TALAK

TALAK
Part 56 TALAK


__ADS_3

Aku dan bu Priska berada di ruang kerja bu Priska untuk menyelesaikan tentang laporan penjualan dan keluar masuk barang di pabrik, hari ini bu Priska tidak masuk kantor karena sedang tidak enak badan padahal pekerjaan menumpuk dan harus selesai segera sebelum pak Catur ke Jakarta untuk rapat dengan dewan direksi.


Aku dan bu Priska mengerjakan tanpa banyak bicara, ya aku di percaya untuk mengerjakan karena memang aku meniti karir dari bawah, dan beberapa kali mengikuti training dari perusahaan.


Jam satu siang semua dokumen sudah terselesaikan dan semua sudah siap untuk di serahkan ke pak Catur, dan tinggal menunggu tanda tangan persetujuan dari Pak Catur.


"Fah, ayo makan dulu sudah siang." pinta bu Priska setelah sholat dhuhur.


"Iya, Bu, terima kasih" jawabku sopan" Anak-anak ibu belum pulang kok masih sepi?" tanyaku.


"Belum, Fah nanti jam dua mereka baru pulang, kadang malah sampai jam tiga jika ada kelas tambahan" jelas bu Priska" Kalau anakmu jam berapa pulangnya?" tanya bu Priska padaku.


"Anak saya jam dua belas atau jam setengah satu sudah pulang kok bu," jawabku " Habis ini saya ke kantor saja bu, sekalian saya bawa laporannya" ucapku sopan.


"Kamu disini saja Fah, istirahatlah, akhir-akhir ini, Tono, sudah membuatmu sibuk terus kan? Birlah sekarang biar dia yang bekerja sendiri, gak usah di pikirkan soal bosmu itu." ucap bu Priska padaku.


"Ehmm... Gak enak bu, saya di bayarkan untuk bekerja" jawabku sopan sambil menikmati makan siang.


"Fah, sudahlah ngikut saja apa kata bosmu itu mumpung hatinya lagi senang, jarang-jarang lho, Tono, begitu, kita nikmati saja masa santai kita." ucap bu Priska padaku dengan senyuman.


Aku turuti ucapan bu Priska aku tetap berada di rumah bu Priska, namun aku juga tetap berusaha konfirmasi dengan Pak Catur takutnya mereka tidak sama dalam memberiku kelonggaran. Aku telepon pak Catur namun tidak dia mengangkat akhirnya aku kirimkan sebuah pesan pada pak Catur.


[Pak, maaf, tugas saya untuk membantu bu Priska sudah selesai dan bu Priska bilang saya tidak boleh kembali ke kantor, bagaimana ini] send aku.


Tidak lama sebuah jawaban dari Pak Catur sudah muncul di layar monitor.

__ADS_1


[Tetap tunggu di rumah mbak Priska, jangan kemana -mana sebelum aku datang, begitu pekerjaanku selesai aku segera ke rumah mbak Priska, cukup temani mbak Priska, terima kasih] pak Catur.


[Bagaimana dengan pekerjaan saya yang belum selesai pak?] send aku.


[Sudah aku selesaikan, jangan khawatir] pak Catur.


[Terima kasih] send aku.


[Sama -sama] pak Catur.


Bu Priska mengajakku untuk bersantai di rumahnya, menghabiskan waktu bersama dengan kedua anak bu Priska, sedang Kakung ikut pak Anam di toko dan bengkelnya. Kami bercerita tentang kehidupan masing -masing, dan anak anak -anak bu Priska juga sangat bersemangat untuk bercerita tentang kegiatannya sehari hari.


Jam menunjukan pukul lima sore sedang pak Catur belum ada tanda -tanda dia mau datang, sedangkan pak Anam dan Kakung sudah sampai rumah, mereka langsung mandi untuk membersihkan diri. Keluarga bu Priska memperlakukanku seperti keluarga sendiri, dan kedua anak bu Priska begitu cepat akrab denganku, apalagi saat bu Priska bercerita kalau sebenarnya mereka pernah bertemu dengan Afriana, Rahma anak bu Priska tambah antusias ingin mengajak Afriana bermain bersama.


"Wa'alaikum salam." sahutku dan Rahma bersamaan.


"Pamaaann!" seru Rahma dan langsung berlari menyambut pak Catur dan minta gendong seperti anak kecil.


"Rahma sudah ngerjain PR apa belum ?" tanya pak Catur pada Rahma.


"Sudah dong hari ini Rahma di temani mama sama tante Afifah, Paman boleh ya ikut nganterin tante Afifah, kata mama kita pernah bertemu dengan anaknya tante Afifah lho" cerocos Rahma kaya sepur.


"Anak pintar, boleh tapi minta ijin mama sama tante Afifah dulu bagaimana?" pinta pak Catur.


"Baik, paman, aku minta ijin mama sama tante." ucap Rahma girang "Tante boleh ya, Rahma ikut, Rahma mau kenalan sama anak Tante?" tanya Rahma padaku girang.

__ADS_1


"Rahma minta ijin mama dulu, ya." pintaku pada Rahma lembut dengan sebuah senyuman manis.


"Baik Tante, Rahma temui mama di kamar dulu." ucap Rahma dan langsung berlari ke kamar bu Priska.


"Selamat sore, pak, boleh saya kembali ke pabrik untuk mengambil motor saya." pintaku.


"Malam ini aku antar kamu pulang, setelah sholat mahrib, dan bukankah tadi Rahma sudah bilang mau ikut, kalau tidak di turuti bisa-bisa dia ngambek sama aku." ucap Pak Catur yang sudah duduk di sofa ruang tengah.


"Paman, kata mama aku boleh ikut ngantar tante!" seru Rahma girang saat keluar dato kamar bu Priska.


"Baik, selesaikan dulu PR mu, setelah sholat magrib dan setelah makan kita berangkat, ok!" ucap Pak Catur sambil tos sama Rahma.


Dengan berat hati aku turuti kemauan pak Catur, bantah juga percuma, setelah makan malam aku di antar oleh pak Catur dan Rahma menggunakan mobil, dalam perjalanan pak Catur menghentikan mobilnya di indomart yang ada di pinggir jalan.


"Tunggu sebentar mbak, aku mau antar Rahma beli sesuatu." ucap Pak Catur turun dan Menggandeng tangan Rahma masuk ke indomart.


"Baik, Pak." jawabku singkat.


Sekitar tiga puluh menit aku menunggu di dalam mobil, Pak Catur dan Rahma sudah menenteng belanjaan sekresek.


"Banyak amat, belanjaannya, beli apa saja Rahma?" tanyaku, menggoda Rahma.


"Banyak deh Tante." jawab Rahma senang.


Kami bertiga melanjutkan perjalanan menuju rumahku sambil mendengarkan ocean Rahma yang seperti burung beo.

__ADS_1


__ADS_2