SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
Es Batu


__ADS_3

''Terima kasih, sayang.'' jawab Leticia sambil menunjukkan deretan gigi putihnya.


''hmmm..., sama sama sayang.'' jawab Alfonso.


Kemudian..,


Tangannya, meraih handle pintu kamar


Lalu...,


Alfonso, segera berjalan ke ruang makan mengambil satu kotak es cream rasa vanila dan es batu. tidak, lupa Alfonso membawa dua buah apel fuji.semuanya disusun rapi diatas napan.dan membawanya kembali ke kamar.


Ceklek..,


Leticia, yang mendengar suara pintu berbunyi. segera turun dari tempat tidur dan berjalan ke arah sofa.


''Es batunya sayang.'' tanya Leticia. karna tidak melihat es batu.


''Ada sayang, ini didalam gelas. tapi, tidak banyak.'' jawab Alfonso. kemudian, meletakkan napan di atas meja. lalu, duduk disofa samping leticia.


Tangan, Leticia langsung meraih es batu dan dimasukkan ke dalam mulutnya. dengan memejamkan mata Leticia menikmati dinginnya es batu dan menggigit es batu hingga mengeluarkan bunyi. ada kelegaan sendiri di hati Leticia saat ada suara gigitan es batu yang terdengar ditelinganya.


krek..,kres ..,kres..,


Bunyi suara gigitan es batu.


'' Hmmmm..,lega bangat.'' gumam Leticia.[ ini mah ngidam author dulu hamil anak author.]


Alfonso yang melihat sang istri begitu menikmati es batu hanya menggelengkan kepala dan tersenyum.


Satu persatu, es batu yang berada didalam gelas akhirnya habis di makan Leticia.


''Habis, sayang.'' ucap Leticia. sambil menunjukkan gelas kosong yang tadi berisi es batu.


''Terus?" jawab Alfonso.


''Mau lagi sayang.'' sambung Leticia. memasang wajah melas.


''Enggak, sudah cukup! sekarang, ayo aaaaa...'' ucap Alfonso. dan menyuapkan satu sendok es cream rasa vanila ke mulut Leticia.


Leticia, membuka mulut dan mulai makan es cream yang disuapin Alfonso.


''Sayang, besok Karla ke sini.bagaimana, kalau aku ajak ikut kelas yoga ibu hamil?''tanya Leticia, sembari terus menerima suapan es cream dari tangan Alfonso.


''Kamu, tanya Karla dan Steward dulu sayang. kalau dia mau enggak masalah. benar, dia adek kamu. tapi, saat ini Karla, sudah memiliki suami. jadi, apapun itu. mau hal sekecil apapun harus ada ijin suami. lagian, Karla baru hamil dua bulan, dia juga masih sibuk urus pernikahannya.'' Alfonso menjelaskan. tangannya mengelus kepala sang istri.


Itu, sudah kebiasaan Alfonso. jika, menyampaikan sesuatu untuk sang istri, Alfonso selalu berusaha menyampaikan dengan cara romantis. agar Leticia tidak tersinggung dengan jawabannya.


''Iya, juga ya sayang.hehehe.., aku lupa!" jawab Leticia sambil terkekeh dan menatap wajah sang suami.

__ADS_1


Karna, gemas melihat Leticia tertawa. Alfonso, menarik hidung mancung Leticia. tidak lupa, ia juga mendaratkan satu kecupan mesra dikening Leticia.


''Sayang, sakit! hidungnya kalau ditarik seperti itu.'' protes leticia. tangannya menyentuh hidungnya yang ditarik Alfonso.


''Hehehe..., maaf habis gemasin.'' Alfonso menjawab. tangannya memeluk tubuh Leticia ke dalam dadanya.


Karna, asyik bercanda sambil menikmati es cream. tidak terasa satu kotak es cream juga habis.


Alfonso, yang tidak menyadari kalau isi kotak es cream sudah habis masih terus menyuapi Leticia.


''Sayang, ini sendoknya kosong.'' protes Leticia. yang melihat Alfonso menyuapi sendok kosong ke mulutnya.


''Habis?" jawab Alfonso. matanya membulat melihat ke dalam kotak es cream lalu kembali menatap wajah sang istri.Leticia mengangguk sambil mencebikkan bibirnya.


'' Hahahaha.'' mereka, tertawa lepas bersama. Leticia, yang sadar kalau sekarang sudah tengah malam dengan cepat Leticia menutup mulutnya dengan tangan kirinya.lalu, tangan kanannya menutup mulut Alfonso.


'' Sudah, tengah malam sayang.'' Leticia menegur.matanya menatap dalam bola mata kecoklatan Alfonso. yang membuat mereka saling mengunci pandangan.


''Kalau mulutku terus ditutupin, aku enggak bisa memotong apel sayang.'' Alfonso berkata. dan melirik ke tangan Leticia yang sedang menutup mulut Alfonso.


''Ups.., sory sayang.'' Leticia menjawab.sambil terkekeh dan menurunkan tangannya dari mulut Alfonso.


Lalu, bukannya melanjutkan memotong buah. Alfonso malah menarik tubuh Leticia. mendekatkan bibirnya dengan bibir Leticia. Alfonso mulai menye..,sap bibir manis Leticia yang sudah menjadi candunya.


Leticia, juga membalas se..,sapan yang diberikan Alfonso. hingga saling beradu didalam sana, memutar hingga menyebakan de..,sahan yang terdengar begitu menggoda ditelinga Alfonso.


