SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
Rujak mangga.


__ADS_3

Dengan, perlahan Alfonso membaringkan tubuhnya disamping Leticia. Tangannya memeluk Leticia dari belakang. Sebelum memejamkan matanya, Alfonso menarik napas dalam.


'' Aku, rasa aku sudah melakukan dengan benar. mereka, sudah bahagia melihat aku hidup sudah lebih baik.'' batin Alfonso. sembari mendaratkan satu kecupan dipunggung belakang sang istri. Lalu, perlahan ikut memejamkan matanya.


Diruang makan, tidak ada suara, kecuali perpaduan alat makan yang digunakan.


Selesai, makan para pelayan membersihkan bekas alat makan. Karla kembali membuka kulkas mengambil buah mangga dan mulai mengolah rujak dengan dibantu bibi Yati. kemudian, Karla membawanya ke ruang keluarga.


Felisia, menggelengkan kepala. saat melihat Karla membawa mangga muda lengkap dengan bumbu rujaknya.


''Ini, ayo makan ini rujak khas Indonesia. semua bumbu ini aku bikin sesuai resep yang ditulis digoogle.enak bangat seger.'' ucap Karla. lalu, duduk disamping sang suami.


'' Ada ada saja ibu hamil.'' sambung Steward yang melihat Karla, menikmati rujak mangga.



Karna, rasa penasaran dengan rujak asal indonesia ini. Stefani, Nabila, dan semuanya mengambil dan menggigit potongan mangga.


Para Lelaki mengerutkan dahi dan meletakkan lagi potongan mangga itu.


''Ihh... asam.'' ucap Andre dan diangguki Kevin.sembari bergidik.


''Iya, tapi kalau dicoel dengan bumbunya bikin ketagihan.'' sahut Steward dan Glen yang terus makan rujak bersama para wanita.


"Ya, udah kamu lanjut aja karna istrimu yang ngidam." sahut Garet.


"Glen, kamu belajar dari Steward.bagaimana menemani istri yang ngidam." ledek Andre.yang mendapat tatapan tajam dari Glen.


''Aku, dengar kak Leticia juga ngidam masakan indonesia. yang terkenal didunia itu Rendang.'' Jelas Karla. sembari menikmati rujak mangganya.


'' Aku, mohon kamu tidak minta kikil padang sayang, please!" jawab Steward.


Semua terperanjak, karna tidak menyangka Steward bisa tau menu masakan padang.


'' Emang ada? aahh sepertinya perlu dijelajahi.'' sahut Karla. yang membuat Steward menepuk jidatnya.


''Iya, karna mendengar cerita dari Alfonso. Leticia ngidam Rendang. aku, coba search digoogle ternyata padang itu enggak hanya rendang. tapi, masih banyak menu lagi.dan, dari gambar sepertinya kikil padang perlu kita jelajahi.' 'jelas Steward. yang membuat semua penasaran ingin mencoba masakan Indonesia.


''Semoga, nanti istrimu hamil tidak minta keliling Indonesia.'' ucap Gareth sambil menepuk pelan bahu Glen.


''Justru, nanti setelah Leticia lahiran kita semua akan keliling Dunia terutama Indonesia. karna, disana iklim tropis. jadi, enak buat berjemur dan diving dipantai.'' jelas Andre.


Karna, Alfonso sudah menceritakan ke Andre. kalau, Alfonso akan memberi kejutan kapal pesiar untuk Leticia. yang, sempat tertunda untuk berkeliling dunia.


''Ide, bagus.sepertinya kita akan lama disini sayang.'' sahut Steward. menatap sang istri.Karla, hanya mengangguk. karna, pedasnya rujak yang ia makan.


Hari sudah senja, semua masuk ke kamar masing masing untuk membersihkan diri. Karna, makam ini semua nginap di Mansion. mereka ingin melihat hasil USG THE BABIES.

__ADS_1


Leticia, dan Alfonso juga sudah bangun dari tidur. dan, bergegas masuk ke kamar mandi bersama Alfonso. untuk, membersihkan diri mereka. karna, pukul 7 malam nanti Leticia akan melakukan USG di Mansion.


Semua Alat, yang dibutuhkan untuk USG. Sudah, dibeli oleh Alfonso. Dan, tersusun rapi disalah satu kamar dekat kamar Alfonso dan Leticia.


*****


''Malam, Dok.'' sapa Bale.Yang berjaga didepan pintu masuk Mansion.


''Malam, pak.saya Dokter Grace. Dokter pribadi ibu Leticia.'' jelas Dokter Grace.


''Iya, Buk. tadi, pak Alfonso sudah menitipkan pesan juga untuk saya.'' jelas Bale dan berjalan masuk ke dalam Mansion mengantar Dokter Grace.


Alfonso, dan semunya yang sedang duduk diruang tamu. menyapa dokter saat melihat dokter Grace datang dengan di antar Bale.


''Malam, Dok.'' sapa semuanya.


''Malam, juga.'' sapa Dokter Grace. sambil tersenyum.


Leticia, berdiri menyambut Dokter Grace. dan mempersilahkan duduk.


''Terima kasih buk Leticia.'' ucap Dokter Grace lagi.


''Sama sama.'' jawab Leticia sambil tersenyum.


Alfonso, duduk bersama sang Istri. Mason Felisia dan yang lainnya pamit meninggalkan Leticia bersama dokter dan Alfonso diruang tamu.


Selesai, berbincang Alfonso dan Leticia mengajak Dokter Grace. ke ruangan, yang sudah disiapkan untuk melakukan USG.


