
Leticia dan Alfonso.duduk berdua diruangan itu, Leticia yang masih kesal, hanya berdiam diri. beda dengan Alfonso, yang yang fokus dengan ponselnya.Alfonso mengirimkan pesan ke Glen, meminta mereka untuk pergi melihat persiapan di hotel.
Leticia, sesekali melirik ke arah Al. yang sibuk dengan ponselnya.saat ponselnya berdering Al berdiri dari kursinya dan menerima panggilan telpon sedikit jauh dari arah Cia.
Panggilan, dari Ethan. yang mengabarkan kalau hubungan Cia dan Al, telah didengar oleh Mason.tapi, mereka belum tau tindakan Mason selanjutan. saat ini, anak buah Etan masih trus memantau markas sergio yang saat ini sudah menjadi markas Mason.
Al, melihat ke arah Cia dan tersenyum. lalu, kembali fokus ke ponselnya.
"Ya, sudah. kalo memang keadaan memaksa bunuh saja atau tangkap dia, ingat jangan sampai dia merusak pernikahan saya."ucap Alfonso.
Leticia yang mendengar Al mengatakan membunuh dan tangkap. mengerutkan dahinya.
setelah, mengakhiri panggilan. Al, kembali berjalan ke arah Cia menghela napas panjang dan duduk disamping Cia . tangannya dilingkarkan ke pinggang Cia, Al menyenderkan tubuhnya yang kekar ke tubuh Leticia yang kecil. lalu Al memejamkan matanya.
Hmmmm...,Al berdehem .
"Sebenarnya siapa kamu? dan apa yang menyebabkan kamu seperti ini. kalo melihat wajahmu saat ini. aku tidak bisa mengingkari perasaan aku. tapi mengingat perlakuan kasarmu. aku sedikit meragukaan kamu.maafkan aku kalo kamu memaksa menikah dengan aku. kamu pasti akan terjebak dalam kehidupanku."batin Cia.
Al, yang sangat terbeban dengan dua perasaan yang lagi bertentangan membuat otaknya sedikit bekerja lebih keras lagi.
Cia, yang sedang memandangi wajah Al saat tertidur pulas, tidak menyadari kalo Spg nya sudah datang dan berdiri disamping sofa mereka duduk. dengan membawa beberapa gaun pernikahan dan stelan pria.
"Non, maaf ini gaunnya."ucap Spg nya.
Leticia tersadar dari lamunannya.
"Oh, iya letakkan disitu saja. nanti akan saya coba." ucap Cia.
Setelah, meletakkan baju di atas lemari khusus gaun. sebelah Cia dan Al duduk, Spg berjalan keluar dari ruangan itu.
Cia, membangunkan Al. yang sudah tertidur diatas bahunya.
"Al. bangun."ucap Cia.sambil menggerak bahunya perlahan.
Tapi, Al sama sekali tidak bangun. malah makin merapatkan tangannya ke pinggang Leticia.
Leticcia, yang merasa pinggangnya susah digerakan. mulai mencari ide bagaimana caranya membangunkan Al.
"Ya, sudah. kalo tidak bangun. saya akan pergi dan pernikahan kita dibatalkan ."ucap Cia.
Al, yang tadi tertidur hingga mendengkur. seketika, bangun dan melepaskan pinggang Cia.
"Mana, bajunya. "sambil mengucek matanya.
"itu bajunya sudah datang."jawab Cia sambil menunjukkan ke arah lemari
Al, berdiri dari dudukan nya lalu berjalan ke arah lemari, dimana baju diletakkan. mengambil gaun berwarna putih lalu memanggil Cia.
Saat ini, Al brtindak layaknya seorang desainer terkenal.
"Coba, kamu kenakan ini." ucap Al.
Cia, hanya menurut dan berjalan mendekat ke arah Al. menerima
gaun yang dipegang Al.berjalan ke kamar pas. Cia mulai mengenakan gaun berwarna putih pilihan Al.tapi, tangannya yang susah menarik resleting. terpaksa memanggil Al.
"Al, tolong aku ." panggil Cia dari kamar pas
Al, yang kwatir terjadi apa apa dengan Cia dengan cepat berjalan ke kamar pas.
__ADS_1
"Cia, kamu ng kenapa kenapa kan?."tanya Al. dari balik pintu
"Ng, aku ng kenapa kenapa. tapi bisa kah kamu tolong menarikkan resleting gaunku. aku susah menariknya."jawab Cia.
Mendengar Cia, yang baik baik saja . Al menghela napas panjangnya. dan berjalan masuk ke kamar pas.mata Al membulat melihat Cia yang begitu cantik, menelan saliva dengan kasar. Al berjalan mendekat ke arah Cia, bukannya bantu menarik Resleting gaun.tapi tangannya melingkar ke pinggang Cia.
