
Semua yang ada di dalam ruang sidang kembali tenang, setelah mendapat teguran dari Hakim.
"Saudara Ringgo, apa alasan anda melarang ibu Afifah menempati rumah yang dibangun dan anda juga minta agar rumah dibongkar jika ibu Afifah tidak setuju untuk dibagi tiga?" tanya Hakim.
"Karane saya ingin rumah hanya menjadi hak milik anak, jadi selama anak kami belum dewasa maka saya tidak rela jika Afifah menempatinya, jadi rumah harus dalam keadaan kosong." jawab mas Ringgo sedikit gamang.
"Dari mana biaya untuk bangun rumah, dan apa pekerjaan anda? Berapa gaji anda perbulan?, untuk bangun rumah tanah dan bangunan menggunakan uang siapa?, apakah pak Ringgo ikut membiayai pembangunan rumah, jika ikut membiayai berapa besar jumlahnya dan tolong sertakan buktinya." cecar Hakim.
"Untuk biaya pembangunan rumah hasil kerja Afifah, tapi saya kan juga ikut membantu dengan tenaga saya, gaji saya ehmmmm... Anu... Tanah pemberian dari orang tua Afifah, intinya saya ikut mengeluarkan tenaga untuk membangun rumah tersebut, makanya saya mohon pada bu hakim agar meloloskan gugatan saya." pungkas mas Ringgo entah kemana arah jawabannya.
"Maaf pak Ringgo di pengadilan tanpa bukti yang akurat pengadilan tidak akan bisa memihak pada anda." jelas bu hakim tetap tenang.
"Intinya saya tidak rela jika rumah tersebut tidak dibagi tiga, bagaimanapun saya ikut berkorban tenaga." Mas Ringgo tetap ngotot pada pendiriannya.
"Baiklah pak Ringgo, kita putuskan nanti, sekarang saya akan bacakan surat balasan dari ibu Afifah." ucap Hakim tenang dan bijak.
Madiun,...
Kepada Yth
Pengadilan Agama kota madiun.
Assalamu'alaikum wr wb.
Saya yang bertanda tangan di bawah ini.
Nama : Afifah nurlaili
Alamat:...
Umur : 31 tahun.
Agama: Islam.
__ADS_1
Jenis. : Perempuan.
Pekerjaan: Sekretaris General Manager di Pt Cakra Lima.
Dengan ini saya menjawab tuntutan dari saudara Ringgo dengan sejujur-jujurnya.
Saya ingin anak saya Afriana hak asuh jatuh di tangan saya.
Saya tidak rela jika hak asuh anak saya Afriana jatuh pada ayahnya, karena dari segi financial saya tidak yakin jika saudara Ringgo mampu menghidupi Afriana, dari segi Pendidikan saya juga tidak yakin jika saudara Ringgo mampu mendidik Afriana dengan baik.
Syarat pertama :
Saudara Ringgo harus mengembalikan semua uang yang saya pakai untuk menghidupi saudara Ringgo selama sembilan tahun dan biaya hidup saya serta anak saya Afriana, rata-rata dalam satu bulan saya menghabiskan uang sebanyak satu setengah juta, selama sembilan tahun, sekian ratus juta.
Syarat kedua:
Saudara Ringgo harus membayar idhah saya.
Syarat ketiga:
Saya minta uang nafkah sebanyak satu juta setengah setiap bulannya, selama sepuluh tahun total sekian ratus juta.
__ADS_1
Syarat ke empat:
Saya minta saudara Ringgo mengembalikan sepeda motor yang saya beli dan sudah di gadaikan oleh saudara Ringgo pada koperasi pegadaian.
Saya tidak setuju dengan permintaan saudara Ringgo untuk mengosongkan rumah, karena rumah itu saya bangun dengan jerih payah saya, bahkan hutang di koperasi Pabrik untuk biaya pembangunan rumah juga baru lunas satu tahun yang lalu, dan itupun saya sendiri yang melunasinya, dan jika rumah itu di kosongkan maka bangunan akan rusak, jika bangunan rusak bagaimana anak saya Afriana bisa menempatinya jika sudah dewasa.
Kalau saudara Ringgo mau merobohkan bangunan rumah saya silahkan saya tunggu, namun jangan salahkan saya jika saya akan menjebloskan orang yang terlibat perobohan rumah saya masuk dalam penjara karena tanah masih atas nama bapak saya, dan saya punya bukti yang kuat untuk membuktikannya.
Jika saudara Ringgo menerima perceraian ini dengan legowo tanpa menuntut apa-apa dari saya maka saya juga tidak akan menuntut sepeserpun dari saudara Ringgo, namun jika saudara Ringgo tetap pada pendiriannya saya harap saudara Ringgo bisa membayar semua tuntutan saya sekarang juga tanpa kurang sepeserpun sekian ratus juta maka saya akan berikan bagiannya dari pembagian bangunan rumah yang seharga seratus juga jadi jika di bagi tiga saudara Ringgo mendapatkan tiga puluh lima juta.
Sekian surat balasan dari saya. Terima kasih banyak sudah memberi saya kesempatan untuk membalas surat tuntutan dari saudara Ringo, saya harap pengadilan dapat memberikan keputusan yang seadil-adilnya.
Wassalamu'alakum wr, wb.
Madiun,...
Ttd
(Afifah nurlaili)
"Sidang kita lanjutkan kembali, sekarang kami akan bertanya kepada ibu Afifah, dan saudara Ringgo saya harap anda tetap tenang di tempat duduk anda." pinta Hakim dengan bijak dan tenang.
__ADS_1