
Alfonso, memilih beberapa jenis buah yang bagus untuk wanita hamil dan khususnya penyakit Lupus. Setelah itu mereka berjalan lagi ke lorong ikan dan sayuran.Alfoso yang sudah hapal sayur apa saja untuk penderita lupus.memilih sayur dengan telatan mengambil satu persatu sayur dan dimasukkan ke dalam trolly belanjaan.
''Belanjanya, sudah selesai?'' tanya Leticia dengan suara lembut.
Alfonso mengangguk, tidak lupa selalu melempar senyum untuk sang istri yang sejak tadi terus menggandeng tangannya.
'' kenapa, kalau sudah merasa lelah. kita segera pulang. nanti aku akan meminta pelayan yang akan kemari." jawab Alfonso sambil menunduk untuk menatap sang istri.
'' itu tidak perlu.'' jawab Leticia sambil menggeleng.
Alfonso, mendorong troli dan lengannya terus digandeng Leticia. Mereka pun berjalan ke arah kasir untuk melakukan pembayaran.
ibu-ibu, pengunjung supermarket. yang memperhatikan kemesraan Alfonso dan Leticia. mereka mulai berisik satu sama lainnya.
" wanita itu beruntung sekali ya.''
'' aku juga iri melihatnya.''
" Sayangnya dia sudah memiliki istri. kalau nggak Ingin sekali aku menjodohkan dia dengan putriku."
begitulah, bisikan-bisikan ibu-ibu di belakang mereka yang mengantri untuk melakukan pembayaran di kasir.
Leticia, yang mendengar bisikan ibu-ibu itu hanya tersenyum.
Apalagi, saat mereka melihat Alfonso melakukan pembayaran dengan menggunakan blackcard.
" Wah, ternyata dia pria yang sangat kaya.andai saja putriku menikah dengan dia." ucap salah satu ibu yang berdiri tepat disamping Leticia.
'' iya, lihat saja dia menggunakan blackcard. yang hanya digunakan oleh sepuluh orang dikota spanyol.'' sahut salah satu ibu lagi.
Leticia, yang semakin tidak nyaman. segera menyikut Alfonso dengan tangannya.
''Sudah, selesai? ayo kita pulang.'' bisik Leticia di telinga Alfonso.
Alfonso, hanya menggeleng karena sejak tadi dia juga mendengar ibu-ibu yang berbicara dibelakang mereka.
''cuekin, saja gak usah ditanggapi omongan mereka. Lagian, Aku kan sudah menjadi suamimu. Kenapa, kamu begitu takut? atau jangan-jangan kamu cemburu?'' goda Alfonso, menaik turunkan alisnya.
Leticia mencebik, lalu mencubit pelan pinggang Alfonso.
''sakit sayang.'' keluh Alfonso
leticia terkekeh, ia merasa puas membalas keusilan Alfonso.
Mereka pun, berjalan keluar menuju area parkir mobiil.
Alfonso, membawa paper bag belanjaan. dan leticia berjalan disamping Alfonso.
sambil terus bercerita.
''Sayang, tadi ada seorang ibu yang mengatakan dia ingin menjodohkan kamu dengan putrinya.'' ucap Leticia. mencebikkan bibirnya
__ADS_1
Alfonso menoleh kearah Leticia.
"Oya, itu terdengar sangat lucu." jawab Alfonso sambil menaikkan ujung bibirnya.
'' itu, membuatku kesal.'' protes leticia dan mengeratkan gandengannya dilengan Alfonso.
''biarkan, saja mereka berbicara. kalau mereka tahu siapa aku mereka akan menyesal berbicara seperti itu.'' jawab Alfonso sambil tersenyum.
" kenapa, menyesal?" tanya Leticia.yang tidak mengerti dengan maksud Alfonso.
Tangan Alfonso membuka kap belakang mobil, dan meletakkan belanjaan tadi ke dalam mobil terus kembali menutup kap belakang mobilnya.
" Iya mereka akan menyesal kalau mengetahui saya seorang mafia." jawab Alfonso sambil tertawa.
Leticiapun terkekeh.
" Iya aku hampir lupa." Jawab Leticia. sambil menganggukan kepalanya.
lalu...,
Alfonso, membukakan pintu mobil untuk leticia.leticia masuk kedalam mobil dan duduk.
''Dan mereka akan mati berdiri kalau mengetahui aku suka mengeluarkan organ manusia.'' sambung Alfonso dan kembali menutup pintu mobil.
Leticia memutar bola mata malasnya.
lalu..,
Alfonso. berjalan ke arah pintu sebelah. kemudian masuk ke dalam mobil dan kembali menutup pintu mobil.
''Kalau, itu tergantung ke pada siapa, aku bersikap lembut. dan itu hanya pada kamu dan anak anak kita nanti.'' jawab Alfonso sambil memasang sabuk pengaman ke tubuh leticia.
Tidak, lupa mencium perut sang istri. dan menurunkan jok mobil agar leticia lebih nyaman selama diperjalanan pulang.
