
Kami bertiga menikmati menu yang sudah tersedia di atas meja, dengan sedikit canggung aku habiskan satu porsi mie cinta sejati pemberian dari pal Catur. Rasa dari mie cinta sejati sangat lezat dan aku melihat jika pak Catur juga menghabiskan mie cinta sejati, bu Priska makan soupnya dan juga beberapa menu lainnya, namun bu Priska tidak makan nasi. Karena aku sudah kenyang makan mie maka aku tidak makan menu lainnya, aku lanjutkan minum es jus lemon.
"Mbak Fah bagaimana rasa mienya." tanya pak Catur padaku.
"Sedap, pas di lidah." jawabku jujur.
"Semoga, suatu saat nanti kita sama-sama menemukan cinta sejati kita segera." ucap pak Catur.
"Kelamaan kamu ton." sergah bu Priska sambil makan.
"Tunggu waktu yang tepat dan pastinya tunggu mama dan papa datang biar beliau yang melamarkan langsung untukku kan lebih sopan, mbak Pris." jawab pak Catur sambil menatap kearah bu Priska.
"Semoga acara lamaran bapak lancar tiada halangan suatu apapun." ucapku dengan senyum sopan.
"Aamiin yarobbal'alamin." bu Priska dan Pak Catur mengamini secara bersamaan.
"Mbak, Fah, boleh aku tanya sesuatu maaf mungkin sedikit pribadi." ucap Pak Catur sopan dan serius.
__ADS_1
"Silahkan pak jika mampu saya jawab akan saya jawab." ucapku jujur dan sedikit heran.
"Jika ada orang yang melamar mbak pada orang tua mbak langsung dan membawa orang taunya langsung kepada orang tua mbak apa mbak bisa menerima lamaran tersebut?" tanya pak Catur serius.
"Kalau memang orang tersebut tulus iklas meminang saya di niatkan karena ALLAH inshaallah saya menerimanya, dan yang pasti pria tersebut baik dalam agamanya, jujur saja saya sebenarnya ada trauma dengan perniakan saya yang dulu, kalaupun memang ada saya akan pertimbangan dengan keluarga saya apa keluarga saya setuju apa tidak, dan juga akan lakukan sholat istikharoh dulu sebelum menjawabnya." jawabku jujur.
"Misal tanpa sepengatahuan mbak, keluarga mbak sudah setuju, apa mbak akan menerimanya atau menolaknya?" tanya pak Catur lagi padaku.
"Menurut saya jika keluarga saya sudah menyetujui tanpa sepengatahuan saya inshaallah pilihan orang tua saya itu yang terbaik buat saya, dan inshaallah keluarga saya juga sudah mempertimbangkannya," jawabku jujur" Apa bapak melamar calon istri bapak dengan cara tersebut?" tanyaku penuh selidik.
"Ya, kurang lebih begitu." jawab pak Catur.
"Terima kasih mbak atas jawabannya, walau tidak seratus persen yakin bisa mendapatkannya dengan mudah minimal aku sudah mendapatkan gambaran dari jawabannya, semoga aku dan dia berjodoh, jika Aku menikah akan Aku tagih janjimu padaku mbak." ucap Pak Catur dengan senyum yang mengembang.
"Alhamdulillah, aku ikut senang mendengarnya, semoga kamu berhasil melamarnya Ton." bu Priska mengucap penuh syukur dengan menampakkan senyuman yang sangat bahagia.
"Jujur saya sangat penasaran dengan calon istri pak Catur." ucapku dan aku harap aku bisa melihatnya walau sebuah foto saja.
__ADS_1
"Sebentar lagi aku kenalkan ke mbak Fah jika lamaran saya di terimanya, Sesegera mungkin saya akan melamarnya, sekarang kita lanjutkan makannya, yang penting sidangnya mbak Fah sudah selesai jadi jika aku memerlukan mbak sewaktu waktu tidak ada alasan lagi." ucap Pak Catur.
"Inshaallah saya siap mengemban tugas dari bapak." ucapku tegas.
"Tugasmu terutama Fah, yang berat jika bosmu menikah dan kamu pasti amat sangat sibuk sekali." ucap bu Priska.
Aku menyahuti ucapan dari bu Priska dengan sebuah senyuman seindah mungkin.
Saat kami hampir selesai makan pak Catur memanggil pelayan rumah makan, pak Catur langsung memesan satu ekor bebek panggang utuh, gumari bakar serta gurami bumbu asam pedas manis untuk di bungkus, sedang bu Priska juga memesan beberapa macam seafood until di bawa pulang, sebenarnya aku ingin pesan buat keluargaku tapi tidak enak sebab pak Catur tidak mau aku bayar seperti biasnya.
Begitu selesai makan kami bertiga meninggalkan rumah makan joglo, pak Catur mengemudikan mobilnya dengan sangat santai, aku duduk di bangku belakang bersama bu Priska sedang pak Catur duduk di depan sendirian.
"Rasa-rasanya aku ini bukan bos, bagai seorang sopir yang sedang mengantar sang para Putri-Putri kerjaan." gurau pak Catur.
"Alah, ngomong saja jika kamu ingin ada yang menemani," cibir bu Priska" antarkan aku ke kantor Ton, setelah itu jika kalian ingin jalan-jalan, ya jalan-jalan saja, ajak Afifah refreshing." perintah bu Priska pada pak Catur.
"Saya kerja saja bu, kerjaan saya masih banyak lagian barusan juga sudah di ajak refreshing ke rumah makan joglo saya rasa sudah sangat cukup untuk refreshing." ujarku.
__ADS_1
"Baiklah kita ke kantor semua." ucap Pak Catur dan terus melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, sehingga memakan waktu yang agak lama, waktu berangkat kurang lebih setengah jam pulangnya berubah satu jam lebih.