TALAK

TALAK
Part 161 TALAK.


__ADS_3

Sore hari kami semua sudah di sibukkna dengan kegiatan kuat masing-maisng, dalam acara pernikahanku tidak ada acara siraman, yang ada habis magrib bapak-bapak satu RT kenduri di rumah orang tuaku, sedangkan setelah sholat isya aku mengundang jamaah group sholawat, dari mushola dekat rumah dan dari masjid di desa yang notabennya tempatku menuntut ilmu dulu mulai dari kecil hingga dewasa menjelang pernikahanku yang dulu, itu sebabnya Bupuh Nyai sangat mengenalku dan keluargaku.


Jam delapan malam acara selanjutnya dengan pembacaan sholawat alberjanji, seperti biasa sang pengantin yang memualainya lalu di lanjut dengan jamaah lainnya, sholawat berkumandang merdu nan Indah di dalam rumahku, perniakhanku walau tidak mengandakan resepsi namun masih tergolong meriah, karena acara into tetap di lakukan seperti khotmil Qur'an, kenduri, sholawat. Acara sholawatab berakhir di jam setengah sebelas malam, setelah selesai ada yang langsung pulang ada yang menunggu hingga akhir acara yaitu bedak ripih, bedak ripih suatu ritual jawa bagi calon pengantin yang di lakukan tepat jam dua belas malam, dengan di-ikuti dari berbagai kalangan umur dan jenis kekamin, dengan membawa makanan matang dari dapur hingga rumah induk dan apa yang di bawa diberikan pada sesepuh yang sudah menunggu di ruang tengah, setelah menyerahkannya sang sesepuh akan mengolesi bedak di wajah para peserta yang ikut dan cara mengolesi bedakpun tidak beraturan sehingga membuat suasana semakin bahagua. Acara yang paling di tunggu ya biasanya bedak ripih karena sangat seru sebab gelak tawa selalu mengiringi di setiap acara bedak ripih. Selesai acara bedak ripih baru mereka buyar, pulang kerumah masing-masing dengan hati yang gembira.


Setelah semua pulang kami semua istirahat dan tidurpun tidak beraturan, kamarku sengaja di kosongkan karena baru saja selesai dihias oleh pihak Weding organisers, aku memilih tidur bareng mbak Yah, mbak Us di kamar yang kosong sedang Afriana tidur bareng dengan Zahra dan anaknya mbak Us di kamar ibukku.

__ADS_1


Sebelum tidur aku membuka gawaiku, sebuah pesan dari mbak Irma dan mbak Priska, mereka mengirimkan sebuah video tentang kesibukan di rumah pak Catur sendiri, bedanya di rumah pak Catur semua menggunakan jasa catering, jadi tidak seheboh di tempatku. Dalam video hanya pelaksanaan acara kenduri dan walimatul ursy dan dilanjut dengan kehebohan keluarga pak Catur terutama saat mas Tri dan mas Dwi yang sedang menggoda pak Catur. Jujur saja aku belum pernah datang sendiri kerumah pak Catur karena pak Catur juga tidak pernah mengajakku datang kerumahnya setiap kali pertemuan selalu di rumahnya mbak Priska.


Mulai jam empat pagi kehebohan di rumahku dan rumah kedua orang tuaku sudah mulai karena perias akan datang di jam lima pagi. Jam lima pagi acara meias sudah mulai memang hanya riasan simpel namun tetap memakan waktu agak lama, karena untuk sesi foto maka semua saudaraku juga dirias begitu pula Afriana.


Jam delapan pagi group sholawat sudah datang dan mulai melantunkan sholawatannya, pengantin laki-laki juga sudah datang dengan diiringi oleh keluarganya padahal acaranya masih jam sepuluh.

__ADS_1


"Kamu sudah berpengalaman, Fah, bapak tidak banyak pesan, tetap dekatkan dirimu kepada Allah SWT. Jangan pernah terlena dengan keduaniawian, imbangaknlah, sekarang tanggung jawab bapak padamu beralih di tangan suamimu." pesan singkat bapak.


"Tetap jadialh istri yang sholehah, nduk. " pesan ibukku singkat.


Dari dalam kamar depan aku dapat me ngintip, di jam sembilan kurang lima belas menit pak penghulu sudah sampai dan tidak lama pak Catur juga sudah duduk di meja akad dengan didampingi oleh papa serta mas Dwi. Pak Catur memakai setelan jas putih lengkap, warnanya senada dengan baju pengantinku kebaya warna putih, kebayaku yang menjuntai lengkap dengan haisan melati namun simpel dan sederhana.

__ADS_1


Aku sangat gugup menanti detik-detik akad nikah yang akan berlangsung beberapa menit lagi, aku duduk di kamar rias dengan didampingi oleh oleh mbak Us, Nafisa mbak Rani dan Nina.


__ADS_2