SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
Dasar kompor


__ADS_3

Kevin, yang memperhatikan Alfonso dan Leticia yang sedang asyik tertawa tidak menyadari kalau panggangan Sosisnya hampir gosong.


''Vin, itu gosong!'' teriak Gareth mendekati Kevin.


Dengan cepat Kevin mengangkat sosisnya.Namun, karna gegabah tangannya terkena ujung panggangan yang panas'' auh.., panas!" Kevin menjerit kesakitan.sambil mengibas ngibas tangannya.


Nabila, yang mendengar suara jeritan Kevin segera berlari mendekat ke arah Kevin. tangannya meraih tangan Kevin lalu segera mendekatkan ke bibirnya lalu meniupnya.matanya fokus ke tangan Kevin. tapi, tidak bagi Kevin, Ia terus menatap Nabila.


''Bibi! tolong ambilkan es batu satu ya.'' ucap Nabila yang melihat sang pelayan sedang berdiri didekat mereka..


Dengan, cepat pelayan itu berlari ke arah dapur untuk mengambil es batu, dan dengan cepat kembali membawa es batu kemudian memberikan untuk Nabila.'' ini Non.'' ucap pelayan itu. sembari memberikan es batu untuk Nabila.


''Terima kasih bi.'' jawab Nabila.


''sama sama Non.'' jawab pelayan itu lagi.


Kemudian, dengan cepat Nabila membungkus es batu dengan kain dan mulai ditempelkan dijari Kevin yang terkena panggangan panas tadi.


''Dulu, ibuku seperti ini. waktu aku kecil kalau tanganku terkena panas ibu selalu mengompresnya dengan es satu setelah itu baru ibu oleskan SALEP BIOPLACENTUM.[ buat para readesr yang terkena minyak panas, air panas dan terbakar ini salep paling ampuh untuk luka bakar dan luka panas diapotik yang ukuran kecil empat belas ribu. sebaiknya disiapkan kalau ada butuh mendadak. salep 'bioplacentum] ''ucap Nabila . Kevin hanya pasrah seperti habis dihipnotis tidak bisa berkata apa apa. karna, wanita yag dulu Ia kejar akhirnya memberi perhatian untuk dirinya.


Selesai, mengompres kemudian Nabila. berlari ke kamar mengambil Salep yang ke mana mana selalu Ia bawa didalam tasnya.


Kemudian, kembali ke taman belakang dengan membawa salep ditangannya.lalu, meraih tangan Kevin, yang tadi baru saja selesai dikompres dan mulai mengolesi salep.


''Sudah, selesai. sebentar lagi pasti sembuh.'' ucap Nabila lagi. kemudian kembali menitipkan salepnya diatas meja depan Alfonso duduk.


Kevin,. masih diam serasa ini mimpi baginya. kenapa, saat dirinya menyerah Nabila kembali datang memberi perhatian seperti tadi.


''Ehemmm..,sadar awas jatuh.jangan baper.'' bisik Gareth ditelinga Kevin.


''Reth!! cubit aku. ini bukan mimpikan.'' balas Kevin.


Gareth pun mulai mencubit lengan Kevin.''sakit.'' bisik Kevin lagi.


''Iya, sakit karna Lu tidak mimpi.'' jawab Gareth.sembari tertawa.lalu kembali Fokus memanggang daging.


''Dasar, kompor.'' umpat Kevin yang masih didengar Gareth.


''Lebi baik kompor darpada jadi api.panas sebentar akhirnya kembali dingin kalau dicuekin lagi.'' balas Gareth lagi.


''Kau!" sahut Kevin dengan tatapan tajamnya.


Gareth, hanya tertawa.


Steward, yang sedang memanggang daging. mengambil satu tusuk daging dan menyuapkan ke Karla.

__ADS_1



[berhalu aja ya kalau itu Steward sama Karla,]


''Gimana, bumilku enak enggak.'' tanya Steward.


''Ehmmm. ini enak bangat.'' jawab Karla. sembari mengangkat jempolnya ke atas.


''Pasti enak dong sayang, kan aku manggangnya dengan cinta,'' jawab Steward. sembari tersenyum.


''Tapi, yang racik bumbu, kami yank.''sambung Karla.


''Iya, kita harus kerja sama.'' jawab Steward, kemudian lanjut memanggang dagingnya.


''Iya, sayang i love you.'' jawab Karla. kemudian mencium pipi sang suami.


Nabila, hanya tersenyum saat melihat kemesraan Karla dan Steward.


Glend, yang melihat Karla dan Steward segera berjalan dari belakang dan memeluk pinggang Stefani.


''Sudah, kamu duduk saja. gantian aku yang manggang.'' ucap Glen. lalu tanganya mengambil capitan dari tangan Stefani dan Glen mulai membalik semua yamg dipanggang diatas panggangan.


Fani, hanya tersenyum dan menunduk saat Glen memeluk dirinya dari belakang.kemudian, Glen mendaratkan satu kecupan dipipi Stefani. semakin membuat Stefani salah tingkah.


''Ehemm.., kontrol disini ada banyak orang, ini pengumuman khusus untuk yang baru nikah.''sindir Gareth matanya melirik ke arah Glen dan istri.