"Kamu, sangat cantik."ucap Al.
"Al, tarik resletingnya. bukan malah kamu memeluk ku."protes Cia.
"Maaf aku tidak bisa menahannya. ingin rasanya saat ini juga aku membawa kamu ke depan Altar."ucap Al. sambil menarik resleting gaun Cia.
Mendengar ucapan Al , Cia terrsenyum dan menggeleng.
"Apa, kamu sanggup menjalankan kehidupan dengan aku? karna , aku takut kamu akan menyerah ditengah jalan."mengatakan itu Cia menunduk.
Al, yang mendengar ucapan Cia. menarik tubuh Cia kepelukannya. menatap sesaat dan kembali memeluk lagi.
"Aku yakin, kamu yang akan membawa aku ke cahaya itu.kamu satu satunya, bahkan jika aku kehilangan segalanya. aku tidak menyesal aku mencintaimu." ucap Al. dan sesaat melupakan permusuhan antara dirinya dan Mason.
"Aku harap keyakinanmu, tidak menyakiti salah satu diantara kita."jawab Cia. dan mereka saling melepaskan pelukan mereka.
Cia berjalan keluar dengan gaun putih yang dipakenya ke ruangan depan dimana tadi mereka duduk.
Alfonso melihat dengan seksama dan menyetujui kalo dipernikahan mereka Cia akan menggunakan itu. dan baju lamaran Cia dan Al sepakat memilih gaun berwarna gold.
Selesai menentukan gaun dan jas yang akan digunakan esok dan lusa. nyonya Claire datang, dan Al menunjukkan gaun mana saja yang akan mereka gunakan.setelah deal dengan semuanya Al dan Cia pamit pulang.
Hari sudah menunjukkan pukul 7 malam waktu Spanyol. Al dan Cia,masuk ke dalam mobil dan meneruskan perjalanan mereka ke toko perhiasaan langgangan Alfonso juga.
Setibanya diMall yang dimaksud. Al dan Cia turun dari mobil. Al, menggandeng tangan Cia dan berjalan ke arah Mall dan menuju toko perhiasan yang desainnya sangat dikenal di Spanyol.
Al, yang mendapat sambutan hangat dari sang pemilik toko tersenyum.Cia, merasa heran kenapa Alfonso begitu terkenal hampir diseluruh Spanyol.
"Apa, iya pesona seorang presdir segitunya? terkenal dimana mana.bahkan dia perlakukan orang seenaknya?"batin Cia. yang penasaran dengan sosok Alfonso.
"Ada apa, tuan. datang ke tempat saya, kenapa tidak menelpon saja biar saya yang datang ke tempat tuan." sambung Calvaro lagi.
"kebetulan saya, dan calon istri saya. lewat sini jadi sekalian mampir, dan ini juga saya butuh untuk besok dan lusa." jawab Alfonso.
"Silahkan, duduk dulu tuan."sambil memberikan kursi pada Cia dan Al duduk.
"Tuan, jadi saya perlu desain perhiasaan yang baru ? "jawab Calvaro lagi.
"kalo tidak memakan waktu lama kamu harus desain khusus."jawab Al.
"saya, jamin. tidak akan lama. mungkin besok pagi2 akan saya antar kan ke tempat tuan."jawab Calvaro lagi.
Al dan Cia menyetujui saran Calvaro. Al memberi gambaran perhiasaan yang akan mereka pake dipernikahan dan pertunangan mereka. Calvaro mengangguk mengerti.
"Ok, baik tuan. akan saya kerjakan sekarang. nanti, besok pagi saya segera antar ke tempat tuan."ucap Calvaro.
Karna, sudah deal. didesain baru dan esok pagi akan diantarkan Calvaro ke Mansion milik Al. Cia dan Al, pamit pulang.
Sepanjang perjalan didalam Mall, Al tak henti hentinya menggoda Cia, sesekali mencium punggung tangan Cia.dan terus menggandeng tangan Cia.Alfonso seolah melupakan predikat mafianya.
Cia, yang merasa tidak nyaman diperlakukan Al seperti itu menolak tapi tidak dihiraukan Al.
kriukk...., kriuk..., kriuk...,
__ADS_1
Perut Cia berbunyi. Al tersenyum pada Cia.
"Kamu lapar? kita makan dulu. diresto itu sangat enak."Al menunjuk ke arah resto Steak.
Leticia, yang tidak bisa menahan lapar lagi tersenyum menunjukkan deretan gigi putihnya.dan menurut Al.
