SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
sekamar.


__ADS_3

Alfonso, berharap acaranya cepat selesai. agar, dia bisa melampiaskan emosinya di kamar hotel, atau bisa menelan pil penenang. untuk menghilangkan rasa kesalnya.


Cia, yang tidak menyadari perubahan sikap Alfonso. malah asyik bercerita dengan tamu undangan. dan mengabaikan Alfonso.


Al, yang merasa dirinya diabaikan oleh Leticia. semakin geram dan menatap tajam Leticia. karna melihat wajah Al yang tidak bersemangat dan kesal.


Glen, berdiri dari duduknya meninggalkan Fani dan Nabila berjalan datang menghampiri Alfonso.


Mendudukkan tubuhnya dikursi sebelah Alfonso yang kosong.


"Tahan, masih besok lagi."Goda Glen.


"Apaan sich. apa yang mau ditahan."jawab Al. ketus.


"terus sedari tadi saya lihat wajahmu tekuk mulu." goda Glen lagi.


Al semakin kesal.


"Masih mau duduk disini? saya mau ke toilet."ucap Alfonso. berdiri dari kursinya meninggalkan Glen dan berjalan menuju ke toilet.


Glen, yang belum sempat menjawab hanya bengong dan kembali duduk bersama Fani.


Al, berjalan ke arah toilet.dengan wajah yang kesal.


Ceklek...,


Pintu toilet didorong dan Al masuk ke dalam ruang toilet. memandangi dirinya dicermin toilet. Al mulai berbicara sendiri.


"Dasar bodoh, masih saja berharap kejujuran dari dia. lihat dirimu sekarang seperti pria paling menyedihkan."Alfonso mengoceh sendiri didepan cermin toilet.


Aahhhhh...., teriak Alfonso dan satu pukulan melayang ke tembok toilet.


"Bodoh, sekali. kenapa aku begitu peduli dengannya?" ucap Alfonso yang menatap ke arah cermin toilet.


Alfonso, menarik kasar rambutnya, dan matanya pun menatap dingin ke arah bayangannya dicermin. Alfonso membasuh wajahnya berharap dirinya bisa lebih tenang.


Tapi...,

__ADS_1


Itu, jauh dari harapannya. semakin Al berusaha keras melupakan rasa peduli terhadap Cia. semakin, rasa itu muncul.


Alfonso, berusaha melawan perasaan cintanya dengan niat awalnya yang hanya ingin menjadikan Cia sebagai tamengnya saja. tapi, itu tidak bisa.


Hahahahahah..., tawa Al.


"Lihat saja nanti, kehidupan apa yang nanti kamu jalani bersama saya. aku berharap kamu tetap berpura pura sehat.karna kalau kamu sakit didepan saya kamu akan menyesal."ucap Alfonso.


Mengambil, ponselnya dari kantong celana miliknya. Al, menelpon Ethan agar membawakan pil penenangnya ke hotel.


Setelah menelpon, Al berjalan keluar dari toilet menuju lobby hotel menunggu Ethan disana.


Saat ini, Al tidak mempedulikan tamu undangan atau Leticia. toh, Leticia sendiri juga tidak peduli dengan Alfonso yang saat ini membutuhkan dukungan ato setidaknya pelukan dari Leticia. dia malah asyik bercerita dengan teman temannya.


...----------------...


Di acara, yang sedang berlangsung. Cia yang baru menyadari kalo Alfonso tidak ada mulai bingung mencari Alfonso yang menghilang entah ke mana. Cia, mulai kwatir kemana Alfonso pergi tanpa memberitahu dia.


Cia, melihat ke sana ke mari tapi tidak menemukan Alfonso. raut wajah kwatirnya tidak bisa disembunyikan.


"Kemana, dia. jangan bilang di kabur dari pertunangan ini.aku, tidak akan pernah memaafkan dia." gumam Cia.


"Cia, kamu cari Alfonso?" tanya Glen dan berjalan mendekati ke arah Cia yang berdiri kebingungan seorang diri.


"Iya, apa kamu melihat dia?" tanya Leticia cemas.


