SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
rendang


__ADS_3

" Aku hanya ingin, melihat mereka setiap minggu sayang. Apa itu salah?" jawab Alfonso. sambil menatap Leticia, dengan penuh kebingungan. dan akhirnya perdebatan kecil ini ini pun berhenti setelah mendapat penjelasan dari dokter.


" Tenang, pak Alfonso. tidak perlu khawatir dan juga tidak perlu melakukan USG setiap minggu. karena, tidak terlalu bagus juga melakukan USG setiap minggu. bisa menimbulkan efek pada tubuh ibu dan membuat janin jadi tidak nyaman." jelas dokter Grace dengan tersenyum.


" Tapi, tidak berbahayakan untuk janin dan ibunya?" sahut Alfonso. yang kwatir akan terjadi hal buruk dengan anak anaknya


" sejauh ini, tidak ada masalah dengan USG setiap minggu. hanya, kasihan janinnya mereka akan merasa tidak nyaman juga akan terjadi efek pada tubuh ibunya." jelas dokter lagi.


" Oke, Dok. Maaf, kalau saya banyak tanya hehehe." jawab Alfonso dan terkekeh.


'' iya sama-sama. Justru itu bagus orang tua yang hebat yang peduli terhadap janinnya. Saya malah salut lho sama bapak Alfonso. selalu ingin tahu, tentang kesehatan janin dan istri bapak. ini jarang loh bu Leticia. ada suami yang seperti ini." jawab dokter dengan tersenyum. sambil tangannya terus, menulis resep obat untuk Leticia.


" Iya makasih dok. Emang dia suami idaman kok." jawab Leticia. sambil tersenyum matanya menatap manja ke arah Alfonso. Alfonso yang melihat tatapan sang istri, dengan cepat tangannya mengelus rambut sang istri dengan lembut. dan mendaratkan satu kecupan di ujung kepala Leticia.


" I love you honey." bisik Alfonso di telinga Leticia. yang membuat hati Leticia bergetar. ada getaran aneh di bawah sana yang sudah lama tidak bersua.


" Oh maaf dok, Sekarang kan sudah 3 bulan mau masuk trimester kedua apa boleh kami melakukan hubungan suami istri?" tanya Alfonso. yang tidak sabar menunggu jawaban dari dokter.


" Tidak masalah, melakukan hubungan suami istri. tapi harus dengan pelan dan lembut Pak. mengingat disana ada 4 janin. kuatir kalau guncangannya terlalu keras akan menimbulkan efek untuk mereka." jelas Dokter. yang mengerti akan kegelisahan seorang suami seperti Alfonso.


Alfonso yang mendapat, penjelasan dari dokter. merasa kegirangan dalam hatinya. berharap akan cepat pulang. agar, bisa melepaskan rasa kangen Yang Sudah 3 bulan Iya tahan.


" ini pak resep obatnya. ini saya juga memberikan obat penguat kandungan dan vitamin ***** makan untuk ibu Leticia. nanti ditebus di depan ya pak." ucap dokter. sambil menyerahkan resep obat pada Leticia.


" Baik, Dok. terima kasih. Selamat siang dok." jawab Leticia dan Alfonso serentak. setelah Leticia menerima resep obat dari dokter. Mereka pun pamit ke dokter dan berjalan keluar sebelum pulang mereka masih menebus obat di ruang obat.


" Permisi, Dok. terima kasih." ucap serentak Leticia dan Alfonso. kemudian mereka berdiri dan berjalan keluar meninggalkan ruangan dokter.

__ADS_1


" Iya sama-sama. Bu Pak Selamat siang juga." jawab dokter Grace dengan sopan.


Alfonso menggandeng tangan Leticia berjalan ke ruang tunggu.


" Kamu duduk sini saja sayang, biar saya yang mengantarkan resep obat." ucap Alfonso pada Leticia.


" iya." jawab Leticia Dan tersenyum. karena hari ini, dia sangat bahagia bisa melihat keempat janinnya yang sekarang organ tubuhnya sudah membentuk. walaupun, harus merasa sedih karena salah satu anaknya mengalami jantung lemah. tapi, Leticia masih berharap dan berdoa semoga janinnya yang jantungnya lemah itu bisa cepat kembali normal seiring bertambahnya usia kandungannya.


Alfonso berjalan ke ruang obat, sesekali matanya melirik kearah Leticia yang sedang duduk di ruang tunggu menatap sang suami. setelah selesai menyerahkan resep obat. Alfonso kembali duduk bersama sang istri. tangannya terus mengelus perut Leticia yang sedikit sudah mulai menonjol.


" Kamu tidak lapar sayang, setelah ini kita mampir ke restoran biar kamu makan dulu sekarang sudah mau pukul 2 siang. kamu belum makan siang, belum minum obat siang juga. kita hampir 1 jam di dalam ruangan dokter." ucap Alfonso. yang tangannya tak henti-hentinya mengelus perut sang istri.


