
Setelah, bersalaman.Karla, yang sudah sangat lapar menatap ke semua orang.
''Mau langsung makan atau mandi dulu?" tanya Karla.
Steward, yang melihat tingkah sang istri hanya tersenyum dan menggeleng geleng kepalanya.
''Mandi mandi aja dulu. ini badan pada lengket semua, kemarin mandi di rumah sakit enggak benar.'' jawab Leticia. lalu berdiri dari sofa dengan diikuti oleh sang suami berjalan ke arah kamar mereka.
Semua, juga menyetujui pendapat dari Leticia. masing masing masuk ke kamar untuk membersihkan badan mereka.
Para pelayan, sibuk menyiapkan bahan bahan yang tadi dibelanja oleh ke dua pasangan pengantin itu untuk barbique dihalaman belakang.
Setelah hampir dua jam, mereka membersihkan tubuh. akhirnya, sesuai rencana mereka semua berjalan ke arah halaman belakang untuk melakukan barbique.
Leticia, dengan digandeng oleh sang suami perlahan berjalan ke arah halaman belakang.
''Nak, kalau cape istiraat dulu dikamar ini kan masih jam dua siang.'' ucap Felisia, yang melihat sang putri sesekali mengerutkan dahinya.
''Enggak, Mom. Cia, enggak apa apa. hanya terkadang perut Cia seperti kram mengeras gitu.'' jawab Cia, sembari memegang perut bagian bawahnya.
__ADS_1
Alfonso, yang mendengar itu langsung terkesiap.
''Sayang? apa perlu aku telpon dokter Grace ke sini?'' tanya Alfonso, yang penuh rasa kwatir.
Langkahnya terhenti, Ia berdiri menatap wajah sang istri yang sesekali tersenyum tapi menahan sakit.
''Malam saja, bukannya siang dokter Grace dirumah sakit?" jawab Leticia.
''Aku, akan membayar lebih kalau dia benar benar engga bisa datang disiang hari. nunggu malam aku enggak bisa melihat kamu kesakitan seperti ini. atau kita kembali ke kamar saja. biar mommy dan yang lainnya melanjutkan makan makannya.hmmm.'' tanya Alfonso. dan mencoba menundukkan kepalanya agar bisa menatap wajah sang istri.
''Kita, makan sebentar setelah itu biar mereka yang lanjut. kasihan Glen dan Steward yang sudah menyiapkan acara ini untuk kamu.'' jelas Leticia.
Kemudian, Leticia dan Alfonso melanjutkan langkah mereka ke halaman belakang. disana Karla, Stefani dan Nabila. sedang sibuk meracik bumbu untuk barbique. sedangkan para lelaki sibuk menyediakan bahan untuk mulai bakar bakar.
Tampak Andre dan Kevin sedang sibuk bakar daging.
Leticia dengan bantuan Alfonso mendudukkan tubuhnya dikursi, dengan tangan yang terus dipegang diperut bawahnya.
Felisia, yang sudah berpengalaman. karna, telah memiliki tiga orang anak. dia paham penyebab dari keluhan sang putri.
__ADS_1
''Daddy, aku titip willy sebentar.'' ucap Felisia. lalu, memberikan willy ke pangkuan Mason.
''Mommy, mau ke mana?"tanya Mason.
''Mau bikin teh hangat.'' jawab Felisia. lalu segera berjalan ke ruangan dapur untuk membuat teh hangat.
Selesai, membuat teh hangat. Felisia membawah teh hangat yang sudah diletakkan dinapan dan membawanya ke Halaman belakang.
"Nak, ini minum dulu kalau usia kandungan sudah delapan bulan biasanya disebut kontraksi palsu. minum teh hangat ini nak.'' ucap Felisia, sembari memberikan teh hangat untuk sang putri.
'' Terima kasih mom.'' jawab Leticia kemudian menerima teh hangat dari sang ibunda dan meneguknya.
Alfonso, hanya diam tangannya menopang didagunya. hatinya, begitu gelisah ia kwatir kalau sang istri melahirkan sekarang dia akan kesulitan.
Karna, lukanya masih sakit dan susah untuknya bergerak bebas menemani sang istri.
Sesekali Alfonso, menghela napas panjangnya sekali mengusap kasar wajahnya.
Felisia, yang melihat sang menantu Gelisah mencoba menenangkan sembari tersenyum.
__ADS_1
''Cia, tidak kenapa kenapa ini wajar untuk seorang ibu hamil. ini namanya kontraksi palsu perut akan terasa kram dibagian bawah itu hanya sesekali datang. mungkin efek kemarin Cia kelelahan berada dirumah sakit. kamu, tau Nak istrimu sama sekali tidak duduk dan terus saja menangis berdiri didepan pintu menunggu kamu sadar dari koma, menunggu kamu operasi bahkan tidak mau makan sama sekali. ,mungkin karna itu makanya terjadi kontraksi palsu. tapi setelah minum teh hangat ini biasanya akan hilang.'' jelas Felisia, dia berharap sang menantu bisa tenang karna kasihan dia juga butuh pemulihan yang harus jauh dari kata stress.