Alfonso dan Leticia, hanya tersenyum.


''Gareth, itu dari dulu awal saya bawa dia ke mansion emang anaknya suka usilin mereka bertiga dia cuma segan hanya sama saya.'' cerita Alfonso.


Mason dan Leticia yang mendengar hanya tertawa.


''Makanya usil bangat, kalau ngomong juga suka ngasal.'' jawab Leticia.


''Tapi, dia yang paling aktif, cara kerja dia juga cepat. kalau Glen dari dulu emang suka molor. tapi, suka tebar pesona berasa paling cakep sendiri.'' sambung Alfonso. Dia, tertawa mengingat masa masa mereka masih aktif turun sendiri didunia hitam. dimana Wanita dan obat obatan terlarang juga minuman keras adalah sahabat bagi mereka.


''Tapi, hebatnya mereka tdak menyentuh obat sama sekali, mereka selalu mendukung saya untuk berhenti menggunakan obat. walaupun saya berhenti karna mengenal kamu. tapi, itu juga tidak terlepas dari dukungan mereka.'' Alfonso terus bercerita kisah kelam mereka untuk sang istri dan Mason.


Mason, hanya menganggukkan kepala karna dia juga sudah makan asam garam didunia hitam. bahkan hidup dia lebih parah dari Alfonso. karna, mereka lah penyebab dari tenggelamnya Alfonso ke dunia hitam. jadi, Mason tidak kaget dengan cerita Alfonso.


Leticia, tersenyum tangannya mengelus bahu sang suami dengan tatapan penuh cinta.


''Karna, itu ketika anak anak lahir kita harus menjadi orangtua yang baik untuk mereka, sekarang ceritakan semua yang menurutmu buruk. karna setelah mereka lahir, mereka hanya mendengar yang baik tentangmu. karna tidak ada orang tua yang ingin anaknya menjadi buruk dikemudian hari.karna orangtua adalah cermin bagi anak, apapun yang terucap dari mulut kita itu yang akan anak anak ikuti.'' sambung Leticia lagi. wajahnya selalu tersenyum saat menatap sang suami.


Alfonso, menganggukkan kepala'' karna, itu aku sudah tidak aktif di markas.'' jawab Alfonso kemudian mengecup kening sang istri. Alfonso, bersyukur Leticia selalu mendukungnya tidak pernah menyudutkan sang suami sekali.

__ADS_1


'Benar, yang dikatakan Leticia, jangan seperti daddy, tidak pernah ikut merasakan moment Leticia kecil. daddy juga tidak menyangka dia bisa tumbuh dengan baik ditangan bibi Sumi.'' jawab Mason. dengan penyesalan.


Leticia, menatap ke arah Mason.''Tapi, daddy juga daddy yang baik.'' balas Leticia sembari tersenyum. bagi dia kisah masalalu biarkan terkubur dengan berjalannya waktu.


Mason, tersenyum. sembari menatap sang putri dengan tatapan penuh kebanggaan.


Karla, dan Stefani membawa makanan yang sudah selesai dimasak untuk dihidangkan diatas meja.


''Uda, selesai.'' ucap Karla. sembari meletakkan makanan diatas meja.


Felisia, datang dengan membawa saos buatannya.'' ini saos andalan mommy, semua pasti bakal ketagihan kalau makan saosnya mommy ini.'' ucap Felisia.


''Karla, uda biasa makan saos buatan mommy. karla, pengen masakan kakak Cia.'' jawab Karla. matanya menatap ke arah sang kakak sambil berkedip berhadap sang kakak mau menuruti permintaannya.


''Ini, bukan ngidamkan?'' tanya Leticia memastikan.


Karla menggeleng'' Tidak, aku hanya ingin merasakan masakan kakak sebelum kembali ke California.''jawab Karla dengan wajah memohon.


''Nanti kalau, sudah lahiran saya yang akan masak untuk semua.''jawab Leticia. karna, dia ingin meninggalkan kenangan yang tak terlupakan untuk keluarga tercintanya.


Selesai, memanggang dan semua sudah siap dan dihidangkan diatas meja.






''Ayo, semua sudah siap.'' teriak Karla.karna para pria masih ngobrol sendiri dipanggangan sana.


Karla, begitu bersemangat membantu Nabila dan Stefani menghidangkan semunya diatas meja.


Semua duduk mengelilingi meja. tiba tiba ada suara ribut dari dalam Mansion berjalan ke arah halaman belakang.


Dengan Sigap para pria mengambil pistol di pinggang mereka untuk bersiap siap melepaskan timah panasnya.


karna, tidak ingin kecolongan seperti kemarin lagi.


''Yang, sudah sadar dari koma adakan pesta tidak undang undang.'' terdengar ucapan itu begitu jelas.


Alfonso, tersenyum dan melihat ke arah sahabat sahabatnya.


"Sudah, letakkan pistol kalian, mereka sudah datang." ucap Alfonso.

__ADS_1


Leticia, melihat ke arah Alfonso." siapa!" tanya Leticia.


__ADS_2