
''Al, daddy Mason enggak ikut hadir?" tanya Garet. Karna, Alfonso yang datang sendirian. tangannya menepuk pelan bahu Alfonso.
''Bentar, katanya masih mandi.'' jawab Alfonso. tangannya menarik kasar rambutnya.
''Sudah, enggak usah dipikirkan. mungkin, mereka pikir Steward akan menikah dengan putri dari musuh mereka. makanya, mereka ingin menyerang.'' sahut Andre yang baru saja datang.
''Baguslah, lagian sudah lama kita tidak melatih otot. aku, hanya kwatirnya para wanita yang akan ketakutan.atau jadi sasaran mereka, mengingat ada dua yang sedang hamil. atau kwatirnya jadi sasaran peluru.''sambung Steward. sambil terus mengepul kan asap rokoknya ke atas.
''Ethan, tetap fokus ke udara. harusnya Garet juga. tapi, tidak bisa ini pernikahan Glen.''' pungkas Alfonso. sambil menyilangkan kaki kiri ke atas kaki kanannya.
Kevin, yang terkenal cukup lihai menyerang lewat udara mulai memikirkan siapa anak buah mereka yang jago diudara selain Ethan dan Jose. karna Jose ditugaskan didepan Hotel.
''Nuel! bisa diandalkan.''ucap Kevin. sambil memetik jarinya.
Mason, juga sudah datang. mereka segera masuk ke dalam ruangan kedap suara yang berada di lantai dua puluh itu.
Alfonso, melangkah masuk lebih dulu dan disusul oleh yang lainnya.
Semua duduk disofa begitupun dengan Mason.
''Dad, silahkan duduk. kita butuh info dari Daddy, karna kami masih minim info soal kelemahan si breng..,sek itu.''sambung Alfonso.
''Sejak, dulu dia hanya mengandalkan anak buahnya. dia memang sangat benci dengan Sergio. Sejak, sergio menipu dan semua saham perusahaan jatuh ke tangan Sergio. tapi, saran daddy sebaiknya kalian sebarkan rumor ke luar kalau semua telah diblokir didarat maupun udara.'' jelas Mason.
Karna, Mason tau jelas soal club Hunter akan berpikir dua kali lipat untuk menyerang. mengingat, Bos hunter tidak memiliki banyak biaya untuk membayar anak buah. apalagi, saat ini Hunter sedang krisis keuangan.
Sejak Sergio, meninggal. Club Hunter memanfaatkan Mason. tapi, setelah Mason pensiun dan mengibarkan bendera putih. anak buah Club Hunter perlahan pergi meninggalkan bosnya.saat ini Hunter hanya memiliki anak buah yang bisa dihitung oleh jari.
''Aku, pikir dia hanya mengertak untuk menakuti kamu. karna, mungkin selama ini dia jarang lihat Nak Alfonso, Turun langsung ke markas atau membunuh musuh dengan tangan kamu sendiri.'' sambung Mason. lagi sambil menatap sang menantu yang masih fokus mendengar penjelasan mertuanya. sembari menggerakan jarinya di keningnya.
Steward, terus saja menarik rokoknya.sesekali membunyikan rahangnya.
''Mungkin, dia belum mengenal saya., sekali saja dia menyentuh istri dan calon anakku. Aku, tidak segan untuk memakan hati dan jantungnya.'' sahut Steward tegas.
Gareth menganggukkan kepalanya.
''Al, kamu dan steward masih memiliki musuh yang berkeliaran diluar. kalau anak anak kamu lahir perbanyak lagi pengawal.'' seru Andre. karna, dia tau pasti musuh akan melakukan apa saja untuk melumpuhkan lawan.
''Bukan, hanya Steward dan Alfonso. tapi, ketika semua.aku malah kwatir Nabila. bisa jadi sasaran mereka juga, karna sering berada disekitar kita.'' sambung Gareth.
__ADS_1
''Betul, katamu Reth. sebaiknya Nabila sementara tinggal di Mansion saja. biar,ada penjagan disana. dan Leticia enggak kesepian.'' usul Glen.
'' Aku, tidak masalah. tapi, apa Nabilanya mau?'' sambung Alfonso. yang berpikir ada benarnya juga. musuh bisa manfaatkan kelemahan mereka.
Kevin, hanya tersenyum sinis saat mendengar nama Nabila.
'' Nanti aku akan bicarakan soal Nabila dengan Leticia.'' sambung Alfonso lagi.
''Daddy, pikir daddy yang akan menjaga Leticia. kalau kamu ada urusan diluar Mansion.
Alfonso, tersenyum sinis. tangannya terus menari di keyboard laptop sembari mmperhatikan denah hotel. untuk, mengatur penjagaan yang tidak bisa ditebak musuh.
