SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
keberangkatan Alfonso


__ADS_3

"Aku berangkat, dan ingat jangan lupa minum obat. aku juga sudah menitip pesan ke pelayan, jam berapa kamu makan buah dan minum jus." pamit Alfonso sambil menarik lembut pipi Leticia.


Leticia memegan pipinya, sambil meringis.


"Ish, sakit yank." ucap Leticia.sambil memasang wajah cemberut.


Alfonso tersenyum sambil, menatap bola mata Leticia.mendekatkan bibirnya ditelinga Leticia, Alfonso memberi gigitan lembut ditelinga Leticia .


Seketika..,


Leticia merona, malu, tergoda. tapi hatinya sedih karna ditinggal suaminya pergi.


"hati hati disana jangan nakal.uda aku selipkan foto nikah kita dalam dompetmu." ucap Leticia sambil tersipu malu.


Flashback.


Pagi tadi, pukul lima pagi Leticia brgegas bangun, memikirkan bagaimana caranya, agar suaminya selalu hanya mengingat dirinya saja. akhirnya Leticia berpikir kalau dia menyelipkan foto pernikahan mereka didalam dompet Alfonso, pasti Alfonso akan mengingat dirinya saat membuka dompet miliknya.


********


Alfonso, tersenyum sambil menggelengkan kepala, bingung dengan tingkah aneh istrinya.


"Apakah segitu kwatirnya dirinya dengan aku. sampe dia harus bertingkah aneh begini."batin Alfonso.


Sambil memeluk tubuh Leticia ke dalam dadanya. mobil sudah menunggu didepan Mansion. empat anak buah berbaju hitam lengkap, didalam mantel pasti nya dilengkapi dengan senjata yang lengkap. tidak lupa jarum suntik dan ramuan racun.


Gareth, sudah menunggu didalam mobil, sambil menyaksikan kemesraan Alfonso dan Leticia dari dalam mobil.


Gareth,ikut merasa bahagia. karna saat ini Alfonso, sudah bisa menerima kenyataannya, dia sudah bisa mengenal ada cinta yang sudah tumbuh dihatinya.


Tak terasa Gareth meneteskan air matanya, karna dia tau bagaimana waktu itu di usia sembilan tahun Alfonso harus kehilangan kedua orang tuanya, yang harus memaksa dirinya menyaksikna semua kekejaman Sergio terhadap bundanya.


"Kamu berhak bahagia sob.aku harap dengan adanya cinta dari Leticia kamu perlahan keluar dari dunia kegelapan." batin Gareth.


&&&&&&

__ADS_1


Alfonso memberi kecupan mesra dikening Leticia begitu juga Leticia menautkan bibirnya sesaat dibibir Alfonso.


"Aku berangkat ya." sambil mengacak acak rambut Leticia.


"iya, hati hati disana sayang. aku mencintaimu." balas Leticia. sambil melambaikan tangannya ke Alfonso.


Setelah Alfonso keluar dari halaman Mansion, Leticia kembali masuk ke dalam Mansion. dan pintu Mansion tertutup lagi. Semua anak buah Alfonso langsung berjaga keliling dengan perlengkapan senjata.


*****


"Al, aku harap dengan hadirnya Leticia di hidupmu. kamu bisa berubah." Ucap Gareth sambil melirik ke arah Alfonso. yang fokus dengan ponselnya sejak tadi masuk didalam mobil.


"Hmmmm, aku harapa begitu. tapi, Mason bagaimana. apa dia masih berani ganggu markas dan pelabuhan?" tanya Alfonso dan masih fokus diponselnya lagi.


"Selama ini dia hanya sekali ke pelabuhan. dan setelah kita menggagalkan penjualan senjata ilegalnya dia.lebih banyak didalama markas. saat ini dia bekerja sama dengan oliver diperdagangan wanita dan anak dibawah umur." jawab Gareth.


Mendengar nama Oliver, Alfonso mengerutkan dahinya, berpikir sejenak.


"Bukannya Oliver anak buah dari Blake? " tanya Alfonso.


"Menarik."jawab Alfonso sambil menaikkan bibir atasnya.


Mobil meluncur dengan kecepatan tinggi menuju bandara, tepat pukul sembilan tiga puluh menit, Mobil tiba dibandara.


Alfonso dan Gareth, disambut oleh enam orang berbadan besar, berbaju hitam dan berkaca mata. wajah mereka tidak pernah tersenyum dan mata mereka seolah tidak pernah berkedip.


"Mari Tuan, pesawatnya sudah kami siapkan."' ucap salah satu anak buah yang menjemput Alfonso dan Gareth.


Alfonso dan Gareth berjalan mengikuti anak buah yang menjemput mereka ke arah dimana pesawat dimendarat.


tiba di pesawat Alfonso, dan Gareth naik ke dalam pesawat.



__ADS_1



Sebelum take off,Alfonso melakukan Video call ke Leticia mengabarkan kalau dirinya, akan segera take off.


"Sayang, aku berangkat, jangan lupa makan dan istirahat tepat waktu." ucap Alfonso, sambil memberi kecupan jauh.


"Hmmm, hati hati disana." pesan Leticia,membalas kecupan jauhnya.


"Udah ya, i love you sayang." jawab Alfonso sambil mengedipkan matanya.


"Love you too." balas Leticia.


klik..,


panggilan diakhiri Leticia.


Gareth yang menyimak sejak tadi , tidak menyangka kelakuan mafia yang dulu berwajah dingin, kejam. berubah drastis hanya karna seorang wanita. hanya tersenyum geli.


"Al, kamu berubah. sumpah kamu benar benar berubah kalau didepan istrimu." goda Gareth.


Al, hanya diam dan tersenyum.


"Nanti kamu akan, merasakan seperti ini juga." jawab Alfonso, dan mulai menutup matanya perlahan.


Karna jarak tempuh antara Spanyol, dan California sembilan jam lamanya Alfonso dan Gareth memilih tidur.


*******


Dimansion, ada yang gelisah. merasa aneh hanya seorang diri didalam kamar. Bolak balik melihat jarum jam yang terpasang di dinding kamar,masih saja baru jam sebelas pagi. ingin rasanya dia menurunkan jam dinding itu dan memutar arah jarum jam agar cepat berputar biar suaminya cepat kembali pulang.


"Ya , udah aku tidur siang saja." gumam Leticia.


Leticia membaringkan tubuhnya di ranjang, menarik selimut menutupi tubuhnya, dan perlahan Leticia menutup matanya.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2