
''Terus, bagaimana saya bisa kasih pelajaran pada Reno.''protes Leticia.
Alfonso, tersenyum.''Nanti, setelah Nabila nikah. aku janji akan panggil Reno ke sini. dan, kamu menghajar dia.'' Alfonso, memberi saran agar Leticia bisa diam.
''Baiklah. karena dia benar benar membuat saya kecewa.''sambung Leticia.
''Bukan, hanya kamu yang kecewa aku juga bahkan Glen dan Fani juga sangat kecewa dengan Reno.''sahut Alfonso lagi.
"Iya, karena Reno yang dulu mengenalkan saya dengan Nabila dan Stefani.jadi, wajar kalau Stefani kecewa." sahut Leticia.
"Sudah, ayo mandi s2krang sudah sore.mommy dan daddy menunggu diluar."ujar Alfonso.
"Baiklah."jawab Leticia.
Kemudian, dengan bantu Alfonso Leticia bangun dari tempat tidur dan berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Seperti biasa Alfonso selalu memandikan Leticia dan selalu merawat Leticia dengan baik.bahkan, sampai saat ini juga tidak ada yang tahu selain dirinya mengenai sakit Leticia.
Felisia, sibuk didapur dengan para pelayan. Begitu juga, Karla Yang semakin manja. usia kandungan Karla saat sudah delapan bulan.Steward, juga tidak kalah posesifnya terhadap Karla.
****
Kevin, dan Nabila sudah tiba di butik untuk fitting baju.
''Ini, bagus enggak.''tanya Nabila. sembari berdiri didepan Kevin dengan gaun putih panjang.
Kevin, tersenyum.''enggak, terlalu ribet dan sangat panjang.Bagaimana kalau menginjak ujungnya dan jatuh, kasihan anakku dan kamu.''protes Kevin.
''Baiklah, aku akan coba yang lain lagi.''jawab Nabila.
Lalu, Nabila, masuk lagi dan mengganti dengan gaun yang lain.
''Kalau, yang ini bagus enggak?'' ucap Nabila dengan tersenyum.
Kevin, hanya diam tidak bisa berkata kata,''ini, sangat luar biasa. sepertinya saya tidak bisa menunda sampai besok pagi.''ungkap Kevin.
Nabila, tersipu malu matanya terus menatap Kevin.''Terima kasih, kamu mau nerima saya.'''ucap Kevin meraih tangan Nabila.
Pipi, Nabila berubah jadi warna pink.''Kevin.''ucap Nabila malu malu sembari menunduk.
__ADS_1
Kevin, mengigit bibir bawahnya. kalau, saja Nabila tidak hamil,mungkin besok malam dia juga akan lembur. sayang,nya dia harus menahan diri 5 bulan lagi untuk menunggu bayi Nabila lahir baru dia akan lembur malam.
''Pak, Kevin silahkan.''panggil orang butiknya.dan membuyarkan lamunan Kevin
''Oya, ya.''jawab Kevin matanya masih terus memandang Nabila.
''Bentar ya, saya juga harus coba bajunya.''pamit Kevin,matanya enggan melepas dari pandangan Nabila.'' dia, sangat sempurna.''batin Kevin.
Kevin, berjalan keluar dari test room.
''Nab, saya cocok enggak dengan jas ini.'' ucap Kevin, menatap wajah Nabila.
Nabila, menoleh dan memandang kevin.''kamu, sangat tampann, Vin.''puji Nabila. bibirnya terus tersenyum menatap wajah Kevin,. kedua bola mata mereka saling mengunci.
''Terima, kasih akhirnya kamu juga bisa memuji aku.''sombong Kevin, sengaja menggoda Nabila yang sejak tadi malu malu kalau dipandang oleh Kevin.
Gaun dan jas sudah deal. Nabila dan Kevin, segera berpamitan, dan berjalan menuju parkiran mobil.
Kevin, membukakan pintu untuk Nabila.lalu, Kevin juga masuk dan duduk disamping Nabila.
