TALAK

TALAK
Part 127 TALAK


__ADS_3

Jam dua malam ibukku membangunkanku untuk ikut sholat tahajud berjamaah bersama bapak, biasa bapak melakukan sholat tahajud sebelum berangkat ke pasar untuk berjualan bersama ibukku. Seperti biasa selesai sholat tahajud bapak dan ibukku siap-siap untuk pergi ke pasar. Setelah keberangkatan orang tuaku aku kembali tidur lagi karena aku masih ngantuk dan sangat capek, apalagi jam empat pagi aku harus masak untuk para pekerja yang sedang merenovasi rumahku, mas Jamal menyuruhku untuk menyiapkan makanan para pekerja, karena mereka rumahnya jauh dari rumahku, kasihan jika harus membawa bekal atau beli. Dengan berbagai peetimbangan aku menyetujui permintaan mas Jamal, toh aku hanya masak saja dan nyiapin buat sarapan, sedang untuk urusan makan siang ibukku di bantu bapak serta mas Jamal yang menyiapkannya dengan menu yang sudah aku masak di waktu pagi, urusan belanja juga ibukku membelanjakan.


Pagi ini aku berangkat kerja seperti hari-hari sebelumya, setelah menyiapkan menu untuk sarapan para pekerja aku pergi ke kantor dengan naik gojek karena motorku masih di kantor sedang bapak masih di pasar dan Fauzan sibuk mengantar Afriana serta Nafisa. Sesampainya di kantor aku langsung melakukan aktifitasku seperti biasa, hari ini masih banyak berkas yang harus aku selesaikan. Antara aku dan Pak Catur sama-sama sibuk dan konsentrasi dengan pekerjaan kita masing-masing, targed dari Pak Catur hari ini harus selesai, demi untuk mencapai target aku dan Pak Catur istirahat hanya untuk sholat saja, bahkan saat makan kami sambil terus memantengi layar monitor.


Hari ini benar-benar selesai seperti targed, tepat jam delapan malam semua pekerjaan sudah selesai itu artinya besok tidak banyak pekerjaan, tinggal mengatur jadwal selama kedua orang tua pak Catur ada di kota Madiun, kata pak Catur selain untuk acara lamaran kedua orang tua pak Catur mau meninjau pembangunan pabrik baru yang masih berlangsung, serta mau mengikuti promo tour perdana yang akan di selenggarakan di kota Madiun saja sebagai pembukaan.


"Jam delapan mbak, kalau sudah selesai kita pulang." ajak pak Catur yang sudah berdiri di depan meja kerjaku.


"Iya pak ink sudah selesai tinggal mematikan lampu saja." jawabku sambil ngecek ulang tentang isi ruanganku.

__ADS_1


"Di jemput sama Fauzan?" tanya pak Catur padaku penuh selidik.


"Masih jam delapan saya pulang sendiri saja pak, seperti biasa." jawabku jujur.


Aku dan Pak Catur melangkahkan kali meninggalkan ruanganku untuk menuju parkiran.


"Mbak, yakin berani pulang sendiri?"


"Mbak biar aku ikuti dari belakang, supaya lebih aman." ucap Pak Catur, Bukan sebuah ucapan namun lebih ke sebuah paksaan.

__ADS_1


"Jangan berlebihan, pak, saya tidak ingin ada gossip yang tidak sedap beredar tentang kita jika kita terlalu dekat." aku menolaknya secara halus.


"Kalau tidak sedap tinggal ditambahi bumbu biar sedap, seperti oseng kembang kates masakanmu, oh ya mbak sebenarnya aku sudah kangen dengan oseng kembang kates masakanmu." ucap Pak Catur yang berjalan di sampingku.


"Lah bukannya kemarin lusa sudah makan oseng kembang kates di rumah bapakku." Aku mengingatkan pak Catur tentang kembang kates masakan ibukku.


"Berbeda, masakan ibuk sedap namun akan tambah sedap jika kamu sendiri yang memasaknya mbak," jelas pal Catur dengan raut wajah yang berseri-seri" Oh ya mbak, jangan lupa lusa kita berangkat ke solo untuk menjemput mama, papa, bunda, mbak Irma dan Mak, sebenarnya mas Dwi dan mas Tri mau ikut sayangnya mereka sedang sibuk, jadi mungkin lain kali saja." jelas pak Catur.


"Baik pak, saya akan ingat dan saya akan berusaha sebaik mungkin untuk menjakan tugas-tugas dari bapak," jawabku " Soal oseng kembang kates nanti mau saya bilangin ke ibukku jika masakan ibuk kurang sedap jadi.... " ucapku menggantung.

__ADS_1


"Jadi apa? sudah naik motor nanti kemalaman, aku ikuti dari belakang aku takut jika ada yang menculik bidadari milik Cakra Lima." ucap Pak Catur


"Apa? Bidadari? Wes lah pak sak karepmu, saya mau pulang dan tidur." ucapku sambil memakai helm.


__ADS_2