TALAK

TALAK
Part 201 TALAK.


__ADS_3

Sesuai dengan rencana setelah puas bermain di lembah wilis, kami semua langsung meluncur ke monumen kresek, tempat yang sangat bersejarah bagi masyarakat Madiun, monumen kresek merupakan bersejarah yang letaknya di bawah kaki gunung wilis, dari dulu para pelajar yang selaku berkunjung ke monumen untuk mengenang jasa para pahlawan.


Setelah mobil terparkir dengan rapi, kami memasuki area monumen, kami berjalan bersama karena suasana di monument terkenal mistis, jadi anak-anak pun berada dalam gandengan orang tua masing-masing , berhubung akhir pekan pengunjungnnya sangat banyak.


Kami melihat dari tempat yang paling bawah, pelan-pelan kami jalan, hingga dengan susah payah mereka naik ke atas, mereka naik sampai ke patung yang paling besar, sedangkan aku karena sudah sangat capek tidak ikut naik. Aku melihat mereka dari bawah, aku dan Pak Catur memilih duduk di bawah pohon beringin yang besar dan rindang sambil menunggu mereka yang sedang menikmati segar dan indahnya suasana di monumen, lokasi monumen jauh dari kampung sekitar monumen hanya ada hamparan sawah nan hijau serta tanaman kayu, sehingga menambah monument semakin cantik nan asri namun begitu kesan mistis tetap ada.


"Kamu kelihatan capek sayang sini mas pijiti." pak Catur menawarkan diri untuk memijiti pinggangku.


"Iya, Mas capek sekali tapi senang juga karena bisa membawa mereka main ke sini." sahutku jujur.


Begitu jam menunjukan pukul setengah lima pak Catur naik menemui mereka supaya cepat turun, aku tetap duduk di bawah menanti mereka, karena tidak baik jika senja masih berada di sini, mengingat monumen kresek merupakan tempat yang sangat mistis. Tanpa ada penolakan semua segera turun dari atas, anak-anak sudah kelihatan capek sekali, keluarga pak Catur yang baru pertama kali berwisata ke Madiun sangat senang sekali.


"Dik ternyata kota Madiun memiliki tempat wisata banyak sekali, perasaan dulu belum sebanyak ini." cerocos mas Dwi sambil jalan menuju parkiran mobil.

__ADS_1


"Memang dulu mas pernah main ke kota Madiun?" tanyaku penasaran.


"Pernah, dulu sekali dan mbak Priska ngajak kita ke telaga sarangan dan ngebel." sahut mas Dwi antusias.


"Tahumu cuma ngebel sama sarangan saja mas." sambung pak Catur santai sambil menggandengku jalan.


"Dulu tahunya memang cuma itu, eh lakok sekarang banyak sekali dan bagus-bagus, taman kotanya juga tambah cantik." tambah mas Dwi lagi.


"Alhamdulillah, akhirnya sudah sampai kerumah lagi." seruku begitu mobil memasuki gerbang rumah kami.


Semua penumpang berhamburan keluar menuju ruangan, rasa lelah menyelimuti kami semua, karena aku sangat capek aku langsung menuju kamar untuk istirahat. Keadaan rumahku sangat ramai karena ketambahan penghuni. Di samping keluarga dari suamiku keluargaku juga mulai beradatangan untuk menghadiri acara tujuh bulanan kami.


Dari pagi keadaan rumahku sangat ramai karena hari ini dilaksanaknnya acara tujuh bulananku, rumahku sudah di dekorasi sedemikian rupa. Kegiatan khotmil Qur'an pun berlangsung dengan khidmad, setelah dhuhur atas kesepakan aku dan suamiku kami mengadakan acara santuan anak yatim piatu di rumah sebagai bentuk syukur atas nikmat serta rahmat yang kami terima. Kami tidak mengundang terlalu banyak hanya sekitar seratus anak yatim piatu yang kami undang.

__ADS_1


Setelah acara santuan aku istirahat sebentar, aku rebahan tubuhku di atas ranjang dengan di tenami oleh mbak Inayah dan mbak Romlah kedua susteku, walau tidak melakukan banyak aktifitas badanku rasanya capek sekali, karena semua sudah di kerjakan oleh orang lain.


"Mbak, Na, panas sekali rasanya, aku mau mandi." ucapku pada mbak Inayah.


"Saya siapkan mbak." jawab mbak Inayah


"Mau dipanggilkan bapak apa tidak mbak?" tanya mbak Rom padaku.


"Tidak usah mbak, aku mau mandi sendiri saja." aku segera masuk kamar setelah mbak Inayah selesai mempersiapkan air di bak mandi. Aku berendam dengan aroma terapi kopi, sejak hamil aku suka sekali aroma kopi. Begitu berendam tubuhku rasanya sangat rilek sekali, dan membuatku terasa ngantuk.


"Mbak, aku amu tidur sebentar ya, tolong bangunin sebelum magrip." pesanku pada mbak Inayah dan mabk Romlah.


"Baik, mbak." sahut mereka berdua.

__ADS_1


__ADS_2