
Leticia, mengerutkan dahi karna salah paham kalau Alfonso akan mencerca dia dengan pertanyaan.
''Aku, tidak ingin meninggalkan Mansion.''potong Leticia. kata katanya menyembur cepat.
'Aku, ingin jalan jalan diluar tapi aku ditemani bibi Yati dan margreth.bukan berarti aku mengkhianati kepercayaanmu. tapi, disaat kami sementara jalan tiba tiba mobil datang. dan didalamnya aku hanya tau sekretaris pak walker, yang mengatakan kalau, kamu menunggu aku dikantor.'' sambung leticia lagi.
''Aku tidak peduli''Alfonso menggelengkan kepala.sadar air matanya akan membasahi pipinya.ia terlalu lega untuk merasa malu.
''aku tidak peduli tentang hal itu, kukira kamu akan mati, dan aku akan kehilangan lima orang sekaligus. karna suara tembakan dan mayat yang mengambang membuat aku sempat berpikiran buruk.'' sahut Alfonso, panjang lebar.
Leticia, yang melihat suaminya masih lemah.dan, sepertinya kesakitan karna bahunya yang tertembak. leticia membisikkan nama Alfonso dan menyentuh pipinya, membuat Alfonso terharu.
''Aku mencintaimu Leticia, aku sangat mencintaimu, semua karna perbuatanku dimasalalu. hampir saja menyebabkan kamu dan keempat anak anak tewas.''sahut Alfonso, menggenggam erat lengan Leticia tubuhnya terasa melayang.
''Yang bisa kupikirkan, hanyalah, aku tidak akan pernah bisa mengatakan kepadamu dan kamu tidak akan pernah mendengarkan ku mengatakannya, dan kamu, akan meninggalkan aku kalau mendengarkan ini semua.'' sambil menatap dalam bola mata Leticia.
Karna, yang Alfonso takutkan, akan terjadi. Alfonso, takut kalau leticia mengetahui identitas dirinya dan pergi meninggalkan dia seorang Dimansion.
Leticia, menggenggam tangan Alfonso dan terus menatap sang suami dengan begitu dalam.
''sayang, jangan bahas disini dulu. saat ini kita harus cepat tiba dipelabuhan dan segera mengobati bahumu yang luka.'' jawab Leticia.
''Aku lebih mencintaimu, tadi melihat perjuanganmu menyelamatkan aku dari ayah, aku rasa ini sudah melebih dari semua yang kamu tunjukkan tentang cintamu padaku. aku mencintaimu Alfonso.'' sambung Leticia lagi. leticia menutup mulut Alfonso dengan jarinya.
Kapalpun sudah bersandar, dengan digandeng Alfonso. mereka turun dari kapal.
dan disambut anak buah dari Alfonso.
segera Alfonso, dibawah ke ruangan khusus untuk diobatin dan leticia dengan dikawal ketat meminta untuk berjalan jalan dipinggir pantai menikmati indahnya senja hari yang indah dipesisiran pantai.
setelah, peluru yang tertanam dibahu Alfonso, dikeluarkan, dan diobatin kemudian diforban. Alfonso berjalan keluar dari bangun kecil yang unik itu.
''Dimana Istriku?'' tanya Alfonso yang tidak melihat istrinya bersama anak buahnya.
'' Nona, lagi berjalan jalan ditepi pantai dengan dikawal tuan Andre.'' jawab Anak buahnya.sambil menunjukkan arah dimana Leticia berada.
Alfonso, segera berjalan ke arah istrinya yang sedang berjalan diatas pasir tanpa alas kaki, dipesisiran pantai.segera berlari mengejar mereka.
'' Kenapa, berjalan sejauh ini tanpa pengawasan?''tanya Alfonso yang sudah mendekati Leticia dan Andre.
__ADS_1
Leticia dan Andre yang mendengar suara Alfonso, menoleh ke belakang.
''pengobatannya sudah selesai?'' bukannya menjawab pertanyaan Alfonso, Leticia malah balik bertanya dan menghentikkan langkahnya.
'' iya, sudah selesai. dan sudah lebih baik.kenapa berjalan sejauh ini?.'' protes Alfonso.
''Aku ingin menikmati senja ditepi pantai, dan aku tidak sendiri, tapi ditemani Andre.'' jawab Leticia.dan mengulurkan tangannya ke Alfonso.
Andre yang melihat, Alfonso dan Leticia saling menggandeng tangan mulai merasa tidak nyaman.