"Tadi, Al. berpamitan ke saya. kalau, dia akan ke toilet sebentar. tapi, sudah hampir satu jam Al belum balik lagi ke sini."ucap Glen. yang sudah mulai mencium ada keanehan di antara pasangan kekasih ini.


Cia, yang mendengar kalo Al ke toilet. bergegas berjalan ke toilet. meninggalkan Glen.


"Pasangan aneh tadi calon suami nya yang meninggalkan saya. sekarang calon istrinya. ternyata Tuhan itu baik menjodohkan dua manusia yang egonya sama sama tinggi" gumam Glen sambil menggelengkan kepalanya.


"Semoga aja dia tidak pingsan didalam toilet. seperti cerita cerita dinovel atau di film film."ucap Leticia. dan bergidik ngeri. sambil terus melangkah kan kakinya menuju toilet,


Leticia, yang sudah tiba didepan toilet, dengan cepat tangannya meraih handle pintu toilet pria. dan saat hendak mendorong. tiba tiba seorang cleaning servis datang dari arah belakang Leticia.


"Maaf, Nona. ini toilet pria. toilet wanita di sisi kanan Nona."ucap Cleaning servis.

__ADS_1


Kesal, ada yang menegur dirinya dari belakangnya.Leticia, berbalik dan menatap tajam ke arah cleanimg servis itu.


"Saya, mencari calon suami saya. tuan, Alfonso! bukan mau ke toilet."ucap Leticia kesal.


Ya, kesal karna ditegur Cleaning servis. dan, kesal belum juga menemukan Alfonso yang sekarang entah pergi ke mana.


Deg...,


Jantung, Cleaning servis berhenti seketika. bagaimana tidak, nama yang disebut Leticia. seorang yang dihormati dan sangat ditakuti. dia adalah bos dari hotel dirinya bekerja saat ini.


"Ma..., af kan saya Nyonya. saya tidak bermaksud menegur Nyonya."ucap Cleaning servis itu dengan suara bergetar.


"Sudah, lupakan saja."jawab Leticia. dan mendorong pintu toilet berjalan masuk ke dalam ruangan toilet.mencari ke setiap sudut toilet tapi, tidak menemukan Alfonso.


Dengan rasa kesal Cia berjalan keluar dari ruangn toilet


"Baguslah, dia kabur. jadi, saya tidak susah susah bersandiwara didepan dia."gerutu Leticia dan terus berjalan kembali ke ballroom hotel dimana acara tunangan sedang berlangsung.


Alfonso, yang yang mendengar ucapan leticia. langsung menghentikan langkahnya dan dengan cepat kembali berjalan ke Ballroom lagi membiarkan Cia kebingungan mencari dirinya disana.


Flashback.


Tadi, setelah menerima pil dari Ethan. dengan cepat Al meminumnya dan menunggu 10 menit dirinya sudah tenang. Al kembali ke Ballroom tapi, Glen mengatakan ke Al kalo Cia mencari dirinya di toilet. jadi, Al menyusul Cia agar kembal ke Ballroom. karna melihat Cia yang sudah jalan kembali ke arah Ballromm Al menyembunyikan dirinya di balik tembok. niatnya ingin mnggoda sang kekasih. tapi Al kecewa karna mendengar ucapan Cia yang mengatakan Bersandiwara.


Dengan raut wajah yang kesal Al mendudukkan tubuhnya dikursi sebelah Glen.


"Mana, Cia?"tanya Glen.


Al, tidak menjawab hanya mengangkat bahunya. lalu fokus melihat ke arah panggung.


Cia dengan wajah kesal datang dan berjalan melewati depan Alfonso dan duduk bersama Fani dan Bila. sesekali melirik ke arah Al dan memasang wajah kesalnya.


Sudah pukul 3 sore acara tunangan pun selesai, sesuai kesepakatan selama seminggu hotel ini ditutup untuk umum.karna semua dipake Alfonso untuk pernikahannya dan bulan madunya nanti.


Semua yang sudah mendapatkan cardlock segera berjalan ke kamar masing masing. tidak bagi Cia dan Al yang sengaja Al minta sekamar dengan dirinya


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


.


NT nya kenapa ya dari kemarin review terus.


__ADS_2