SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
CLARINDA


__ADS_3

Kevin Yang dulu nya malas bangun pagi sekarang telah berubah. Setiap malam, Baby Clarinda bangun untuk Asi. Kevin juga ikut bangun menemani Nabila dan Clarinda.


''Sayang, jangan usilin.'' tegur Nabila.


Tetapi, Kevin terus saja menggoda. Dengan menempelkan hidungnya di pipi Nabila sembari melirik ke arah Clarinda.


Clarinda yang awalnya menyesap sangat cepat, akhirnya melepaskan pe*t*l Nabila. bibirnya mulai manyun ke depan dan benar saja dugaan Kevin, Clarinda langsung menangis.


''Tu kan enggak mau susu lagi.'' sambung Nabila.


Dengan cepat Kevin turun dari tempat tidur '' sengaja, biar nangis.'' jawab Kevin.


Nabila hanya menggelengkan kepalanya dengan menarik napas panjang.


''Ayo, main sama papah,'' ajak Kevin.


Tangan Kevin meraih Clarinda dari gendongan Nabila. Clarinda yang tadi menangis histeris langsung diam.


''Ya, udah kamu tidur aja biar aku yang bermain dengan Clarinda.'' ucap Kevin


''Enggak, aku belum ngantuk.'' jawab Nabila sembari tersenyum.



''


''Kenapa, kesal ya kalau di goda papah? ngambekan anak papah.'' Kevin mengajak Clarinda bicara.


Bayi kecil itu seakan mengerti akan cinta Kevin yang tulus untuk dirinya dan Nabila. Dia membalas dengan tersenyum pada Kevin yang membuat Kevin gemas.


Begitu juga dengan Kevin dia sekarang memutuskan kerja dari Mansion. agar bisa memiliki banyak waktu untuk Nabila dan Clarinda.


Kevin juga selalu merindukan Clarinda kalau berada di luar terlalu lama.


Setelah bermain hampir dua jam. Akhirnya, Clarinda pun terlelap didalam gendongan Kevin dengan menempelkan kepalanya di dada Kevin.


Dengan perlahan Kevin membaringkan Clarinda di samping Nabila. Karena, memang mereka tidur bersama Clarinda. Kevin tidak mau Clarinda tidur sendiri di box bayinya.


Setelah Clarinda di baringkan. Kevin berjalan ke arah sofa memanggil Nabila untuk duduk bersama dirinya disana.

__ADS_1


Nabila yang memang belum mengantuk menurut, berjalan ke arah sofa untuk duduk bersama Kevin.


''Duduk sini, sayang.'' pinta Kevin menepuk nepuk sofa disampingnya.


Nabila duduk disamping Kevin dengan menyenderkan kepalanya di dada Kevin. Tangan Kevin mengelus rambut Nabila.


''Besok, kita ke dokter cek kondisi Clarinda sekalian aku mau tanya apakah kita sudah bisa bulan madu atau belum?" ucap Kevin.


''Iya, aku juga berpikir seperti itu.'' jawab Nabila.


''Maaf, aku tidak memaksa kalau memang belum bisa. Aku, akan setia menunggu, hmm.'' ujar Kevin.


Bibir mereka mulai saling berdekatan, dengan perlahan Nabila mulai menutup matanya. Kevin mulai menyesap bibir Nabila dengan lembut. setelah beberapa menit menyesap bibir Nabila. Kevin melepaskan tautan bibir mereka dan mendaratkan satu kecupan di kening Nabila.


''Ayo, tidur.'' ajak Kevin.


Nabila menggeleng. '' aku belum mengantuk.'' Nabila mengangkat wajahnya dan menatap Kevin dengan tatapan sendu.


''Kenapa? '' ujar Kevin tertawa


''Maaf, sudah membuat kamu menunggu lama.'' lirih Nabila.


''Aku, enggak apa apa.lagian Clarinda masih kecil.'' goda Kevin berkedip.


''Bikin adik Clarinda.'' jawab Kevin tersenyum nakal.


Mendengar ucapan Kevin pipi Nabila merona.'' sayang! " pekik Nabila.


Kevin, tertawa membawa Nabila ke dalam pelukannya. '' jangan merasa tidak enakan, aku tidak akan pernah berubah, hmm.'' jelas Kevin.


Nabila, mengangguk.


Setelah memiliki waktu berdua. Kevin mengangkat tubuh Nabila ke arah ranjang. lalu, membaringkan dengan perlahan di sisi kiri Clarinda.


''Sweet dream, sayang.'' ucap Kevin mengecup kening Nabila.


''You too.'' jawab Nabila tersenyum.


Kevin berkedip lagi lalu berjalan ke arah sisi kanan ranjang untuk melanjutkan mimpi mereka.

__ADS_1


********


Nabila seperti biasa selalu bangun lebih dulu untuk menyiapkan sarapan pagi mereka. Walaupun, di Mansion ada pelayan dan koki. Tetapi, Nabila lebih memilih memasak sendiri dan merawat anaknya sendiri.


Kevin masih terlelap disamping Clarinda. Gadis kecil itu baru saja selesai Asi lagi, sebelum Nabila keluar untuk masak. Jadi, tidurnya sangat pulas.


Namun, alarm pagi berbunyi membangunkan Clarinda.


''Oek oek oek.'' Clarinda histeris


Kevin yang masih pulas langsung bangun dari tempat tidur dan menggendong Clarinda.


'Anak papah sudah bangun?" tanya Kevin. tangannya menggendong Clarinda dari tempat tidur.


Nabila yang sedang berada di dapur tidak mendengar karena sedang berkutat dengan alat dapur.


Kevin segera menggendong anaknya berjalan ke luar ke arah dapur menemui Nabila.


''Mamah! aku uda bangun.'' panggil Kevin.


Nabila menoleh ke arah Kevin sembari tersenyum. Nabila sangat bersyukur dengan Kevin yang sangat menyayangi Clarinda.


"Lho, uda bangun? baru saja minum susu." jawab Nabila


"Alarmnya banguni aku sama papah." jawab Kevin sembari menatap Clarinda.


''Iya, bentar ya sayang. Mamah, siapin sarapan Papah duyu.'' jawab Nabila. tangan nya lincah menempelkan keju diatas roti.


''Aku, yang mandiin aja ya sayang.'' ijin Kevin.


''Iya, sayang.'' jawab Nabila.


Kevin memang dari awal Clarinda lahir hingga Clarinda sebulan ini. Kevin yang selalu memandikan Clarinda. Kecuali, kalau dia ada kerjaan di luar barulah Nabila yang mandiin.


''Ayo, kita main air.'' ujar Kevin sembari mengajak putri kesayangan nya kembali ke kamar.


Pipinya terus saja ditempelkan di pipi Clarinda yang gembul. Kevin sangat mencintai Clarinda layaknya dirinya yang ayah biologis Clarinda. Kevin ingin membuktikan semua janji nya pada Nabila, Saat dirinya meminta Nabila untuk menerima dirinya menjadi suami sekaligus Ayah lahir bagi Clarinda.


*****

__ADS_1


Hai kakak kakak semua apakabar? selamat tahun baru buat semuanya. semoga tahun 2022 kita semua semakin lebih baik dari Tahun 2021.


Terima kasih, masih bersama Alfonso family hampir 6 bulan iniπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2