
[Mbak Fah masuk ?] perintah pak Catur lewat intercom.
[Baik, Pak] jawabku.
Aku langsung masuk ke dalam ruangan pak Catur.
"Ya, ada yang bisa saya bantu pak?" tanyaku saat sudah berada di ruangan pak Catur.
"Bulan depan kita harus ke Jakarta karena ada rapat dewan direksi dan saya harus hadir untuk melaporkan tentang perkembangan pabrik yang kita kelola" terang pak Catur " oh ya kapan jadwal kamu untuk sidang perceraian? " tanya pak Catur sambil melihat ke arahku.
"Dua minggu lagi, berarti di awal bulan pas hari rabu pak " jawabku jujur.
"Bagus, kita seminggu di sana kalau bisa selesai lebih awal lebih baik, jadi hari minggunya kita berangkat ke Jakarta karena senin pagi kita sudah harus sampai di kantor pusat, segera pesankan ticket pesawat untuk dua orang aku dan kamu, kalau ada yang Garuda saja, ambil jam penerbangan yang siang saja dan pesan yang kelas executive atau bisnis jangan kelas ekonomi" perintah pak Catur.
"Baik pak, ada lagi ?" tanyaku sambil mencatat perintah pak Catur.
"Dalam seminggu ini sebelum kita berangkat ke Jakarta kamu pastikan tidak ada pekerjaan yang tertunda, jadi kita sedikit lembur untuk menyelesaikannya, saya harup kamu bisa menjalankan tugas ini dengan baik" ucap Pak Catur.
"Baik pak saya akan berusaha semaksimal mungkin " jawabku.
"Baiklah, sekarang boleh kembali ke tempat kerja, kabari segera soal ticket" perintah pak Catur lagi.
__ADS_1
"Baik pak"
Aku segera meninggalkan ruangan pak Catur untuk melakukan pekerjaan sesuai dengan permintaannya, begitu sampai di ruang kerjaku aku langsung menghubungi agent ticket pesawat untuk pesan ticket.
Bersyukur masih ada beberapa tempat duduk kelas executive untuk kami berdua, aku memilih yang berangkat dari Bandara adi sumarmo solo, yang jarak tempuh antara kota Madiun ke Bandara hanya butuh waktu kurang lebih dua jam perjalanan.
Tok Tok tok
"Masuk " jawab pak Catur dari dalam ruangannya.
"Tiket sudah siap pak, pesawat garuda jam ke berangkatan jam satu siang jadi jam 9 pagi kita harus berangkat ke bandara supaya tidak telat, hari minggu takutnya macet di jalan atau lebih awal lebih bagus, karena jam dua belas siang kita harus sudah check in " terangku.
"Baik, yang penting tiket pesawat sudah ada soal jam kita berangkat dari sini pikirkan nanti saja, mbak tolong kamu rapikan laporan ini, dan nanti sore harus sudah selesai dan bawa kemari" perintah pak Catur sambil menyerahkan sebandel dokumen.
"Baik" jawab pak Catur.
"Usahakan, jangan ada jadwal apapun di saat jadwal sidangmu, karena aku tidak ingin kamu tidak fokus dalam menjalankan tugas dariku " ucap Pak Catur.
"Baik pak, terima kasih, sudah memberi kelonggaran waktu kepada saya" jawabku sopan.
Selesai melaporkan tentang ticket pesawat aku kembali ke tempat kerjaku untuk melakukan pekerjaan sesuai permintaan pak Catur, hari yang sangat melelahkan setiap hari berkutat dengan dokumen dan tidak ada teman ngobrol hanya segelas kopi yang selalu setia menemani tanpa komplen, atau mengeluh.
__ADS_1
Aku buka lembar demi lembar dokumen untuk merapikan sesuai permintaan pak Catur. Hingga tak terasa waktu berjalan begitu cepatnya ternyata sudah jam lima sore, aku bisa menyelesaikan dokumen tadi dan langsung aku serahkan kembali kepada pak Catur.
Jam delapan malam karena pekerjaanku belum selesai dab masih banyak segera aku kirim pesan ke bapak dan Fauzan adiku jika Aku pulang malam. Tanpa aku mintapun Fauzan sudah tahu jika dia harus me jemputku, seperti biasa jam sembilan malam Fauzan sudah kirim pesan jika dia sudah stand bay di kantor satpam.
"Mbak, sudah jam sepuluh" sapa Pak Catur yang sudah di depanku.
"Oh, iya pak, sebentar lagi," jawabku.
"Masih, kurang banyak kah ?" tanya pak Catur.
"Lima menit lagi tinggal nyimpan data saja, semua sudah beres " ucapku sambil tetep mengoperasikan komputer.
"Pulang sendiri apa sudah di jemput?" tanya nya.
"Adik saya sudah datang, sekarang sudah ada di kantor satpam menanti saya " jawabku sambil mematikan komputer.
"Tidak ada masalah kah setiap kali pulang telat selalu jemput kamu ?" tanya pak Catur yang masih berdiri di depan mejaku.
Aku langsung mendongak dan melihat ke arah pak Catur yang tetap berdiri depan mejaku" Tentu tidak pak, sudah tugasnya dari dulu begitu" jawabku.
"Dari dulu? Maksudnya?" tanya pak Catur tambah penasaran.
__ADS_1
"Maksud saya semenjak dua tahun lalu, tugasnya, ya jemput saya di kala saya pulang lebih dari jam sembilan malam, bagitulah tugas dari bapak saya" jelasku sambil merapikan meja siap - siap untuk pulang.