
Dengan hadirnya keluarga mas Jamal rumah kedua orang tua ku jadi rame, Afriana sedang asyik bermain dengan Zahra di teras rumah.
Sedangkan Fauzan dan Nafisa pergi ke sawah untuk menyiangi padi. Ibu dan bapak masih di pasar belum pulang sedang mas Jamal sudah pergi entah kemana.
Aku dan mbak Yah, memasak bareng di dapur orang tuaku. Kami berdua sangat akrab sudah seperti kakak adik, setiap kali mbak Yah berkunjung kerumah orang tuaku dengan senangnya mbak Yah selalu masak buat kami semua.
"Langkah apa yg yang akan kamu ambil, Fah?" tanya mbak Yah sambil meracik bumbu
"Belum tahu mbak!" jawabku malas
"Kemarin pelatihannya bagaimana ?" mbak Yah, mengalihkan pertanyaan
"Alhamdulillah, sukses mbak, tapi hasilnya bagaima belum tahu, masih nunggu surat dari pusat " jawabku
"Semoga, naik jabatan Fah" ucap mbak Yah
Selesai masak kami sarapan bareng, jam 8 pagi bapak dan ibu sudah pulang dari pasar.
Sesuai janjiku pada Afriana, hari ini aku mengajak Afriana dan
"Semoga mbak, dan semoga tidak pindah keluar kota" ucap ku berharap
"Semoga, Fah " ucap mbak Yah
Selesai masak kami sarapan bareng, dan menyuruh Afriana serta Zahra untuk segera mandi karena jam 10 pagi mau ngajak mereka berdua untuk pergi ke Sun city mall. Dengan senang hati Afriana dan Zahra segera mandi serta sibuk dengan memilih pakaian.
Kali ini aku dan mbak Yah yang pergi mengantar Afriana dan Zahra karena Nafisa ada acara dengan temannya.
__ADS_1
Sampai di mall kami langsung menuju water boom, tanpa aba - aba mereka berdua langsung bermain air.
Ketika aku dan mbak Yah sedang duduk sambil mengawasi Afriana dan Zahra tanpa sengaja aku melihat atasanku bu Priska juga sedang duduk sendirian tidak jauh dari tempat duduk kami.
"Selamat pagi, Bu" sapaku sopan
"Eh, Afifah, kamu disini juga?" jawab bu Priska senang
"Iya, Bu, lagi ngantar anak bermain, Ibu dengan siapa?" tanyaku
"Itu, lagi menemani si kecil juga" jawab bu Priska
Kami bertiga ngobrol bareng saling bercerita sambil mengawasi anak - anak yang sedang bermain air.
Setelah hampir 2 jam bermain anak - anak capek dan lapar, selesai membersihkan diri aku, mbak Yah, Afriana dan Zahra pergi ke KFC lagi.
Ketika aku duduk di KFC menemani Afriana makan aku melihat sebuah keluarga yang harmonis, orang tua menemani anaknya bermain di akir pekan, yah semua itu hanya sebuah mimpi bagiku.
Tanpa aku sadari setitik air mata ini menetes di pipi, aku merasa gagal dalam membina rumah tangga.
"Fah, sudah ayo pulang, inshaallah semua akan baik - baik saja" ucap mbak Yah yang tahu tentang ku.
Aku tidak menjawab apa - apa hanya sebuah angguakan dan senyuman yang aku suguhkan. Kami berempat pergi meninggalkan Sun City setelah membeli beberapa camilan buat anak - anak. Afriana dan Zahra nampak bahagia meraka berdua berjalan bergandengan sambil memamerkan jajan yang baru dibelinya tadi.
Sampai rumah Afriana dan Zahra langsung tidur karena capek bermain, aku melanjutkan pekerjaan rumah yang belum selesai menyetrika bajuku dan Afriana.
Kehidupanku dan Afriana normal - normal saja walau tidak ada Mas Ringgo di antara kami, malah jauh lebih baik, aku hanya mendengar desas desus berita tentang mas Ringgo yang kurang enak. Sebuah berita yang beredar di kampung mas Ringgo, bahwa aku adalah wanita kejam, jahat serta tidak bisa menghargai suami, namun aku berusaha tidak ambil pusing tentang berita itu.
__ADS_1
Setelah hampir satu bulan dari pelatihan dulu akirnya aku mendapatkan kabar yang sangat menyenangkan . Bu Priska memanggilku masuk ke ruangannya dan memberikan serta menjelaskan sebuah file yang harus aku tanda tangani serta tugas tugasku.
"Alhamdulillah, selamat, Fah mulai bulan depan kamu mendampingi pak GM, dan GM kita juga baru karena pak Cahyo sudah waktunya pensiun " ucap bu Priska
"Alhamdulillah, doakan semoga saya mampu bekerja dengan baik, Bu" jawabku senang
"Tapi kamu harus siap dengan semua tugas - tugasnya, bagaimana dengan suamimu? masih tidak ada kabar ?" tanya bu Priska
"Masih sama, Bu, biarlah yang penting tidak mengganggu hidup kami, saya juga males mikir yang penting sekarang saya tetap bisa bekerja dan bahagia bersama anak saya" jawabku singkat sambil senyum.
"Bagus, fokuslah dalam bekerja karena tugasmu akan semakin banyak " nasihat bu Priska
"Bu, boleh saya tanya? kenapa pak GM memilih sekertaris yang sudah berumur seperti saya?" pertanyaan konyol memang
"Lihatlah sekertaris Pak Cahyo, umur bukan jaminan yang terpenting kwalitas kerjanya, Fah, itu yang menjadi tolak ukur perusahaan kita, bukan cantik atau muda, aku yakin kamu mampu " jawab bu Priska
"Baiklah, Bu terima kasih " ucapku dan aku langsung pergi meninggalkan ruangan bu Priska dengan perasaan bahagia.
"Alhamdulillah, berarti aku bisa punya gaji banyak bisa memulai pelan pelan memperbaiki rumah " gumamku sambil berjalan menuju ruang kerjaku
Aku mengerjakan tugas - tugasku dengan perasaan bahagia, aku berusaha menyelesaikan semua laporan sebelum aku pindah tugas.
Saking bahagianya naik jabatan hari ini aku sengaja tidak lembur ingin segera pulang dan memberitahukan pada keluarganya ku.
Saat jam pulang tiba, semua teman temanku memberi selamat kepadaku setelah bu Priska mengumumkan pada mereka tadi sebelum pulang.
Begitu sampai rumah aku langsung menuju rumah orang tuaku langsung aku peluk ibuku yang sedang masak di dapur.
__ADS_1
"Alhamdulillah, Buk, aku naik jabatan, mulai bulan depan aku jadi sekertarisnya Pak GM" seruku bahagia
"Alhamdulillah, Ibuk, senang, Fah " ucap ibuku bahagia sambil memeluku lembut.