Mereka berjalan ke arah resto Steak, saat tiba didepan pintu masuk. semua mata melihat ke arah mereka. ada yang mengambil gambar Cia dan Al secara diam diam. Al membiarkan mereka mengambil gambar sesukua mereka.karna, anak buahnya berjaga dari kejauhan melihat kalo ada yang mencurigakan akan mereka bertindak.tapi, sejauh ini semua masih dibatas wajar. mengingat Cia seorang model terkenal jadi masih dimengerti oleh Alfonso.
Cia dan Al, disambut pramusaji. membawa mereka ke ruangan Vip.
Al, menarik kursi mempersilahkan Cia untuk duduk.lalu, menarik kursi untuk dirinya duduk.
Daftar menu datang, Al dan Cia memilih menu.setelah, beberapa menit pesanan mereka datang. Al dan Cia makan. saat makan lelehan saus Steak terkena menetes di pinggir bibir Cia. dengan cepat Al mengambil tissu lalu membersihkan mulut Cia dengan tissu.
Cia, tersipu malu. dan melanjutkan makannya.selesai makan. Al mengambil rokoknya. Cia yang melihat. mengerutkan dahi.Al yang tidak menyadari itu terus mengambil sebatang.
"Al, aku keluar dulu. kalo kamu mau merokok."ucap Cia. sambil berdiri.
"Lho, kenapa? kalo kamu tidak suka saya merokok, ng apa apa saya tidak akan merokok."jawab Al. dan menyimpan kembali rokoknya.
"Maaf, aku hanya tidak bisa terkena asap rokok."ucap Cia.
Karna tidak ingin debat. Al, berdiri dan berjalan ke arah kasir, setelah bayar. Cia dan Al meninggalkan resto.
Al, dan Cia berjalan ke arah parkiran mobil.Al, membukakan pintu mobil ke Cia, setelah masuk pintu mobil ditutup lagi. Al, menginjak pedal gas mobil, dan melaju dengan kecepatan sedang menuju rumah Cia.
Dalam perjalanan, Al yang masih penasaran dengan kejadian di resto.
"Kenapa, tidak bisa terkena asap rokok?" tanya Al. tapi, pandangan nya masih fokus didepan jalan.
"Tidak, tidak kenapa kenapa. hanya saya, tidak bisa menghirup asap rokok." jawab Cia.
Al, berbalik ke arah Cia.lalu, fokus lagi ke jalanan.
"Beri saya alasan yang tepat. dan bisa masuk diakal.jangan menutupi sesuatu dari saya, karna saya akan marah. bahkan, lebih dari marah kalo saya mengetahui dari orang lain."Ucap Al. dengan tatapan dinginnya.
Cia terdiam sesaat. matanya berkaca kaca. Al, yang menyadari itu, mobilnya dipinggirkan ke tepi jalan.melepas seatbeltnya Al melihat ke arah Cia.
"Katakan sejujurnya, karna aku tidak suka ada kebohongan diantara kita. ingat satu kebohongan akan mendatangkan kebohongan yang lainnya."ucap Al.
Tapi, tidak dijawab Cia. air matanya yang ditahan akhirnya menetes juga. cia, terisak. Al, yang tidak bisa melihat wanitanya menangis. memukul ke arah stir mobil hingga menyebabkan klakson berbunyi.
Cia akhirnya pecah dalam tangisnya.
"Aku, mau menikahi kamu. tapi, aku ragu kamu akan meninggalkan aku kalo tahu apa yang aku derita." ucap cia terbata bata.
"Apa maksudmu, Leticia virginia Mason?" Ucap Al. dengan Nada yang meninggi naik satu oktaf.
Karna, menunggu cia yang tidak kunjung jawab, Al melajukan mobilnya dengan kencang bahkan melebihi kecepatan tinggi.mobil tiba didepan rumah Cia. Al turun dari mobil dan membukakan pintu untuk Leticia.
Cia, yang sudah ketakutan sejak tadi di perjalanan. dengan cepat turun dari mobil.Al, kembali ke mobilnya masuk dan duduk. menurunkan kaca, Al masih melihat ke arah Cia.
" Masuk dan istirahat, esok kita akan adakan pertunangan.kamu, jangan sampe lelah."ucap Al. lalu meninggalkan rumah Cia.
Karna Al sudah pergi, Cia masuk kedalam rumah, langsung menuju ke kamar miliknya.
Alfonso, yang masih memikirkan Jawaban Cia yang menggantung, membuat Alfonso melaju dengan kecepatan tinggi.menuju markas yang sudah ditungguin oleh teman temannya.
Bremmm...,
__ADS_1