
Alfonso yang pusing dengan masalah Blake belum selesai, ditambah lagi memikirkan letiica berharap segera memiliki anak. dan dia harus segera ke California. bisa saja Alfonso menyuruh Glen atau salah satu dari ke empat temannya pergi menghabisi Blake.
Tapi...,
Alfonso ingin membalaskan dendamnya dengan tangannya sendiri.
"Setelah aku menghabisi Blake dan menyingkirkan Clara. karna aku tahu akibatnya kalau clara dibiarkan kembali ke Spanyol maka akan buruk untuk Leticia." ucap Alfonso dengan emosi yang sudah diubun ubun.
Ke empat temannya masih menyimak semua perkataan Alfonso, mereka sebenarnya merasa prihatin dengan beban yang Alfonso pikul tidak lah ringan.
Didepan istrinya dia harus berpura pura seolah tidak ada apa apa, tapi didalam hatinya dia berperang melawan semua beban pikirannya.
"Aku, tahu ini sangat sulit untuk mu Al. tapi, saranku habisi Clara juga. demi keamanan rumah tanggamu. kamu harus belajar dari pengalaman dirimu sendiri.maka bisa jadi itu akan terjadi di clara dan generasi penerusmu." Andre memberi saran. dan diangguki semua temannya.
Lagi lagi Alfonso memijit pelipisnya. "Kalau saja Leticia, bukan anak dari Mason aku tidak akan membunuh Clara. karna disini dia tidak bersalah."Lirih Alfonso.
Wajahnya kusut, memikirkan semua bebannya, mempertimbangkan apa dan bagaimana yang terbaik yang tidak menyakiti satu dan lainnya.
Tapi...,
Itu tidak mungkin karna semua sudah diawali Sergio dengan begitu kejam. dulu Kecil Alfonso bertaruh nyawanya dihutan bersumpah akan membalaskan dendamnya. tapi, sebelum dendamnya tuntas, Alfonso sendiri terjebak didalam jebakannya sendiri.
"Haaa..,
Alfonso menghela napas panjang sambil mendengak kan kepalanya.ingin sekali dia menyentuh obat penenanngnya.tapi, dia sudah berjanji pada dirinya kalau itu tidak akan dia lakukan lagi.
Kembali..,
Alfonso menarik kasar rambutnya, lalu kedua tangannya ditopangkan didagunya.
"Kalau aku ke California, aku tidak bisa mengajak Leticia. karna akan bahaya kalau dia ikut. dan aku kwatir meninggalkan dia sendirian di sini. andai saja masih ada ayah dan ibu aku bisa percayakan dia ke mereka untuk menjaga Leticia."lirih Alfonso.
saat ini...,
Pria yang terkenal dingin dan kejam ini sedang gundah gulana. hatinya tidak tenang memikirkan istrinya. alasannya kenapa dia tidak ingin menitipkan ke orang lain bahkan sahabatnya sendiri Vani.karna Alfonso tidak ingin mereka mengetahui sakit Leticia.
__ADS_1
Karna bisa saja disaat Leticia minum obat, dan lupa megembalikan obatnya ke lemari.atau Leticia kecoplosan saat mereka bercerita.
Semua ini ...,
Dipertimbangkan Alfonso secara matang.
Teman temannya tidak bisa berbuat banyak kalo sudah mengenai perasaan Alfonso.
"Lakukan yang terbaik menurut itu yang terbaik demi keluargamu. kami selalu ada dibelakangmu, menunggu apa yang bisa kami bantu." ucap Gareth sambil menepuk pelan pundak Alfonso.
"Thanks, Bro. i know that.(aku tahu itu)makanya aku selalu mengandalkan kalian."ucap Alfonso.
"Ngomong ngomong apa ada yang sudah bisa mengambil organ? karna kalian tahu sendiri kalau mendadak aku tidak bisa lakukkan." tanya Alfonso sambil melihat temannya satu persatu.
Andre hanya mengangkat kedua bahunya sambil memiringkan bibir bawahnya. sedangkan Kevin hanya diam tanpa suara.
"Aku bisa melakukan."ucap Gareth.ya, karna Gareth pernah kuliah di fakultas kedokteran. tapi tidak selesai karna kedua orang tuanya cerai dan ibunya meninggal efek kanker payudara. jadi, Gareth memilih keluar dari sekolahnya. dan ikut Alfonso menjadi seorang mafia.
"oh,, iya, aku lupa..berarti kalau aku tidak bisa datang Gareth yang harus menggantikan itu." ucap Alfonso.dan diangguki semua temannya.
"Hmmm." jawab Glen.
Gareth yang mendengar nama Felisia disebut.
"Alfonso, yang aku tahu dari Ethan kalo Mason dan Felisia juga sudah bersatu kembali. tapi, felisia masih dirumahnya. bersama anaknya yang kecil." ucap Gareth.
"Itu, bagus. dan selama ini aku berharap seperti itu." jawab Alfonso sambil menaikkan alias kanannya.
"Ok, pertemuan kita sampai sini dulu. aku segera pulang."sambung Alfonso lagi sambil melihat jam yang melingkar ditangan kanannya.
Mereka saling berpamitan dan Alfonso berjalan keluar halaman depan markas.
Mobil minicooper hitamnya sudah didepan, Alfonso kembali masuk ke dalam mobilnya dan melaju kencang meninggalkan markas.kembali Ke Mansion.
Tidak, menunggu waktu lama Alfonso tiba didepan Mansion. dengan segera Bale menekan tombol pagar dan mobil Alfonso melaju masuk ke dalam halaman Mansion.
__ADS_1
Pintu, mobil dibuka. Alfonso ke luar dari mobil. dan kunci diberikan ke Bale untuk mobilnya kembali diparkiran diparkiran bawah tanah.
"Selamat sore Tuan." ucap Bale sambil menunduk.dan menerima kunci dari Alfonso.
"Hemmmm."jawab Alfonso. sambil terus berlalu masuk kedalam Mansion.
Tangan, Alfonso. meraih handle pintu kamar, lalu membuka pintu dengan perlahan karna suara tivi belum terdengar. berarti Leticia masih tidur.
Sebelum melangkah masuk ke dalam kamar Alfonso menyebulkan kepalanya ke dalam kamar melihat Leticia masih dalam kemulan selimut.
kembali Alfonso melihat jam ditangannya.
Lalu...,
terukir senyum diujung bibirnya.
"hampir tiga jam aku meninggalkan dia dikamar. dan dia masih tertidur?"Batin Alfonso sambil menggelengkan kepalanya.
Dan..,
Berjalan ke arah ranjang mendekati Leticia. tangannya meraih ujung selimut. lalu, menatap tajam wajah Leticia.
"Sangat polos dirimu, aku tidak bisa membuatmu terluka. maaf." gumam Alfonso.
Lalu, meletakkan ponselnya di nakas , Alfonso berjalan ke arah kamar mandi, dan membersihkan dirinya. setelah membersihkan dirinya Alfonso kembali ke kamar dan mengambil kaos berwarna putih dan boxernya. setelah mengenakan pakaiannya Alfonso berjalan ke arah ranjang.
Lalu...,
Alfonso, ikut membaringkan tubuhnya disamping Leticia.sambil memeluk tubuh kecilnya dengan wajah yang tersenyum Alfonso membenamkan hidungnya didalam curuk leher Leticia yang masih tertidur pulas.
...----------------...
Anggap saja ini visual mereka.
__ADS_1