SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
kembali ke Mansion


__ADS_3

Karna lelah dengan pembobolan gawang semalam, membuat Al dan Cia bangun ke siangan.


Alarm berbunyi berulang kali. tapi, sama sekali tidak didengar oleh sepasang suami istri ini. sesaat Cia melengguh memeluk suaminya.


Seperti biasa tidur Cia tidak bisa diatur, selimutnya sudah terjatuh di bawah. tapi, saat ingin mnggerakkan kakinya. Cia merasakan pahanya sulit digerak kan.


Karna kedua pahanya yang sangat sakit, dan tubuhnya lengket semua memaksa Cia membuka mata yang masih ngantuk.


Perlahan Cia menggerakkan kaki nya, tapi terasa aneh dibawah sana, berlendir dan lengket.


"Ahh..., apa yang terjadi." umpat Cia yang melupakan pertempuran sengit semalam.


Karna pahanya yang sulit digerakkan dan Cia sudah kebelet mau ritual pagi. dengan terpaksa Cia membangunkan Alfonso suaminya.


"Sayang, ayo bangun. sudah siang."Ucap Cia sambil menggerak kan tubuh Al pelan dengan suara rengekannya.


"Hmmmmm." Al melengguh matanya masih belum mau dibuka.


"Sayang... aku ng isa gerakkan pahaku.bantu aku." ucap Cia. sambil terus menggerakkan lengan Alfonso.


Al, yang mendengar Cia mengeluh kalo pahanya susah digerakkan. terbangun dan duduk ditepi ranjang.


Matanya membulat saat melihat, tubuhnya Cia yang polos tanpa sehelai apappun begitu juga dirinya.


Dan Al semakin tersenyum saat melihat seluruh tubuh Cia penuh dengan kissmark.


Cia yang merasa aneh dengan tingkah Al.seperti singa lapar yang akan siap menerkam dirinya. dengan secepat kilat, menunduk melihat ke dada dan tubuh bagian bawahnya Mata Cia membulat saat mengetahui tubuhnya penuh kissmark.


Dengan Cepat Cia menarik selimut menutupi tubuhnya.


"Sayang..., apa apaan ini ?" ucap Cia. kesal.


Al tersenyum.


"Ini cinta sayang." jawab Al. merapatkan tubuhnya dan memeluk tubuh Cia.


Cia menunduk, malu.


"kamu dimasa subur. anak kita akan segera datang." bisik Al.


Cia semakin kaget.


"Secepat itu?" jawab Cia dengan penasaran.


Sekilas berpikir, masa iya melakukan semalam langsung hamil.lalu, Cia menghempaskan pertanyaan di otaknya.


"Ini gimana, aku mau ke kamar mandi tapi pahaku sulit digerakkan semuanya sakit, ada yang lebih aneh dibawah sana seperti berlendir dan lengket."Ucap Cia. dengan pukulan manja di lengan Alfonso.


Karna mendengar Cia akan ke kamar mandi dan melakukan ritual pagi. dengan sigap Al bangun dari ranjang, menggendong Cia dengan tubuh mereka yangg masih polos berjalan ke kamar mandi.

__ADS_1


Al mendorong pintu kamar mandi dan masuk mendudukkan Cia, lalu Alfonso berjalan ke bathup menyalahkan air hangat di bathup dan mencampurkan minyak esense dan aroma therapy ke dalam bathup.


"Sudah, selesai." tanya Al. ke Cia.


"hmmm."jawab Cia karna masih menggosok giginya.


Setelah melihat Cia selesai menggosok giginya, Alfonso berjalan mendekati Cia.


Lalu, menggendong Cia. masuk ke dalam Bathup.


"berendam, sebentar disini didalam air hangat , tubuhmu akan terasa lebih enakan." ucap Al.


Cia, mengangguk. mulai merendamkan diri dalam bathup.


Alfonso, memilih mandi di shower.


Setelah mandi Al, berjalan keluar terlebih dahulu ke kamar.


"Berendam saja dulu, biar tubuhmu lebih enakan. aku menunggu dikamar." ucap Alfonso. dan keluar berjalan menuju kamar.


"Hmmm." jawab Cia sambil menempelkan busa di lengan dan tubuhnya.