''Sepertinya, aku harus menyusul gareth dan lainnya dengan perahu .''ucap Andre
''Bukannya, disana sudah banyak orang yang mengurus?''tanya Leticia sambil mengerutkan dahinya.
Andre, tidak menjawab pertanyaan leticia, dan segera pergi meninggalkan mereka berdua ditepi pantai.
Alfonso, tersenyum dan melingkarkan kedua tangannya dipinggang Leticia.
''Andre itu pria yang sangat pintar.'' ucap Alfonso, dan mendaratkan satu kecupan dikening Leticia. tangannya mengelus elus perut leticia yang masih datar.
''Mereka pasti sudah lapar kita akan segera pulang ke Mansion.'' sambung Afonso lagi.
''Menurutku, dia merasa tidak nyaman kalau berjalan bersama kita.'' jawab Alfonso sambil mengedipkan,matanya ke Leticia.
''Oh.., kenapa?'' tanya Leticia.sambil menatap wajah Alfonso, yang membuat hidung mereka saling bersentuhan.
Alfonso, mulai menunjukkan ekspresi paling bersungguh sugguh yang bisa diperlihatkan.
''Ya,kamu tau sayang, ada beberapa aspek tertentu dalam kehidupan pernikahan yang membutuhkan privasi.''
''Oh..., begitu.''jawab singkat Leticia.
''Karna, aku mungkin harus menci..,um kamu sesekali atau dua kali ditepi pantai ini.''jelas Alfonso dengan tatapan nakalnya.
''Hanya, sekali.''protes Leticia,kemudian mendorong tubuh Alfonso menjauh dari dirinya.
Alfonso, hanya menarik napas panjang karna Leticia berlari kecil menghindari dirinya.
''Dua kali sayang.''jawab Alfonso sambil berjalan lebih cepat mengejar sang istri yang sengaja berlari kecil dipinggir pantai.
'' kurasa hanya tiga kali.'' teriak leticia sambil terus berlari dan tertawa .
__ADS_1
'' lima? dan aku bisa menjanjikan enam kali dan akan berusaha jadi tujuh.'''' tawar Alfonso. langkahnya yang lebih cepat menyusul leticia.''
''Delapan, tapi kalau kamu bisa menangkapku sayang.''teriak Leticia, yang sesaat melupakan kalau dia sedang hamil masih trimester pertama.
Karna,kwatir sang istri akan jatuh. dengan mempercepat langkahnya.
''Aku mendapatkanmu.''Alfonso langsung menangkap dan memeluk erat Leticia.
Leticia, hanya bisa menelan salivanyadan matanya berkaca kaca.
''Ya, kamu mendapatkan ku.''sambung Leticia.
Alfonso,mengelus pipi sang istri.sambil tersenyum dengan penuh cinta.
''Apa?'' tanya Alfonso.
''Ya, dulu kamu maksa menikah dengan aku.diwaktu itu aku menolak dengan alasan aku tidak mencintaimu. tapi usahamu membuat aku jatuh cinta , padamu. setelah, kita bahagia ayah menculikku lagi. tapi, karna cintamu yang begitu besar padaku, kamu tidak takut mati. hanya, untuk menangkap aku kembali bersama kamu. karna, itu untuk apalagi aku harus meragukan cintamu.walaupun.., tadi aku mendengar ucapan ayah kalau kamu suka---'' leticia menghentikan pembicaraannya. suara leticia, tersendat penuh emosi.
''Aku suka apa? suka menyiksa tawananku. karna itu, setelah di Mansion aku akn menjelaskan semuanya.'' jawab Alfonso.Lalu, Alfonso mulai menyatuhkan bibir mereka, dan menyesapnya dengan begitu lembut.
''Akhirnya, aku menangkap kamu dan anak anak kita kembali.aku mencintamu.'' jawab Alfonso penuh emosi sambil berlutut dan memberi kecupan diperut sang istri.
''Aku, lebih mencintaimu. dan anak anak kita.''jawab Leticia sambil mengeratkan tangannya dileher Alfonso.
Alfonso dan leticia menikmati senja bersama sambil duduk ditepi pantai.
''Ayo, kita pulang ke mansion. anak anak sudah lapar.'' sambung Alfonso.
...----------------...
Jangan lupa komen, selalu beri dukungan ya. karna saya tidak pernah melupakan janji saya. give awaynya masih berlaku ya.dan boleh gabung digroup chat disana kakak kakak bisa bercerita dan mendapat info. mengenai give away.
😍🤗🤗🤗🙏🙏🙏🙏🙏
terima kasih, happy weekend.
__ADS_1