''Itu, tidak perlu. karna aku akan bekerja dari Mansion saja. dan selama ini aku selalu bekerja dari Mansion. Sebaiknya, Daddy jaga mommy dan willy. karna, bagaimanapun mommy pernah jadi bagian dari Sergio. Dan, willy anak dari Sergio. Bisa saja mereka manfaatkan itu karna kita tidak kasih kesempatan untuk mereka menembus di acara besok.''
Mason, tercengang. karna baru menyadari kalau ada Willy yang harus ia jaga dan sang istri.
''Ahh..., Daddy hampir Lupa.'' sahut Mason. sambil menepuk jidatnya.
''Nanti, saya akan perintahkan Jose untuk mengirim anak buah lagi untuk menjaga kediaman Daddy.'' jawab Alfonso.
Glen, dan Kevin terus menyebar Rumor melalui jaringan internet diseluruh jaringan mafia. kalau, penjagaan sangat ketat untuk acara besok nanti.
Bahkan, sudah banyak jaringan Mafia yang merespon soal isu tersebut. mereka, percaya karna semua tahu Alfonso menjalin hubungan kerja sama sangat baik dengan Polieevera Mafia nomor satu di Itali bahkan sangat Disegani di dunia gelap[ Mafia].
''Jadi, pastikan senjata kalian memiliki peluru. daddy, masih membawa senjatakan.'' tanya Alfonso. sambil melihat ke arah Mason.
'' Masih Nak.'' jawab Mason. sambil menunjukkan pistol yang berada dipinggangnya.
''Kevin, kamu dan Andre salah satu senjata kalian pastikan pelurunya sudah dibaluri racun. jangan pernah beri ampun ke musuh.'' Tegas Alfonso lagi.
''Ingat, bertingkah seperti biasa. jangan sampai para wanita kwatir.'' Steward mengingatkan lagi.
Setelah, mengatur Strategi. semua keluar dari ruangan kedap suara itu. dan kembali ke kamar masing masing.sebelum istri mereka bangun.
******
Di markas, Hunter. pria yang bertubuh kurus tinggi itu begitu kesal bahkan ruangan pertemuan berubah jadi kapal pecah.
''Breng..,sek berani nya mereka. dan si pengkhianat tua bangka itu, ternyata sudah tunduk dibawah kaki putra Rudolf? hahaha.., penji..,lat'' teriak pria kurus itu.
__ADS_1
''Braakkkk..,''benda benda bahkan lukisn koleksinya jadi sasaran amukan si tua kurus.
Anak buahnya yang berdiri disitu hanya diam dan menonton betapa bodohnya bossnya itu.
''Hancur hancur .., semuanya berantakan. siapa yang berani menusuk saya dari belakang! bisa bisanya info ini terdengar oleh putra RUDOLF.''
Senjatanya diarahkan dikepala setiap anak buah yang berdiri didalam ruangan pertemuan itu dengan bergantian.
'' Ayo, jawab siapa yang menusuk aku dari belakang.''' bentaknya lagi.
Anak buahnya, saling menatap tidak ada yang berani jujur didepan pria kurus itu.
kletek.., kletek..,bunyi suara tarikan pelatuk senjatanya.
''Masih, ada yang belum ngaku?"tanya pria kurus itu yang bernama Tiago.
Dorr.., dorr..,
Suara tembakan, berdetum diruangan itu pelurunya nyaris bersarang disalah satu anak buahnya.
''Tuan, kalau tuan membunuh kami semua juga percuma. karna, kami tidak mengetahui siapa dalang dari kebocoran info ini.'' akhirnya salah satu anak buahnya berani menjawab Thiago.
'' Achhh.., sekarang Polievera pun ikut turun tangan . gagal gagal.. semuanya. bang..,sat siapa pun itu.'' Thiago masih terus mengamok.
Setelah melihat info yang beredar dijejaringan internet Mafia. tentang penjagaan di pernikahan putri Sergio dan Mafia Red devil.
plakk.., satu pukulan tepat dimeja kerjanya.
'' Tuangkan, wine ku. CEPAT!'' perintah Thiago.
Dengan, cepat anak buahnya menuangkan wine ke cangkir Thiago. lalu, Thiago meraih cangkir itu dan dengan sekali tegukan wine itu habis diteguk Thiago.
''Tuangkan lagi.'' teriak Thiago lagi.sambil meletakkan cangkir wine dengan kasar.
Thiago, salah satu sahabat Mafia yang bekerj dengan Sergio dan Blake sejak awal mereka membentuk genk Mafia.
Bahkan, Thiago juga sering membantu keuangan Sergio. Saat, Sergio mengalami krisis keuangan karna terlalu cereboh kalau bermain ju..,di.
Dan, suatu saat Sergio yang melihat Hunter semakin sukses Sergio memutar otak liciknya. untuk sengaja bekerja sama dan menanam saham diperusahaan Thiago. dan akhinya, merebut perusahaan Thiago dan mengalihkan nama perusahaan atas nama Sergio.
__ADS_1