Alfonso, mulai menginjak pedal gas mobil, melaju dengan kecepatan pelan. pulang ke Mansion.
Diperjalanan, tiba tiba ponsel Alfonso berdering. Alfonso yang sedang menyetir tidak bisa menerima panggilan.
Leticia, melirik ke Alfonso. yang mengabaikan panggilan dari Kevin.
'' sayang, terima dulu panggilan telponnya.''' pinta leticia.dan menatap ke arah Alfonso yang sejak tadi fokus menyetir.
''Biarin, saja nanti setelah tiba di Mansion. saya akan hubungi balik.'' jawab Alfonso.
Leticia, hanya mengangkat bahunya, dan kembali fokus ke ponselnya. membaca kiat-kiat ibu hamil khusus penderita Lupus.
Setelah, hampir 20 menit perjalanan pulang, merekapun tiba di Mansion. dengan perlahan, Alfonso membelokkan mobilnya masuk ke halaman Mansion.
mobil diparkirkan, lalu Alfonso keluar dari mobil, dan berjalan ke arah pintu bagian kanan kemudian membukakan pintu untuk Leticia.
Leticia, turun dari mobil dan seperti biasa para pelayan sudah menunggu di depan menyambut majikan pulang. Alfonso segera membuka kap mobil untuk para pelayan mengambil belanjaan tadi dari supermarket.
kemudian, Alfonso dan Leticia berjalan masuk kedalaman Mansion, dengan menggunakan lift. pintu lift pun terbuka, Alfonso dan Leticia masuk ke dalam lift. setelah lift tiba di lantai , Alfonso dan Leticia keluar dari lift berjalan masuk ke kamar mereka.
__ADS_1
setelah, masuk dalam kamar. Leticia segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
'' Sayang aku mandi dulu badanku lengket semua." ucap Leticia.
''hmmm...,''
Alfonso, berdehem. lalu kembali fokus ke ponselnya melakukan panggilan ulang ke Kevin.
setelah mengatakan ke Alfonso. Leticia pun berjalan masuk ke kamar mandi dan mulai membersihkan tubuhnya di bawah aliran air shower.
setelah, beberapa menit di kamar mandi. Leticia pun, keluar dari kamar mandi. Leticia, berjalan ke arah lemari dan mengambil pakaiannya. lalu, mengenakan bajunya.
Jam sudah menunjukkan pukul 2 waktu Spanyol. para chef dan pelayan sedang sibuk di halaman belakang Mansion. untuk mempersiapkan acara syukuran kehamilan Leticia Nanti sore.
Leticia, berjalan ke arah ranjang kemudian merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. tubuhnya sedikit lelah karena tadi belanja di supermarket.
setelah, selesai melakukan panggilan dengan Kevin Alfonso meletakkan ponselnya di atas nakas dekat ranjang mereka.
" sudah, selesai mandi?" tanya Alfonso. dan ikut membaringkan tubuhnya disamping Leticia.
Leticia yang mengalami perubahan hormon karena hamil. sedikit terganggu jangan bau keringat Alfonso.
" kamu nggak mandi?" Ucap letisha saya melirik ke arah Alfonso.
" Kenapa, aroma tubuhku tidak enak?" tanya Alfonso sambil mencium bajunya.
" Oke aku akan mandi tunggu aku disini setelah itu aku akan masak untuk makan siang nanti dan kamu juga harus minum obat." sambung Alfonso. panjang lebar.
" Iya, tapi Aku ingin makan mangga." jawab Leticia memasang wajah melas.
" siap!" sahut Alfonso. dan bergegas berjalan kearah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. selesai membersihkan tubuhnya Alfonso pun keluar dari kamar mandi dan mengambil baju kemudian mengenakan.
" tunggu sini, aku akan ambilkan buahnya. nggak usah ikut ke dapur." ucap Alfonso. dan berjalan keluar kamar menuju ke ruangan dapur.
Alfonso, kembali ke kamar dengan membawa beberapa buah mangga dan dan sebilah pisau.
Alfonso mengupas buah dengan cekatan. kemudian memotongnya dan menaruhnya di atas piring.
"sayang, mangganya udah selesai aku potong." Panggil Alfonso kepada Leticia.
" iya." jawab Leticia. berjalan mendekati Alfonso yang duduk di sofa.
Leticia, mengambil sepotong mangga dan memakannya sambil p pejamkan bola matanya ketika ia menikmati kecutnya buah mangga.
"hmmm..,, mangganya enak sekali sayang." ucap Leticia dan terus mengunyah potongan buah mangga didalam mulutnya.
" kamu tidak ingin mencobanya?" tanya Leticia sambil terus mengunyah buah mangganya.
Alfonso menggeleng" nggak kamu aja yang makan."
" tapi rasanya enak lho kecut." sambung Leticia terus makan potongan buah mangganya hingga habis.
__ADS_1
Alfonso, yang melihat istrinya makan potongan dua buah mangga hingga habis hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala.
'' seperti Inikah ibu hamil." batin Alfonso.