''Amire, kita mampir toko perhiasan sebentar.'' perintah Kevin.
''Baik, Tuan.'' jawab Amire.
Kevin, dan Nabila. segera turun dari mobil. Kevin, tidak ragu menggandeng tangan Nabila. Namun, beda dengan Nabila yang malu malu saat tangannya digandeng oleh Kevin, mereka berjalan masuk ke dalam ke dalam toko perhiasan.
''Malam,Tuan apa ada yang bisa saya bantu.''ucap SPG toko perhiasaan itu.
''Saya, cari perhiasaan set.'' jawab Kevin.
''Oke, mari ikut saya.''jawab spg itu lagi.
''Baiklah.''jawab Kevin.
Nabila, hanya menurut mengikuti langkah Kevin yang dibawa oleh spg toko perhiasaan.menuju Etalasi paling depan.
''Ini, pak ini keluaran terbaru dan semuanya terbuat dari berlian dan mutiara asli.''terang spg itu.
Kevin, mengamati dari desain dan setiap mutiara yang melekat di perhiasaan itu, dengan seksama.
''Oke, saya beli ini.tolong dibungkus yang rapi dengan kertas kado yang paling bagus''perintah Kevin.
__ADS_1
''Baik tuan."jawab SPG itu lagi.lalu, membawa kotak perhiasan itu untuk dibungkus.
Kevin, segera berjalan ke arah kasir untuk melakukan pembayaran, tangannya mengambil dompet didalam kantong celananya lalu mengeluarkan Blackcardsnya.
Semua, orang yang berada di toko perhiasan itu terkejut saat melihat Kevin mengeluarkan blackcards, kemudian, mata mereka beralih ke arah Nabila.
''Beruntungnya gadis itu,''bisik ibu ibu yang berada di dalam toko perhiasan itu.
''Sepertinya, itu istrinya karna dia sedang mengandung.''jawab ibu ibu itu lagi.
Kevin, tersenyum. ketika, mendengar ucap ucapan ibu ibu itu.Nabila, juga ikut tersenyum.
''Ternyata, ibu ibu biarpun berada dimana saja hobinya ngegosip.''bisik Kevin ditelinga Nabila.
''Ihh.., tapi tidak semua nya hobi ngegosip.'protes Nabila.tangannya, mencubit lengan Kevin.
''Sakit, jangan cubit disini. nanti setelah anak kita lahir, kamu cubit yang lainnya.'' goda Kevin. mengedipkan matanya.
''Ih..,dasar laki di mana mana sama saja. gombal!" Nabila mencebik
Spg, datang dan memberikan kotak perhiasaan yang sudah dibungkus rapi dan diberikan pada Kevin.
''Terima, kasih Tuan dan Nona. silahkan, datang lagi.''ucap Spg itu.
''Baik, sama sama.''jawan Nabila dn Kevin serentak.
Selesai, membeli perhiasaan Kevin dan Nabila memilih kembali ke Apartemen, karena, mereka harus mempersiapkan diri untuk pernikahan besok.
Setelah, hampir satu jam dalam perjalanan akhirnya Kevin dan Nabila tiba di Apartemen. Kevin dan Nabila segera keluar dari mobil.
''Amire, di cek lagi semuanya.''Kevin memberi peringatan.
''Baik, Tuan,'' jawab Amire menunduk.
''Oke, saya masuk dulu.''pamit Kevin.
''Baik, Tuan.''jawab Amire lagi.
Kevin dan Nabila segera masuk ke dalam lift.
Ting..,
Lift terbuka dan Kevin dan Nabila segera keluar dari dalam lift dan berjalan menuju Apartemen Nabila.
__ADS_1
Ting.., ting..,
Bunyi, bel pintu depan Apartemen. Kevin dan Nabila segera masuk ke dalam Apartemen.Lalu, Kevin dan Nabila segera masuk ke kamar masing masing untuk membersihkan diri mereka.