SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
Bidadariku


__ADS_3

Alfonso, bercucuran air mata. Tangan kirinya yang terletak disebelahnya masih sulit diangkat, untuk meraih kepala sang istri. Alfonso, merasa sudah bertahun tahun dirinya tidak menyentuh sang istri.


''Maafkan aku, sudah membuatmu tersiksa, dengan perutmu yang besar seperti ini, kamu harus tidur dikursi hanya untuk menjaga aku. aku, suami yang tidak berguna.'' Alfonso, terus merutuki dirinya didalam hatinya.


Tangannya, yang digenggam oleh Leticia, sengaja Alfonso mengeratkan berharap Leticia, bisa merasakan genggamannya. agar, Leticia bisa bangun.


Leticia, yang merasa tangannya sakit, karna kelamaan dipake sebagai bantal untuk kepalanya. perlahan mengangkat kepalanya. tangannya, ingin melepas tautan jarinya dengan sang suami, namun, Leticia merasa tangannya semakin erat digenggam oleh sang suami.


Leticia, melihat tangannya dan tangan sang suami. disana jari Alfonso sedang bergerak. Leticia, masih tenang, namun merasa tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


Leticia, mengangkat kepalanya, melihat ke wajah Alfonso. Leticia, terperangah saat melihat Alfonso sedang menatap dirinya, dengan tatapan teduh. sembari terus meneteskan air matanya.


Leticia, membuka mulutnya. ada rasa bahagia, namun Ia belum percaya. karna, Leticia ingat betul tadi jam dua belas malam. Leticia, yang sudah sangat mengantuk, sebelum tidur Ia masih mengecek keadaan suaminya, mata Alfonso masih tertutup,dan tidak ada respon sama sekali.


Dengan, cepat Leticia menatap ke arah dinding.'' masih pukul dua, berarti dua jam lamanya aku tidur.'' batin Leticia.


Leticia, berusaha berdiri dan mendekatkan wajahnya ke wajah sang suami.

__ADS_1



(Visual Asli Alfonso dan Leticia)


Alfonso, yang memang sudah membuka matanya sejak pukul satu tadi, terus menatap sang istri dengan tatapan rindu yang sangat mendalam.


Alfonso, menggerakkan bola matanya menunjukkan pada Leticia kalau dirinya benar benar sudah sadar.


''Kenapa, menyiksa diri tidur seperti tadi?'' suara Barito yang sudah dua hari Leticia tidak dengar, akhirnya dapat didengar lagi, walapun suaranya masih lemah, namun sudah mengobati rasa kangen Leticia.


'' kenapa, tidak banguni aku? sejak, kapan kamu bangun.aku, panggil dokter dulu.'' ucap Leticia, air mata bahagianya tumpah ruah dipipinya.


Saat, leticia hendak membalikkan tubuhnya untuk menekan bel, dengan cepat Alfonso, menahan tangan bidadarinya itu. sembari mengedipkan matanya.


''Jangan dulu, biarkan aku menatap wajah indah ini dulu. aku kangen, rasanya sudah 100 tahun aku tidak menatap wajah cantik ini.'' tangannya meraih perut besar sang istri dengan lembut Alfonso menyentuh perut sang istri.


''Mereka, apakabar, rewel, atau menendang nendang?" Alfonso, terus mencerca sang istri dengan pertanyaan. walaupun suaranya masih lemah.

__ADS_1


''Mereka, selalu mencari daddy, mereka sedih, mereka menangis. bahkan, perutku ditendang tendang karna daddy yang tidak mau bangun untuk sekedar bercerita dengan mereka."jawab Leticia, dengan bercucuran air mata, tangannya meraih tangan sang suami. kemudian kedua tangan yang penuh kasih kelembutan ini, bersama menyentuh anak anak mereka yang berada diperut sang istri.


Alfonso, tersenyum. " anak anak yang kangen atau mommy mereka yang kangen hmmm.'' sahut Alfonso, sembari mengedipkan matanya.


Leticia, tersenyum dan mendekatkan wajahnya dengan wajah sang suami. Ia, mengecup kening sang suami dengan sangat lama. dalam hatinya Ia, melantunkan sujud syukur.


''Tuhan, terima kasih engkau sudah mengembalikan suamiku.'' dengan bercucuran air mata. ''aku, sangat kangen.'' sambung Leticia lagi.


Alfonso, mengelus kepala sang istri yang masih mengecup keningnya.


''Terima kasih bidadariku, kau selalu setelah berada disampingku, Terima kasih Tuhan. akhirnya, doaku engkau kabulkan, karna telah kembali kan saya ke keluarga tercintaku.rasanya, sudah setahun lamanya saya tidak menatap wajah yang selalu membuat saya bahagia. aku, merindukan dirimu istriku.'' bisik Alfonso ditelinga sang istri.


''Maaf, sudah membuat membuatmu kwatir, maaf, sudah membuatmu menangis, maaf karna saya tidak bisa menepati janjiku untuk tidak terluka!" ungkap Alfonso.


Leticia, mengangkat wajahnya, lalu menatap Alfonso, sembari mencebik.


''Iya, aku akan menghukum kamu. karna, kamu sudah mengingkar janjimu.katanya Mafia, biasanya keluarin jantung orang kenapa, jadi kebalik.'' jawab Leticia dengan suara menggoda. lalu, berjalan ke arah bel. tangannya menekan bel untuk memanggil dokter. memeriksa keadaan sang suami yang sudah sadar.

__ADS_1


__ADS_2