
Setelah tiba di Markas. kevin, mengingat kan Glen agar menelpon Alfonso. memberitahukan soal kejadian di pelabuhan tadi. dan mengenai Blake, yang sudah mengetahui kabar Alfonso akan ke California.
Glen pun mengambil ponselnya dan mencari nomor milik Alfonso lalu menelpon.
Drthhh...
Mendengar ponsel nya berbunyi dengan cepat Alfonso mengambil ponsel nya dari kantong celana miliknya.
di lihat layar ponsel nya tertera nama Glen.diusap layar ponsel dan menaruh di telinga bagian kiri.
"Glen , ada apa?" tanya Alfonso dengan suara khas baritonya.
"Al, berapa lama kamu mendarat di California?tanya Glen.
"Mungkin, sejam lagi."jawab Alfonso.sambil memijit pelipisnya.
"Al beberapa jam yang lalu terjadi sedikit kekacauan di pelabuhan hampir kena serangan dari Sergio. tapi bersyukurnya semua bisa di atasi." Glen menceritakan semua kejadian yang terjadi di pelabuhan tadi.
Geleg...
menelan saliva dengan kasar.Alfonso melanjutkan mendengar Glen.
"What, Sergio? melakukan penyerangan?" ucap Alfonso.
Langsung mengepalkan tangan nya, gigi gerahang nya berbunyi. ingin rasanya melepaskan satu tonjokan ke siapa saja yang berada di depan nya untuk meluapkan emosinya.
"Tapi tidak sempat terus kepelabuhan, hanya diujung jalan."Lanjut Glen.
"Kenapa? si bajin*an itu tidak menyerang?" tanya Alfonso.
Penasaran kenapa seorang Sergio memilih balik dan tidak menyerang.
"Mentalnya ciut, saat lihat aku dan Kevin. mengarahkan hampir 80% anak buah turun ke pelabuhan.ucap Glen sambil tertawa.
Hahaahaha....
Alfonso yang sejak tadi serius mendengar, akhirnya pecah ketawa juga.
Hahahahah....
"Ok, nanti aku kabarin lagi. ucap Glen dan mengakhiri panggilan.
Klik...
Karna Asyik mengobrol Alfonso tidak menyadari kalo jet miliknya sudah tiba dilandasan.
Alfonso, Andre dan Gareth segera berjalan keluar dari jetnya. menuju ke lobby bandara di mana sudah di tungguin Ste.
Ketiga mafia itu, berjalan menuju ke lobby.dimana sudah ditunggu sama Steward.
__ADS_1
tanpa menyadari, dua orang pria berkulit hitam sedang mengamati mereka dari kejauhan.
Bergegas berjalan menghampiri mereka, dan salah satunya sengaja menyenggol kaki Alfonso dan berpura pura jatuh.
Alfonso yang melihat itu hanya tersenyum sinis dan terus berjalan tanpa memperdulikan pria yang terjatuh tadi.
"Hei man don't you have eyes?"teriak pria berbadan kekar itu.
Tapi tetap saja, Alfonso dan kedua temannya.terus berjalan mencari dimana Steward menunggu mereka.
Dan benar saja, di sebelah jalur kanan lobby.Steward, melambaikan tangan ke arah mereka. Alfonso yang melihat lambaian tangan Ste, mengajak ke dua teman nya untuk berjalan ke arah Ste.
Tanpa menghiraukan orang suruhan Blake berteriak mengumpat dirinya.
"Hei, bro how are you?" sapa Ste. dan memberikan siku tanda memberi salam.
Ya mereka, saling berjabat tangan dengan siku. karna, sekarang di California sedang menjalankan sistem 3M.
"Fine."mereka bertiga menjawab serentak.
"Al, sepertinya itu orang suruhan Blake yang sengaja menyenggol kamu," ucap Steward.
"Shiff..." Alfonso berdecik.
"Bagaimana, kalo kita umpan mereka keluar dari area Bandara,"Alfonso mwmbwri usul.
Alfonso,yang sudah menahan emosi sejak tadi mendengar telpon dari Glen. meminta Steward untuk memancing orang suruhan Blake keluar dari daerah Bandara.
"Hei man, You come on follow us?" Tawar Steward dengan menaik turun kan alisnya.
"Good idea, "Jawab Pria yang tadi sengaja menyenggol Alfonso.
Dia pun, memberi kode ke temannya untuk mendekati ke dia.
karna melihat kode bergegas jalan ke arah Steward, tapi dia selalu memberi info melalui alat yang ditempel dikerah baju miliknya.
"How? deal are you agree with me?" tanya Ste lagi. tersenyum sinis dan berkedip ke arah Alfonso.
Alfonso, yang sudah tidak bisa menahan emosinya lagi. mendekat ke arah pria tadi.
Brughhh...
Satu tendangan mengarah tepat ke perut pria itu
"Kelamaan ." gumam Alfonso.dan menatap tajam Steward.
Pria itu jatuh, tersungkur ke lantai. Alfonso berjongkok, ke arah di mana pria itu tersungkur. diangkat kerah baju pria itu.
"wake up."Perintah Alfonso.
__ADS_1
"Come on fight me, I can't wait." Ucap Alfonso.
Karna melihat temannya diserang, pria itu mengambil pistol miliknya. dan menodong tepat dipunggung Alfonso.
Dorrr...
Bunyi satu tembakan. dari samping mobil bagian kanan depan. mengenai lengan kanan pria yang menodongkan pistol ke arah Alfonso.
Shif..."ngumpat pria yang terkena tembak dari Andre.
Hahahaha...
"You are one step late man." ucap Andre sombongnya.
Orang orang yang dibandara, kebingungan lari berhamburan. mencari perlindungan takut peluru nyasar mengenai mereka.
Alfonso, mendorong dan menjatuhkan pria itu. dan segera menaiki mobil.
karna suasana bandara sudah sangat ricuh.
Pihak keamanan, datang memeriksa lokasi penembakan. tapi percuma karna tidak ada jejak sama sekali mereka sudah pergi.
pihak kepolisian pergi melihat monitor cctv, tidak menemukan bukti. karna sebenarnya Gareth sudah mengendalikan semua cctv yang mengarah ke kejadian tadi.
Blake, yang mendengar anak buahnya diserang. sangat marah dan melempar cangkir yang berisi wine ke sembarang tempat diruangan kerjanya.
"Dasar, tidak berguna. melawan bocah ingusan saja tidak bisa." Blake memarahi kedua pria itu. dan melihat ke arah pistol nya yang siap di...
Dorr....
Dorr...
Dua kali tembakan mengenai perut kedua pria itu dan tewas ditempat. bagi Blake yang gagal melakukan perintah berarti orang itu tidak layak hidup.
"Ambil, mayat nya dan lempar kan ke arah kolam buaya." perintah Blake.
Oliver, segera mengambil mayat kedua bawahan nya itu.dan melempar ke kolam buaya.
Di Mansion Alfonso, yang ditempati Steward. mereka tertawa mengingat kejadian tadi dibandara.
Alfonso, berjalan menuju ke bar mini milik dirinya. yang terletak diruangan belakang. di sekitar nya ada taman bunga hanya dibatasi dinding kaca.
Steward, segera mengambil kan minuman alkohol. di tuangkan dicangkir yang sudah di sedia kan. mereka minum sambil membahas kelanjutam rencana penculikan Karla.
"Gareth, sudah kamu pastikan cctv bandara bereskan?" tanya Alfonso dengan nada penuh penekanan.
"siip, beres," ucapnya sambil tersenyum senyum.
.
__ADS_1