Al, mengenakan bajunya. setelah selesai mengenakan baju, Al berjalan ke arah ranjang. melipat selimut dan mengambil piyama mereka yag semalam dilempar oleh dirinya sembarangan ke lantai.


karna tidak ingin bekas bercakan dilihat orang oraang lain. Al, memilih merapikan seprei sendiri.


Al, tersenyum. saat matanya melihat ke arah seprei yang terdapat bercak merah dari hasil pembobolan gawang semalam. Al, menaikkan alisnya lalu menggelengkan kepala. sambil menyimpan seprei kedalam koper baju miliknya. yang akan dibawa pulang ke Mansion.


Cia, selesai mandi dan keluar dari kamar mandi berjalan menuju kamar. sementara mengenakaan pakaiannya.


"Ayo, sayang makan. kamu sudah harus minum obatkan." panggil Alfonso.


"iya, sebentar aku ambil obatku dulu." jawab Cia dan berjalan ke arah lemari.


"Sudah disini obatnya.sudah aku siapkan." jawab Al sambil menarik kursi dan mengambilkan piring lalu menaruh sarapan Cia dipiring dan meletakkan lagi di meja.


Cia datang, dan mendudukkan tubuhnya dikursi yang sudah disediakan Alfonso.


Al, menarik kursinya dan duduk bersebelahn dengan Cia.


Mereka mulai sarapan pagi tanpa suara. setelah selesai sarapan.


Seperti biasa Al menunggu Cia meminum obatnya.


"Sayang, kita akan segera pulang ya ke Mansion.karna aku akan ada kerjaan sebentar diluar." ucap Al, sambil menunggu Cia minum obat .


"Iya, aku akan menyimpan baju baju di koper dulu." jawab Cia.


"Uda aku simpan semua. tapi coba kamu periksa lagi takut nanti ada yang tertinggal," jawab Al, sambil menatap Cia.

__ADS_1


Cia, yang risih karna terus di lihat Al mengerutkan dahinya.


"Kamu kenapa menatap aku seperti itu. bikin ng nyaman." ucap Cia dengan memasang wajah kesal,


"Itu lehermu sayang merah sekali." Jawab Al sambil tersenyum nakal.


Cia yang mendengar kata leher merah langsung memegang lehernya dan berjalan ke arah cermin.


"Sayang, apa apaan ini."gerutu Cia . sambil menggosok lehernya.


Al, yang melihat tingkah Cia menggosok kissmark dilehernyaa hanya menggelengkan kepalanya.


"Itu, hal biasa sayang.uda santai aja." jawab Al.


Cia, yang melihat. Al santai, langsung memutar mata malasnya.


*****


Setelah memastikan, semua tidak ada yang ketinggalan . Al dan Cia berjalan keluar dari kamar hotel menuju Lobby.


Al membuka pintu kamar, dan menyuruh salah satu anak buahnya untuk membawa koper mereka ke mobil.


"koper nya dimasukkan ke bagasi mobilku aja." ucap Al,


"Baik tuan." jawab salah satu anak buahnya.


Cia, dan Al berjalan masuk ke dalam lift. menuju lobby hotel.


Seperti biasa hari ini Al menggunakan mobil hitam klasik keluaran terbaru di spanyol.yang sudah terparkir didepan lobby hotel.


Semua karyawan hotel menundukkan kepala saat melihat Al dan Cia keluar dari pintu lift menuju lobby hotel.


Cia, mrngerutkan dahinya bingung kemarin ke dokter, dengan mobil lain hari ini lain lagi.


"Emang seberapa kaya dia ini." batin Cia,



Al, membuka pintu mobil untuk Cia menunggu Cia masuk dan duduk dikursi depan. dan Al, kembali menutup pintu mobil dan berjalan ke arah pintu bagian kemudi.


Setelah, sabuk pengaman terpasang. Al, menginjak pedal Gas melaju dengan kecepatan sedang menuju Mansion miliknya.


*****


Dimansion, semua pelayan sibuk didapur. ada beberapa Chef sibuk masak. dan pramusaji yang sibuk menata makanan dihalaman belakang Mansion.yang sudah didekor oleh Glen dan teman teman.


Menyambut kedatang pasangan pengantin baru, yang baru saja selesai bulan madu.


Dipintu depan Mansion tertulis.

__ADS_1


Welcome to home.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ***...


__ADS_2