Dengan, secepat kilat. Alfonso, menggendong Leticia ala bridal style. Leticia, yang terperanjak. segera, mengeratkan tangannya melingkar dileher Alfonso.


Dengan, sangat berhati hati Alfonso mulai naik ke atas tubuh Leticia. agar, tidak menindih perut besar sang istri.


Alfonso, mulai melanjutkan aktivitas disofa yang tadi tertunda. dengan lembut Alfonso, menyentuh bibir tipis milik Leticia. men..,ye..,sapnya dengan lembut dan penuh cinta.


Leticia, membalas. mereka saling bertaut saliva didalam sana. saling melilit hingga menyebabkan suara de..,sahan yang sangat menggoda ditelinga Alfonso.


'' mende..,sah lah.'' Alfonso berkata dengan deruan nafas yang tidak beraturan.sambil menatap dalam sang istri dengan mata yang penuh gelora na..,psu.


Leticia, menggelit, meng..,erang saat Alfonso kembali memberi gigitan gigitan lembut ditelinga miliknya


''Achh..,''pekikan Leticia. seolah sebagai sengatan listri yang mengalir deras ditubuh Alfonso. memacu semangatnya untuk terus memberi sen..,tuhan sen..,tuhan indah nan nikmat.


Alfonso, membenamkan wajahnya kecuruk leher Leticia. lalu, menyapu leher Leticia dengan lembut dan tidak lupa meninggalkan jejak jejak merah dileher jenjang sang istri.


Tangannya, menelusuri ke bagian dada Leticia. Alfonso mere..,masnya dengan lembut dan menjepit ujung yang menonjol dengan dua jari hingga menyebabkan Leticia memejamkan matanya.


Alfonso, mulai mencari pengait bra milik Leticia dan melepasnya kemudian membuangnya kebawah lantai dengan sembarangan.


Dengan perlahan dan lembut Alfonso, menyusuri kebagian dada sang istri dengan penuh berhati hati agar tidak mengganggu keempat janin yang sedang terlelap dalam perut sang istri.


Alfonso, mulai menye..,sap dua buah benda kenyal yang sekarang semakin berisi dan membesar.ala bayi yang sedang kelaparan.

__ADS_1


Sentuhan demi sentuhan Alfonso berikan dengan mesra nan lembut,


Tangannya, menerobos masuk kebawah sana. hingga menyebabkan Leticia mengangkat tubuhnya dan menggeliat.


Dengan, cepat Alfonso melepas piyama yang dikenakan Leticia.Lalu, membuangnya ke sembarang arah.


Alfonso, mulai membenamkan kepalanya dibawah sana.


Tangan Leticia, mulai menarik seprei dengan sembarangan.perpaduan deruan napas Alfonso dan suara de..,sahan Leticia menghiasi kamar mereka yang sepi yang hanya diterangi lampu yang remang remang.


'' SAYANG..,,''suara manja nan indah terus keluar dari mulut Leticia.


''Hmmm..,'' Alfonso berdehem dan terus menye..sap dibawah sana lidahnya memutar hingga masuk kedalam.


Leticia serasa ingin terbang dan benar ada gejolak yang ingin segera tumpah.


'' keluarkan.'' Alfonso berkata. karna ia tau sang istri sudah dipenghujung.


Leticia, menggigit bibir bawahnya, lalu mendengakkan kepalanya.matanya, terpejam tangannya menarik seprei. ada semburan hangat yang tumpah sempurna dimulut sang suami.


Leticia, terkulai lemas. nafasnya masih tersengal sengal karna sesi pemanasan yang Alfonso berikan begitu menguras tenaga.


Setelah, melihat sang istri tumpah dengan sempurna Alfonso berdiri melepas semua bajunya tanpa tersisa sehelai benang ditubunya.


Dengan, lembut Alfonso naik ke atas tubuh Leticia menye..,ntuh dan mereka saling menyatukan bibir mereka.


Tanganya, mengambil miliknya dan dengan lembut menyantukan ke milik sang istri dengan perlahan dan berhati hati.


'' Aku, masuk. kata dokter ini bagus untuk memperlancar jalan lahir. Tapi, kalau kamu cape katakan aku akan menghentikan hmm..,'' Alfonso berbisik ditelinga Leticia.deruan nafas Alfonso membuat Leticia mende..,sah.


Dengan, perlahan Alfonso memaju mundurkan tubuhnya dibawah sana hingga hampir lima belas menit.


''Sayang, aku mau keluar lagi.'' bisik Leticia diselah selah de..,sahannya.


''kita bersama.'' Alfonso menjawab. dan benar leticia serasa ingin terbang ke cakrawala. Alfonso mendengakkan kepalanya ke atas. ada semburan hangat yang saling menyatu, mereka tumpah bersama dan masuk kedalam dengan sempurna.


Alfonso, terkulai lemas disamping sang istri, satu kecupan mendarat dikening Leticia.


'' Terima kasih, sayang. i love you,'' ucap Alfonso.


Leticia tersenyum. dan masuk kedalam dada sang suami.


'' Love you too.''jawab Leticia dan memejamkan matanya. karna pertarungan yang membuatnya lelah. dengan cepat leticia terlelap dalam tidurnya.


(pict google)



Alfonso, menarik selimut menutupi tubuh polos mereka.tanganya memeluk tubuh Leticia. dengan perlahan menutup matanya, menyusul sang istri yang sedang berada dalam dunia mimpi.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sang mafia sekarang saya lagi revisi lagi. semoga lebih baik lagi ya🙏🙏🙏🙏


__ADS_2