TALAK

TALAK
Part 166 TALAK.


__ADS_3

Setelah mengunci pintu kamar pak Catur membimbingku untuk duduk berhadapan di atas ranjang.


"Dinda, Dinda iklas jika mas minta hak mas sekarang?" tanya pak Catur padaku.


"Iklas mas." jawabku menunduk malu-malu.


"Alhamdulillah."


Senyum pak Catur begitu teduh. Seperti embun yang jatuh di rerumputan. Mampu menentramkan hati siapapun yang melihatnya. Kicauan burung di pagi hari serta suara ayam yang berkokok tak menghentikan hasrat kami berdua, kami yang sudah berpuasa seminggu lamanya menahan gejolak hasrat, setelah kami sah sebagai pasangan halal. Mungkin sedikit konyol, bukan malam pertama namun yang ada pagi pertama, entahlah apa namanya aku tidak tahu, karena kami berdua sama-sama memiliki gejolak sangat membara yang sudah tidak bisa di bendung lagi, sebuah hasrat yang harus segera di salurkan denga pasangan halal kita.


"Bismillah..


Allahumma jannibnaas syaithaana wa jannibi syaithoona maarazaqtanaaa.

__ADS_1


Dengan menyebut nama Allah..


Ya Allah, jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkanlah setan dari rezeki yang Engkau anugerahkan kepada kami"


Doa pak Catur lirih disertai menyebut asmaNya, dia memulai percintaan yang begitu indah. Menyatu dalam lingkaran tasbih rindu. Menggapai kenikmatan surgawi yang memercikkan air kasih sayang di sela-sela dedaunan.


Tubuh pak Catur direbah dan memelukku dengan segenap rasa. Ada rasa cinta, rindu, sayang, bercampur dengan sisa-sisa gairah dalam tubuhnya. Didekatkannya wajahnya pada dengan wajahku.


Aku hanya membalas dengan sebuah senyuman.


"Maafkan, mas, Sayang karena sudah membuatmu capek." ucap Pak Catur lembut.


"Dinda iklas Sayang, sudah kewajiban Dinda untuk melayani suami, maaf jika mas harus menunggu lama." ucapku sambil mbelai lembut pipi pak Catur.

__ADS_1


"Dinda tidak perlu minta maaf, karena bukan salah Dinda, mas harap kita segera dapat rejeki, semoga segera hadir benih cinta kita," ucap Pak Catur mesra malah mengeratkan pelukannya "Jika tidak ada resepsi mas mau mengulang lagi."


"Nanti malam sayang, sekarang kita mandi, sebentar lagi periasnya sampai." ucapku.


Pak Catur melepaskan pelukannya, aku segera menuju kamar mandi jangan ditanya, di rumah orang tuaku sudah rame orang yang sedang sibuk mempersiapkan diri untuk ikut hadir di resepsi, selesai mandi dan kramas aku kembali ke kamar ternyata pak Catur sudah membuka kunci pintu rumah karena periasnya kebetulan juga datang untuk memulai meriasku. Segera aku keringkan rambutku menggunakan hairdryer supaya cepat kering.


Hampir setengah tujuh kegiatan rias merias baru di mulai, karena waktu yang agak mepet akhirnya meriaspun juga sedikit tergesa-gesa, pagi ini semua tergesa-gesa, jujur aku ingin sekali tertawa bila ingat barusan, ya kami berdua melakukan percintaan singkat. Selesai kegiatan rias merias, kami semua menuju Sun Hotel untuk acara resepsinya, sampai hotelpun sedikit terlambat. Mulai keluar dari rumah sampai hotel pak Catur selalu menggandeng tanganku, bahkan pak Catur semakin menunjukan kemesraannya, aku baru tahu dalam seminggu ini setelah menjadi istrinya.


Sesampainya di hotel kami segera masuk di aula tempat resepsi, di sana para tamu undangan sudah memenuhi aula, keluargaju dan keluarga pak Catur sudah sampai duluan dan sudah berada di tempat khusus keluarga mempelai. Acara demi acara telah tersusun sesuai dengan urutan, kini acara inti pak Catur dengan berwibawa berbicara untuk memberi pengumuman.


"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatu, alhamdulillah, terima kasih untuk semuanya karena berkenan hadir di resepsi pernikahan kami, mungkin banyak yang terkejut dengan undangan dari kami, Mohon doa restunya semoga pernikahan kami sakinah mawadah dan warohmah. Kami harap kalian semua bisa menikmati hidangan yang kami suguhkan, saya Bersyukur sekali, setelah tujuh tahun menduda akhirnya Allah mengirimkan jodoh yang terbaik untuk saya, beliau wanita yang sangat istimewa buat saya, seorang wanita yang sangat berpengaruh dalam hidup saya, sekarang ibu Afifah nurlaili sah menjadi istri saya, terima kasih mbak Priska dan mbak Irma, yang sudah memilihkan wanita terbaik untuk adikmu ini." pak Catur mengakhiri sambutan dengan wajah berbinar-binar.


Para tamu undangan sangat antusias saat acara salaman dengan kami, bahkan aku baru tahu jika pak Catur tidak hanya memberikan hidangan lezat, ternyata pak Catur juga memberikan souvenir yang sangat unik, yaitu, gantungan kunci berbentuk kembang kates, serta memberikan bonus kepada seluruh karyawan pabrik cabang Madiun, bonusnya langsung masuk ke rekening mereka, sehari sebelum hari pernikahan, semua karyawan mendapat bonus satu bulan gaji penuh. Itu sebabnya semua karyawan yang di undang datang semua, dan tidak ada yang namanya kotak sumbangan, jadi di luar sudah di tulisi"Tidak menerima sumbangan berupa apapun cukup doa tulus dari para undangan yang kami harapan."

__ADS_1


__ADS_2