
Kevin, kembali duduk disofa samping Gareth, matanya menatap jam ditangannya.
"Maaf, saya harus kembali ke Paris. ini sudah pukul 14:00 siang." terang Kevin.
Leticia, menatap semuanya. hatinya sedih karena tidak bisa hadir tetapi dia juga tidak boleh egois.karena, kandungannya sudah sangat besar.
Alfonso, menarik napas dalam saat melihat Leticia, yang sangat sedih, tangannya merangkul Leticia.
"Nanti, setelah lahiran kita akan kunjung Nabila."bujuk Alfonso, sembari mengelus kepala Leticia.
Leticia, mengangguk.
Setelah berpamitan Kevin berdiri dari sofa kemudian bersalaman dengan teman temannya satu persatu.
"Vin, salam ya untuk Nabila saya dan Steward juga tidak hadir karena perut saya sudah delapan bulan, semoga kalian langgeng ya."ucap Karla, dan dianggukin Steward.
"Terima kasih, tidak apa apa kami mengerti."jawab Kevin sembari tersenyum.
"Besok, kami pasti hadir."ucap Gareth dan Andre serentak.
"Siap, aku dan Nabila tunggu kehadiran kalian semua." sahut Kevin sembari tersenyum.
Namun, saat bersalaman dengan Reno. Kevin, mencengkram tangan Reno dengan begitu kasar.hingga membuat Walker menatap mata Kevin.akhirnya, Kevin yang menyadari dilihat oleh Walker. Kevin, segera melepaskan tangan Reno.
"Brengs*k, lihat saja.saya akan balas perbuatanmu."batin Reno.dengan menahan sakit ditangannya.
"Aku, tunggu kau di Paris." ucap Kevin dengan tersenyum sinis.
"Aku, dan Walker akan hadir."balas Reno santai.
Alfonso, hanya melirik dan mengangkat ujung bibirnya
Setelah, bersalaman dengan para sahabatnya, semua berdiri dari sofa untuk berjalan ke depan Mansion melihat Kevin berangkat. Namun, saat Reno hendak berjalan kedepan dengan cepat Kevin menahan tangan Reno untuk tetap diam diruangan itu.
"Tunggu!" ucap Kevin.
Reno, menoleh menatap Kevin."Ada, apa?" tanya Reno santai.
"Iya, ada perlu penting.kamu, ikut saya ke ruangan belakang." suruh Kevin dengan tatapan dingin.
Reno, mengikuti langkah Kevin menuju ruangan belakang dimana hanya ada Reno dan Kevin.
"Perlu, apa?"Seru Reno.
Kevin, tersenyum sinis melangkah untuk mendekati Reno. tangannya meraih kerah baju Reno, wajahnya mirip singa lapar yang ingin menerkam mangsanya.
"Lepaskan, tangan hinamu."Hina Reno. sembari menunjuk tangan Kevin yang memegang kerah kamejanya.
"Hahaha..,siapa yang lebih hina?"sahut Kevin.
Reno, tertawa
__ADS_1
"Atas, dasar apa?"tanya Reno geram.rasanya, dia ingin melepas satu pukulan diwajah Kevin.
"Dasar? tanyakan pada dirimu! kenapa, saya memanggil dirimu ke sini?"tanya Kevin .menatap tajam wajah Reno,tangannya terus mengeratkan kerah kameja Reno yang membuat Reno semakin susah bernapas.
"Lepaskan, tanganmu!"perintah Reno.dengan, berbata bata.
"Tidak! aku, tidak akan melepaskanmu. sampai kapanpun, karena kau telah menyakiti wanitaku." geram Kevin.
"Ciuh..," decih Reno.
Semakin, membuat Kevin naik pitam. Tangannya mengambang untuk melepaskan satu pukulan, Namum Alfonso datang dan menahan tangan Kevin.
"Lepaskan! jangan, mengotori tanganmu. ingat, besok hari pernikahanmu."tegur Alfonso.sembari menatap Kevin.
"Shiff.., kau Al."umpak Kevin kesal.
"Kamu, lupa apa yang saya katakan tadi?"sahut Alfonso,lagi.
"Tapi, dia perlu dikasih pelajaran, Al."pekik Kevin. emosinya memuncak hingga ke ubun ubun kepalanya.
Reno, merapikan kerah kamejanya, sembari tersenyum sinis.
"Kau! ingat, sampai kapanpun jangan pernah hadir didepan anakku, ingat! itu baik baik aku tidak akan pernah mengijinkan kau menyentuh sehelai rambutnya."Kevin memberi peringatan pada Reno.tangannyan menunjuk bola mata Reno.
"Cih.., aku tidak akan menyentuh mereka! ingat, daridulu saya juga tidak mencintai dia!" hinaan Reno.membuat Kevin mengepalkan tangannya.
