknya hilang."Goda bibi Sum. dan melepaskan Pelukan Cia.
Cia, yang sedih karna Mason tidak hadir. air matanya makin tidak terbendung. melihat itu, Al yang tidak tega segera memeluk calon istrinya. Cia, yang saat ini memerlukan dukungan membiarkan Al memeluk tubuhnya. tapi, Cia terus saja menangis.
"Cia, kenapa menangis. apa kamu tidak mau menikah dengan saya? kalo, itu benar tidak apa apa. kamu, bisa batalkan. tapi, aku mohon jangan menangis terus."Ucap Al. sambil mengelus pundak Cia.
"Bukan Cengeng, tapi kalo seperti ini make up nya terhapus terus cantiknya hilang."goda Al.sambil melap air mata di pipi Cia.
"Ih.., kamu pikir aku cantik karna hasil make up? aku, itu sudah cantik sejak lahir."jawab Cia sambil memonyongkan bibirnya kedepan.
"Iya, aku tau.kalo kamu ng cantik aku juga pasti ng tergila gila dengan kamu."ucap Alfonso. sambil menaik turunkan Alisnya.
Tapi, saat mereka bercanda. Al, teringat semua perkataan dokter kemarin malam. Al, yang tadinya senyum, dan menggoda Cia.tiba tiba menjadi murung. tatapannya kosong melihat ke arah Cia.
"Kamu,tidak apa apa. selama ini kamu tidak keluhkan apa apa? " tanya Al. berharap Cia sendiri yang jujur ke dia. dan melihat ke arah Cia dengan tatapan yang kosong.kalo saja dia bisa marah saat ini. Al akan marah, tapi hari ini hari bersejarah dalam hidupnya. walaupun baru tunangan. Tapi, Al bersyukur masih ada Wanita yang mau hidup dan menerima dia.
__ADS_1
"Apa masukmu Al. aku tidak mengerti, selama ini tidak ada yang aku keluhkan."jawab Cia. dengan raut wajah bingung. Cia, mulai merasa ada yang aneh dengan pertanyaan Al. tapi, Cia tetap tenang didepan Al.
"Ya sudah. kalo kamu tidak kenapa kenapa."jawab Al. yang merasa sesak didada lagi lagi Cia membohongi dirinya. ingin rasanya memukul kursi disampingnya hanya untuk melepaskan sesak didadanya.
Wajah Al, terlihat dingin lagi. sesekali mengepalkan tangannya.
"Penyakit sebesar itu kamu masih bilang baik baik saja. oh.., apa apaan ini?kamu pikir aku bodoh. oke.. kalo ini mau kamu, tidak ingin jujur ke aku. baiklah, aku akan berusaha tidak peduli." batin Al. yang terus menangis dalam hati.
Alfonso, berharap acaranya cepat selesai. agar, dia bisa melepaskan amarahnya didalam kamar hotel. atau kalo tidak bisa dia ingin kembali menelan pil penenang. setidaknya, bisa membantu dirinya tenang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sedikit curhat dari Author. aku pikir aku dibayar setidaknya seperti author author lain yang aku lihat mereka posting jumlahnya wow bagi aku yang miskin.makanya aku sudah merencanakan bahkan aku sudah catat readers mana mana yang setia like komen bahkan kasih vote daan setia baca. akan aku adakan give away.
juara 1 pulsa 100rb
juara 2 pulsa 75rb
juara 3 pulsa 50
juara 4 pulsa 25.
dan bukan hanya itu aku juga bahkan sudah ke tempat konveksi baju pengen sablon baju dan bagi bagi ke semua readers yang baca. semalam mas edy yang aku datangi ke tempat konveksinya dia menelpon. bu, gimana jadi ng sablon bajunya. aku hanya jawab tunggu dulu ya pak nunggu kepastian. kalo jadi aku kabarin lagi pak.
Tapi, mungkin itu hanya hayalan aku saja. buktinya aku sehari dibayar 250 rupiah bukan ribu. total bulan kemarin dan bulan ini saja baru 4 rb perak. aku pengen ketawain diri aku. karna banyak menghayal pengen kasih ucapan terima ksih tapi hasilnya tidak mendukung.
__ADS_1
tapi, aku masih berharap, semoga masih ada yang mau baca kasih like dan komen yang banyak supaya impian saya ini bisa terwujud. amin🙏🙏🙏🙏🙏.
Terima kasih yang masih setia membaca dan memberi like dan komen. semoga kalian selalu sehat terus amin🙏