
"Alejio nama putra pertama kami, artinya pria yang bertahan. dia akan bertahan dalam situasi apapun dia tidak menyerah seperti aku dan Leticia.dia juga singkatan dari nama aku dan Leticia.'' terang Alfonso matanya terus menatap wajah Leticia.
"Alicia nama putri kedua kami, artinya mulia. Alicia juga gabungan dari nama kami berdua. kelak dia akan menjadi wanita yang dimuliakan oleh pasangannya seperti aku muliakan ibu mereka."
"Alonzo nama putra kedua anak ketiga kami, artinya mulia, siap. dia akan siap diwaktu kapanpun dan dimanapun dia juga pria yang mulia. namanya persis nama aku, begitu juga artinya sama dengan arti nama aku. Sedangkan, putri bungsuku bernama, Alisha artinya yang dilindungi Tuhan. kelak disetiap langkahnya Alisha akan selalu dilindungi Tuhan.'' Alfonso menyebut nama anak anaknya satu persatu dengan terus tersenyum pada Leticia,
'' Harapan Cia, kelak mereka berempat bisa saling menjaga, dan melindungi." tambah Leticia lagi.
Semua, yang berada diruangan itu diam. mereka, mendengar setiap arti dari nama itu. namun, beda dengan Felisia yang merasakan ada keanehan dari nama yang dipilih oleh Leticia. Felisia, merasa Leticia seperti mendoakan anak anaknya untuk kuat dan siap menerima kenyataan dalam situasi apapun.namun, dengan cepat Felisia menepis pikiran buruk itu.
"Sudah, mommy mau lihat cucu cucu mommy dulu.'' sambung Felisia, lalu menarik tangan Mason untuk pergi melihat cucu cucunya yang berada di ruang nicu.
Karla dan Stefani, juga menyusul Felisia dan Mason yang sudah lebih dulu berdiri di depan ruangan nicu, "Daddy, lihat cucu cucu kita mereka sangat lucu." ucap Felisia tersenyum bahagia.
Air mata, Mason seketika jatuh membasahi pipinya , saat melihat ke empat cucunya sedang berbaring menikmati hangatnya lampu inkubator, ada rasa penyesalan amat terdalam di hatinya, " maafin grandpa hampir saja mencelakai kalian, grandpa berjanji akan berusaha menjadi kakek yang baik untuk kalian berempat." batin Mason sembari menyeka air matanya.
Felisia, menepuk bahu Mason dia tahu Mason sedang menyesali perbuatannya dimasa lalu, "daddy," panggil Felisia, "iya, mom maaf daddy berdosa terhadap mereka." ujar Mason penuh penyesalan, Felisia mengangguk, '' sudah semua sudah berlalu, sekarang saatnya kita menjadi kakek dan nenek yang baik untuk mereka,'' tukas Felisia.
Fani dan Karla juga tidak kalah heboh, mata karla terus menatap keempat ponakannya dari balik kaca.
''Fan, lihat mereka berbaring bersama.'' panggil karla pada Stefani.
''Iya, mereka sangat menggemaskan.'' jawab Stefani.
Glen, Gareth, Andre , dan Steward juga menyusul ke ruangan nicu. mereka tersenyum ketika melihat anak anak Alfonso, apalagi Aleijo yang begitu aktif menggerakkan tubuh kecilnya sembari mulutnya menyesap jari jempol kecilnya.
__ADS_1
''Aleijo, sangat mirip dengan Alfonso, dia tidak bisa diam,'' celetuk Garet.
''Lihat, saja Alicia begitu tersiksa dengan tingkah Aleijo.'' sahut Andre.
''Bagaimana masih ingin memperpanjang masa jomblo?" celetuk Glen. berjalan mendekati kedua sahabatnya yang heboh melihat anak anak Alfonso.
''Ah.., lu Glen,'' sergah Gareth, ''aku masih cari yang cocok,'' sambung Andre.
Steward hanya mengangkat bahunya saat mendengar kedua sahabat mereka masih bingung untuk menentukan kapan mengakhiri masa jomblo mereka.
*****
Di ruang perawatan Leticia meringis saat hendak menggerakkan tubuhnya, '' kenapa sayang, sakit?" tanya Alfonso. tangannya menyentuh luka bekas operasi Leticia. ''iya, terasa nyeri saat bergerak,'' ringis Leticia.
Alfonso, menarik napas panjang, bibirnya menyentuh kening Leticia, '' maafkan aku sudah membuat kamu menderita,'' bisik Alfonso.
Alfonso tersenyum, "apa perlu aku panggil dokter ke sini?" tanya Alfonso yang tidak tega melihat Leticia menahan sakit diperutnya. '' Tidak perlu ini wajar untuk wanita yang baru selesai operasi.'' jawab Leticia lagi.
Setelah, melihat anak anak Alfonso Stefani yang sudah lelah meminta Glen untuk pulang istirahat di apartemen begitu juga dengan Karla dan Steward mereka juga pamit pulang karena hari sudah malam.
"Cia, aku dan Glen pulang dulu kamu cepat pulih biar bisa cepat pulang ke mansion.'' pamit Stefani.
''Terima kasih, sudah langsung mampir ke sini,'' jawab Leticia tersenyum
''Al, aku pulang dulu,'' pamit Glen.
__ADS_1
''Terima kasih.'' jawab Alfonso.
Karla, datang mendekati Leticia menautkan pipinya dengan pipi Leticia, '' Kakak, aku pulang dulu tadi kata dokter anak anak kakak sehat, jadi kemungkinan besok sudah pulang.'' ucap Karla.
''Terima kasih, sana pulang banyak istirahat kamu juga jangan terlalu cape."jawab Leticia panjang lebar.
Alfonso, tertawa ketika melihat Leticia menasihati Karla.
''Al, aku dan Karla pulang dulu.'' pamit Steward.
''Oke, terima kasih.'' jawab Alfonso sembari tersenyum
Setelah berpamitan kedua pasangan suami istri itu akhirnya pulang untuk beristirahat.
Gareth dan Andre juga berpamitan untuk pulang karena tubuh mereka juga sudah sangat cape.
Felisia dan Mason juga pamit pulang ke mansion. Felisia, tidak tega karena willy sejak sore ditinggal bersama babbysitter di mansion Alfonso.
''Nak, mommy dan daddy juga pulang dulu kasihan adekmu.'' jelas Felisia
''Iya, mommy enggak apa apa ada Alfonso yang menemani aku dan anak anak disini.'' jawab Leticia tersenyum.
''Daddy, pulang ya sayang.'' pamit Mason. seraya tangannya menyentuh kepala putrinya.
Leticia tersenyum, ''baik daddy.'' jawab Leticia.
__ADS_1
****