Alfonso, yang mendengar mulut Reno yang lemes seperti wanita.ingin, sekali melepas satu pukulan dimulut Reno. Namun, dia juga tidak ingin membuat Leticia stres, apalagi sekarang Leticia harus benar benar jaga agar imun tubuh tetap stabil.
"Ingat, aku tunggu kau di Paris!"pesan Kevin dengan mendorong tubuh Reno.
Kevin, mengibas tangannya, dan kembali berjalan ke depan untuk kembali ke Paris.karena, dia harus tiba di Paris pukul 16:00 waktu Paris.
Semua, melihat Kevin dengan penuh tanya karena wajah Kevin yang berubah menjadi dingin dan menahan emosi.
"Ayo,"panggil Andre.
"Bentar." jawab Kevin. lalu, melangkah menuju mobil yang sudah menunggu didepan.
"Kevin, Terima kasih ya Waferny."teriak Leticia.
Kevin,melambaikan tangannya.
"Aku, pulang dulu."pamit Kevin.kemudian tangannya membuka pintu mobil dan masuk kedalam mobil.
"Ayo, pulang."ajak Kevin.
Andre,menginjak pedal gas mobil melaju menuju Airport Mandrid.dimana, Jet Alfonso sudah menunggu untuk mengantar Kevin kembali ke Paris.
*****
Reno, berjalan masuk kembali ke dalam ruangan dengan diikuti Alfonso dari belakang.
__ADS_1
Semua,yang sudah berkumpul kembali diruangan keluarga menatap Reno dan Alfoso.
"Ada apa?"tanya Steward,yang menggandeng Karla untuk duduk di sofa.
Alfonso, hanya menghela napas panjang lalu menatap sang istri.
"Sayang, kamu istirahat dulu."pinta Alfonso, karena Alfonso tidak ingin Leticia ikut mendengarnya.
Alfonso, berencana akan memberitahu Leticia setelah Leticia lahiran.
Leticia, yang sudah sangat lelah akhirnya menurut dengan digandeng oleh Alfonso .Mereka, berjalan masuk ke dalam kamar.
Setelah, beberapa menit berada dikamar, dan memastikan Leticia benar benar sudah terlelap. Alfonso, ke luar dari kamar.kembali ke ruang keluarga dimana semua menunggu dengan rasa penasaraan yang mendominasi mereka.
"Cia, sudah tidur?"tanya Fani.
"Hmmm.., sudah. kasihan Leticia sangat sedih."keluh Alfonso sembari duduk di sofa samping Gareth.
"Kamu, juga segera cari jodoh."ucap Alfonso, menatap Gareth.
"Ogah, kemarin lihat Fani ngidam minta Glen manjat kelapa, saya lebih baik perpanjang masa jomblo saya lagi."canda Gareth.
Semua, tertawa mendengar ucapan Gareth.kecuali, Reno yang masih kesal dengan Kevin.hanya, diam dan terus bermain ponselnya.
"Ada apa dengan Kevin?"tanya Glen.pada Alfonso.
Alfonso, diam karna sebenarnya dia tidak ingin mengatakan semua ini dimuka umum. hanya, dengan kecerobohan Kevin membuat semua terus mendesak Alfonso untuk menjelaskan keributan yang tadi terjadi dibelakang.
"Sepertinya, Reno dan Kevin memiliki dendam pribadi."jelas Alfonso,dengan menggerakkan jarinya didagu miliknya.
"Reno, apa itu benar?"tanya Glen.
"Sepertinya, Kevin masih cemburu dengan saya."celah Reno.
Alfonso, hanya melirik Reno dengan tatapan kesal karena dia sudah tahu semuanya dari Kevin.
"Ya, sudah kamu yang sabar.karena, Kevin sangat mencintai Nabila."sambung Glen lagi.
Reno, hanya tersenyum karena dia masih kesal dengan perlakukan Kevin terhadap dirinya.
"Kamu, yakin Kevin hanya sekedar cemburu?"sela Gareth.
Reno, seperti tercekik saat mendengar jawaban Gareth, wine yang diteguknya tersangkut ditenggorokannya.
"Benar, karena kami sangat mengenal Kevin.kami, tahu dia tidak sembarang bertindak tanpa ada alasan yang kuat."jelas Glen.
Reno, semakin terpojok dia tidak bisa mengelak atau mencari alasan lagi.tangannya meremas ponselnya dengan kasar.
"Bangs*t."umpatnya.
''Sudah, masalah kamu dan Kevin kami anggap selesai disini. tidak, diperpanjang lagi.cukup, dalam rumah ini yang tahu dan berita ini tidak menebar sampai diluar sana. ingat, Reno saya memiliki banyak mata.''ancam Alfonso, menatap tajam Reno.
__ADS_1
Reno, menunduk karena dia tahu maksud dari pembicaran Alfonso.
''Saya, minta maaf untuk semuanya.''sesal Reno, tertunduk malu.