
''Sekejam itu?'' tanya leticia sambil menitikkan air matanya.``
''Hmmm..."Alfonso hanya berdehem.
''Wanita?'' sambung leticia lagi.
''Maafkan aku, karena waktu itu aku tidak bisa mengendalikan emosi. Saat melihat Sergio didepanku, dan bayangan ibuku diperkosa terus menghantui pikiranku. Karena itu, aku minta maaf,'' jawab Alfonso, tangannya meraih kedua tangan leticia digenggamnya dengan erat lalu mencium begitu mesra.
Malam semakin larut, namun pengakuaan Alfonso tak kunjung usai. Wanita yang sedang hamil muda itu, masih setia disampingnya, sama sekali tidak menunjukkan rasa lelah atau marah. Karena, mafia ini benar benar pintar mengambil hati.
Alfonso yang merasa beruntung memiliki leticia yang mau mendengarnya. Terus tersenyum dan menceritakan kisahnya demi kisahnya hingga tidak satupun ia tutupi untuk wanita yang saat ini sedang mengandung keempat anaknya.
''Terus?" tanya leticia lagi dengan memasang wajah serius.
Alfonso , menatap wajah leticia.
'Dan, waktu aku pamit ke California, aku memutuskan untuk tidak membunuh Karla. Tapi, aku hanya membunuh Blake. Karla menanda tangani surat perjanjian untuk tidak balas dendam apalagi muncul dan mengganggu keluargaku, karna karla setuju akupun mengijinkan dia dengan ditemani Gareth ke korea untuk melakukan operasi wajah di dokter Lee," jelas Afonso.
''Dan?" tanya leticia lagi.
__ADS_1
''Sekarang dia, bekerja di markas aku yang dicalifornia, dan aku mendapat info kalau sekarang karla dan steward sudah menjalin hubungan yang serius. Mereka akan segera menikah," jawab Alfonso lagi.
''Aku bisa menemui dia?'' tanya leticia yang membuat Alfonso terkejut.
''Tidak masalah, tapi sebelum kamu menemui dia. Kamu harus tau siapa dia. Agar tidak terjadi salah paham diantara kalian berdua," jawab Alfonso dengan seriius.
''Apa, itu harus?'' tanya leticia dengan penuh rasa penasaran.
''Harus! Karena, dia anak sergio. Kamu tau siapa istri sergio ibu dari Karla? Kalau, kamu tau aku harap kamu akan tetap tenang seperti ini. Jangan stress ataupun marah ingat dalam kandunganmu ada anak anak kita," jelas Alfonso.
''Baik.'' jawab leticia singkat, yang membuat Alfonso ragu.
''Hmm...tidak masalah. Aku sudah melupakan siapa ibuku.Lagian ibu tidak peduli dengan aku. Anggap aja aku bukan siapa siapa dari ibu. Jangan pernah kamu berkata jujur ke karla kalau aku kakak dari dia. Kamu bisa janji itu,'' tanya Leticia dengan serius. Wajah leticia terlihat sangat sedih, ketika mendengar felisia menikah dan memiliki anak lagi. Tapi, dia sudah iklas menerimanya. Lagian leticia sudah berjanji tidak marah.
Alfonso, yang menyadari istrinya sedang sedih, segera memeluk tubuh leticia semakin ke erat ke dalam dadanya.
''Jangan, sedih. atau merasa tidak memiliki siapa siapa. Karena, ada aku yang mencintaimu dengan seluruh jiwa dan raguku, juga ada anak anak kita yang tulus mencintaimu. Ingat ibu felisia memiliki alasan tertentu, jadi bijaklah dalam menyikapi suatu masalah. oke?'' pinta Alfonso yang membuat leticia terisak dalam dadanya.
__ADS_1
''Dan, mengenai daddymu kamu jangan kwtir atau tidak akan menghukumnya atau membunuh dia. aku akan memberi dia kesempatan hidup untuk melihat cucu cucunya lahir ke dunia. Akan sangat tidak adil ketika anak anak kita lahir. dan daddymu tidak melihat mereka," sambung Alfonso yang menatap langit langit kamar.
Ada rasa lega dihati Alfonso. Karena, ia berani melawan misinya membalaskan dendam orang tua, yang saat ini ia pikirkan adalah kebahagiaan istri dan anak anaknya.
Leticia, seperti mendapat hadiah beruntun dimana Alfonso, memutuskan untuk tidk membunuh mason, dan mau mempertemukan dirinya dan karla. Matanya berkaca kaca menatap Alfonso, ucapan terima kasih saja tidak cukup untuk ia katakan pada Alfonso, bahkn seluruh cintanya ia berikan untuk Alfonsopun tidak sebanding dengan apa yang sudah Alfonso lakukan hanya untuk dirinya.
''Kata terima kasih tidak cukup untukmu bahkan cintaku pun tidak cukup. Aku hanya ingin mengatakan padamu, aku siap kalau Tuhan memanggilku saat ini. karna semuanya sudah aku dapatkan darimu. Terima kasih sudah memilih aku menjadi istrimu," jawabn Leticia . Tangannya memeluk erat tubuh Alfonso seolah tidak ingin melepaskan sang suami.
''Sekarang semua sudah jelas, dan akupun sudah jujur dan tidak menyembunyikan apapun dikamu lagi. Silakan, kamu mengambil keputusan, aku tidak memaksa dirimu. Apapun itu aku iklas menerimanya," sambung Alfonso, hatinya resah takut kalau leticia memutuskan hal yang dia tidak suka dan akan menyebabkan dia kembali ke dunia gelap lagi.
Leticia, meraih wajah Alfonso yang membuat bola mata mereka saling mengunci.
''Tatap wajahku, tidak adil bagimu kalau aku menghukum kamu. Ingat hidup manusia tidak selalu mulus ada yang harus melewati jurang, ada yang harus melewati kegelapan, tapi kamu sudah berhasil dengan berlari keluar dari jurang dan gelap itu. Aku salut sama kamu, karena kamu tidak menyerah dengan hidup kecilmu yang kejam, kamu selalu berjuang melawan kesulitan hidupmu seorang diri dalam hutan dan melewati trauma masa kecil yang sangat sulit untuk diterima, anak anak yang lain. Tapi, kamu berhasil dan hanya karna cintamu pada aku dan keempat anak kita kamu rela melupakan itu semua. Lantas, alasan apa yang membuatku harus menghukummu. Aku mencintaimu suamiku," jawab Leticia, yang membuat Alfonso menitikkan air matanya. Alfonso berkali kali menci..,um ujung kepala leticia.
''Terima kasih, sayang. Cahaya terangku, terus tuntun aku keluar dari kegelapanku.Sekarang sudah malam. Ayo kita tidur besok kita akan mengadakan acara syukuran anak kita," sambung Alfonso lagi.
Leticia, yang lega karna Alfonso telah jujur untuk dirinya akhirnya menutup matanya dengan perlahan. Begitupun Alfonso merasa lega. Karena, tidak ada lagi yang dia tutupi dengan sang istri tercinta. merekapun menuju dunia mimpi mereka tanpa ada rasa beban dihati mereka.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Revisi