Dengan, Lembut Dokter mulai oleskan Gel diperut Leticia. tangan, Alfonso terus menggenggam tangan Leticia. Matanya, terus menatap ke layar monitor USG.


Dokter mulai menempelkan transduser di kulit perut Leticia. mata Alfonso dan Leticia fokus dilayar monitor.


''Sayang, dengar suara detak jantung mereka terdengar begitu jelas sayang.'' Ucap Alfonso.bibirnya terus tersenyum.sembari mengecup punggung tangan Leticia.


''Iya, sayang, mereka makin besar sayang.'' lirih Leticia menitikkan air matanya.


''Iya, bu karna mereka saat ini sudah enam bulan.panjang mereka kisaran 660 gram.[1kg]. panjangnya 35-36cm. dari puncak kepala hingga kaki.''


''Lihat, posisi kepala mereka sudah ke bawah. berarti, tendangan mereka makin kencang ya bu? mereka sehari geraknya 10 kali sehari.'' jelas dokter Grace.


Alfonso, terus tersenyum. Tangannya, diangkat ingin menyentuh anak anaknya dilayar monitor Usg. Tapi, Alfonso menghentikan niatnya, karna mendapat cubitan lembut dari Leticia.


''Iya, benar Dok. sekarang tendangan mereka begitu keras.terasa sampai ditangan saya yang menyentuh perut istriku.'' jelas Alfonso.


Leticia, hanya tersenyum.karna, Leticia sama sekali tidak mendapat kesempatan untuk bicara.


''Dan, bayi yang kemarin mengalami jantung lemah sekarang sudah normal dan sudah aktif seperti ke tiga saudaranya.'' jelas dokter Grace. sembari menunjukkan bayinya. kemudia, dokter membersihkan perut Leticia dengan tissu.

__ADS_1


''Anak, kita semuanya sehat sayang.'' sambung Alfonso. sembari memeluk sang istri. tanpa memperdulikan dokter disamping mereka.


Leticia, yang merasa tidak enak dengan Dokter. Dengan lembut melepas pelukan Alfonso.


Dokter Grace, yang sudah terbiasa melihat sikap Alfonso.hanya, tersenyum.sembari menyimpan kembali peralatan dokternya ke dalam tasnya.


''Baik, pak ini obatnya. saya, harap ibu Leticia, teratur minum obatnya.''sambung dokter lagi. sembari memberikan obat ke Alfonso.


''saya, permisi pak, buk. selamat malam dan terima kasih.''sambung dokter lagi dan keluar dari ruangan untuk kembali ke rumahnya.


''Sama sama dokter.hati hati dijalan.'' sahut Alfonso. dan Leticia. sembari menemani Dokter hingga ke depan Mansion.


****


"Sudah, selesai periksanya nak?" tanya Felisa. yang penasaran dengan hasil USG.


"Ini, mom hasilnya. bayinya masing masing sudah berat 1kg. dan panjangnya, sudah 35 cm." jelas Alfonso. sembari memberikan hasil USG 4 DIMENSI untuk sang mertua.


Felisia, menitikkan air matanya saat melihat hasil USG. Lalu, membawa hasil USG untuk menunjukkan pada Mason. yang sedang duduk disofa. bersama Gareth dan semuanya.


"Daddy, lihat cucu cucu kita. mereka begitu lucu dan menggemaskan." Ucap Felisia. sembari memberikan hasil USG untuk Mason. tangan Felisia menyentuh dengan lembut dihasil USG itu.


Begitupun, dengan Mason yang ikut menitikkan air matanya juga. Mason membayangkan bagaimana dirinya begitu kejam terhadap putrinya. saat, Ia menyekap sang putri tanpa menyadari kalau Leticia sedang mengandung cucu cucunya.


"Nak, maafin Daddy."Lirih Mason.menatap dalam sang putri dan menantunya.


Alfonso, menggandeng Leticia dan duduk disofa.


"Sudah, daddy. yang berlalu biarkan berlalu. saat ini, yang terpenting doa dari daddy, mommy. juga, semuanya semoga kelahiran Leticia berjalan dengan lancar. dan, semuanya sehat dan selamat." jawab Alfonso dan diangguki Leticia.


"Nak, kalau doa. kamu, tidak mintapun setiap saat kami selalu doakan semua anak anak kami yang berada disini." jawab Felisia.tangannya mengelus punggung sang suami.


Semua bergantian melihat Hasil USG, Fani dan Nabila tidak kalah hebohnya saat melihat anak anak Leticia yang saling berdempetan didalam perut Leticia.


" Aduh,anak anak aunty Nabila. sehat sehat ya nak. Cia, nanti kalau mereka nendang nendang lagi. aku, mau dong menyentuh perutmu." ucap Nabila sambil menatap Leticia.


"Aku juga dong Cia."Sahut Stefani.


"Iya, tidak perlu rebutan nanti kalau mereka nendang aku akan memanggil kalian." jawab Letica.menggelengkan kepalanya.


Karla, juga tidak kalah bahagia, melihat Hasil USG sang kakak.Mereka semuang inap di Mansion Alfinso.karna, ingin melihat hasil Usg Leticia.


Glen, menatap Stefani.Ia, semakin tidak sabar menunggu 3 hari lagi, pernikahan mereka.


"Al, sepertinya ada yang tidak sabar menyusul kamu ." sindir Gareth. sambil terkekeh.


Glen, yang menyadari kalau Gareth menyindir dirinya.hanya tersenyum.

__ADS_1


"Mendingan, tidak sabar daripad tidak laku." sahut Steward yang membuat semua tertawa.


" Betulllll." seru Glen yang puas dengan jawab Steward yang berhasil membuat Gareth skak matt.


__ADS_2