" Aku, nggak pengen makan." jawab Leticia. sambil menatap manja ke sang suami.


" Terus, kamu maunya makan apa? biar nanti aku masakan atau aku carikan. kata dokter anak-anak kita perlu nutrisi yang banyak. kamu lupa, salah satu dari mereka jantungnya lemah?" jawab Alfonso, matanya menatap tajam bola mata biru kehijauan yang indah milik sang istri. hidungnya sudah mengenai kening sang istri Ingin rasanya ia menyesap bibir tipis itu, tapi hasrat itu Alfonso tahan lagi mengingat disini tempat umum. dia tidak mau, memperlakukan sang istri dengan tidak sopan di tempat umum.


sementara duduk berdua dan asyik bercerita, nama Leticia pun dipanggil dari ruangan obat. Alfonso segera berdiri dari kursi dan berjalan ke ruangan obat untuk menerima obat dari apoteker dan segera membayarnya. setelah membayar Alfonso kembali ke kursi menemui Leticia.


" Ayo Sayang, kita pulang." ucap Alfonso. tangannya menggandeng Leticia membantu Leticia untuk berdiri dari kursi. dan obatnya yang tadi. dimasukkan ke dalam tas Leticia.


Alfonso, dan Leticia. jalan ke arah lobby sambil bergandengan tangan untuk pulang kembali ke Mansion. satpam yang melihat, Alfonso dan lettice datang. segera berjalan ke area parkir, untuk mengambil mobil milik Alfonso.


Alfonso dan Leticia, menunggu di lobby tidak beberapa lama mobil pun datang dengan dikemudikan oleh satpam. satpam turun dari mobil, dan menyerahkan kunci mobil pada Alfonso. tidak lupa Alfonso memberikan tip untuk satpam itu.


lalu, pintu mobil dibuka oleh Alfonso, dan mempersilakan Leticia masuk dan duduk kemudian pintu mobil kembali ditutup oleh Alfonso. setelah itu, barulah Alfonso berjalan, kebagian kiri mobil dan membuka pintu Kemudian masuk dan duduk, pintu kembali ditutup. Alfonso, segera memasangkan sabuk pengaman untuk Leticia dan seperti biasa menurunkan jok mobil agar lebih nyaman dalam perjalanan.


Alfonso, mulai menginjak pedal gas mobil, dan melaju dengan kecepatan rata-rata. Matanya fokus ke depan, tapi sekali melihat sang istri yang asyik bermain ponsel.

__ADS_1


" chatting, dengan siapa?" Tanya Alfonso yang penasaran.


" ini, Stefani tanya. kalau kita nanti ikut nginep di hotel nggak?" jawab Leticia.


" bilang, aja nggak. nanti pagi aja kita ke sana. kasihan kamu harus naik turun lift. Aku tidak mau kamu lelah." jawab Alfonso. dan terus fokus ke jalanan.


" iya, aku juga berpikir seperti itu." jawab Leticia. sambil menatap kearah Alfonso.


"Hmmmm..., bagus, karna malam ini aku mau ke berkunjung anak anak kita.'' jawab Alfonso, sambil mengedipkan matanya ke arah Leticia.


Leticia, yang mendengar itu memuter mata malesnya. namun. tiba-tiba wajah Leticia berubah jadi sedih menatap kearah Alfonso.


" sayang Aku pengen makan ini. ini ada postingan di sosmed teman-temanku." ucap Leticia, wajahnya memohon dan menggigit Bibir bawahnya.


" makan apa? mana Coba lihat gambarnya?" jawab Alfonso, dan menepikan mobilnya nya di tepi jalan. dan melihat foto yang ditunjukkan Leticia di ponselnya.


" ini?" jawab Leticia.sambil menunjukkan gambar diponselnya dan menggigit Bibir bawahnya.


" Ren----dang?" jawab Alfonso. yang sulit menyebut nama rendang dengan aksen Spanyolnya.


"hmmmmm...," Leticia berdehem. sambil menganggukan kepalanya dengan tatapan memohon tanganya terus mengelus-elus perutnya. seolah mengatakan ini permintaan bayi-bayi mereka.


" Oh my God. di mana aku harus mencari ini? ini makanan dari mana?" tanya Alfonso yang bingung, kemudian melanjutkan perjalanan mereka pulang ke Mansion.


" ini makanan khas Indonesia sayang. semua caption dari teman-temanku mereka bilang makanannya enak banget. ini salah satu makanan, terenak di dunia urutan pertama loh sayang. aku mau." ucap Leticia. sambil mengetuk-ngetukkan jarinya di kaca mobil.


" oke oke kita pulang dulu diMansion. nanti aku akan cari solusi untuk mendapatkan rendang itu." jawab Alfonso. dengan tersenyum. agar sang istri tidak tersinggung. sebenarnya dalam hatinya Alfonso bingung harus mencari kemana.

__ADS_1


__ADS_2