SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
26.kepedulian Alfonso


__ADS_3

Walker yang menyaksikan usaha Glen mengatakan cinta pada Stefani, memacu semangatnya untuk segera mengatakan cintanya juga pada Nia.


Walker memang sudah lama menaruh hati pada Nia. hanya saja Walker belum punya keberanian, untuk mengungkapkan isi hatinya pada Nia. karna setiap kali Walker ingin mengungkapkan isi hatinya Nia terus saja menghindari. entah apa alasan hingga saat ini Walker tidak mengetahuinya.


Alfonso berjalan mendekati Leticia yang lagi duduk disofa panjang ruang khusus bagi para tamu Vip.


"Maaf , kalo tidak mengganggu aku ingin berbicara dengan anda Nona Leticia."ucap Alfonso .


Dan mengambil posisi duduk disebelah kiri sofa Leticia.


"Tidak, sama sekali tidak menganggu. silahkan kalo tuan mau berbicara."jawab Leticia. dan berusaha memperbaiki duduknya lebih sopan.


"Bukan nya aku ikut campur masalah pribadi anda, tapi tadi aku sempat melihat, kalo kondisi anda kurang sehat. apa itu karna terlalu cape saat pemotretan tadi, atau anda memang lagi sakit?" Ucap Alfonso. dengan sangat hati hati dan menatap dengan tatapan dingin yang penuh tanya.


Leticia mengerutkan dahi sejenak berpikir.


"Oh itu ya, aku sedikit lelah mungkin karna semalam aku kurang tidur."jawab Leticia berbohong.


Alfonso menatap Leticia mencari kebohongan di mata Leticia, dan benar Leticia berbohong.


"Benar kah ? kamu yakin dengan jawaban yang barusan kamu ucapkan?" berdecik dan tersenyum sinis.


"Ma ma af ."jawab Leticia terbata bata sambil menunduk.


"Pembohong !"Alfonso yang merasa dibohongi bangun dan pergi meninggalkan Leticia.perasaan pedulinya yang tadi ada, seketika berubah jadi marah.


Tak...


Tak....


Langkah kaki Alfonso kekuar dari ruangan khusus tamu, sedangkan Leticia yang bingunhpg dengan sikap Alfonso masih terpaku di ruangan itu dan terus melihat ke arah Alfonso pergi.


"Ada apa? kenapa dia seperti itu? kenapa dia mengatakan aku berbohong? dan dia marah! harusnya di bertanya alasan apa aku berbohong? Oh Tuhan." Leticia mengusap kasar wajahnya dan menatap ke atas langit langit ruangan itu.


Nabila dan Stefani yang sibuk menyimpan perlengkapan datang mendekati Leticia.


"Are you oke?(kamu baik baik saja)?" ucap Stefani. sambil memegang bahu Leticia.


"No, i'm not good( tidak, aku tidak baik baik saja)" Jawab Leticia dengan mata berkaca kaca.

__ADS_1


"Why ? tell me please?(kenapa? tolong katakan?) " Stefani dengan sabar menunggu jawaban dari Leticia.


Ya Stefani sudah menyayangi Leticia seperti adik sendiri, dan diantara Leticia, Stefani dan Nabila tidak ada rahasia diantara mereka.hanya saja Letica belum siap menerima keadaan sakitnya saat ini.


"No, it's not yet time for me to say this. i beg you to understand my condition.(tidak, belum saatnya bagi aku untuk mengatakannya, aku mohon kamu mengertilah dengan keadaanku saat ini.)" lirih Leticia.


"yeah, i see. (ya aku mengerti.)" jawab Stefani sambil tersenyum.


Nabila datang dengan membawa semua perlengkapan mereka.dan duduk disebelah Leticia dan Stefani, sambil menunggu Stolen datang membantu bawaan mereka.


Stolen pun datang dan mereka keluar dari ruangan menuju lobby depan kantor.


Leticia berjalan disamping Stefani sambil berbicara kalo mereka akan mampir sebentar di rumah sakit.tanpa disadari ada sepasang mata yang mengamati dari depan lobby masih dengan penuh amarahnya.


Drrrtttt.....


Bunyi ponsel Alfonso, diambilnya ponsel dari kantong celananya diusap layar ponsel.


"Steward." gumam Alfonso.


berjalan menjauhi mereka sedikit ke depan.


"Hallo Ste? bagaimana pantauan disitu."ucap Alfonso.


"Semua berjalan dengan lancar."jawab Ste.


"Terus pantau mereka, karna kami akan ke sana setelah pukul 7 malam."jawab Alfonso.


"Ok, dan aku dengar ada berita yang sangat mengejutkan soal model kamu itu, aku berharap itu hanya gosip semata. tapi dari pantauan anak buah Glen, bodyguardnya itu salah satu anak buah Mosan.apakah kamu ingat siapa Mosan?" tanya Ste.


mengerutkan dahi sedikit berpikir kenapa Glen tidak pernah cerita soal bodyguard Leticia.


"Hmmmm,.. Soal itu Glen belum pernah mengatakannya. tapi nanti akan aku tanyakan nanti dimarkas." ucap Alfonso.


"Ok , see you."


klik..


Panggilan diakhiri.

__ADS_1


"Kepar*t dia semakin mengundang amarah aku, lihata saja nanti." gumam Alfonso.


dan sepintas melirik ke arah Stolen.


" waktu bermain mu sudah akan berakhir."menatap tajam Stolen.


Stolen yang sedikit menguping mulai mencurigai siapa sebenarnya Alfonso.


"Gareth sudah mengambil mobil?" Tanya Alfonso pada Kevin.


"Gareth sudah datang." menunjuk kearah mobil yang datang


Beppp....


Mobil berhenti didepan lobby segera ke empat pria itu masukmke dalam mobil.


Glen masih memandani Stefani dan melambaikan tangannya. Stefani yang malu malu dengan tingkah Glen menunduk malu dan tersipu sipu.


"Sayang , aku duluan nanti akan aku telpon." ucap Glen pada Stefani.


Stefani hanya mengangguk mengerti.


Namun, tidak dengan Alfonso, karna masih marah dengan ke bohongan Leticia tanpa pamit Alfonso berlalu masuk ke dalam mobil.


Walker yang masih menemani Leticia dan teman temannya di lobby hanya tersenyum. "Dasar pria tempramental." gumam Walker.



Visual Stolen.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jangan lupa ya klik 👍


pencet tombol 💖


klik hadiah dan votenya.


Terima kasih🙏💖

__ADS_1


__ADS_2