TALAK

TALAK
Part 107 TALAK


__ADS_3

[Mbak Fah keruanganku sekarang!] pak Catur


[Baik, Pak saya segera ke sana] aku.


Perintah Pak Catur lewat intercom, aku segera masuk ruangan pak Catur.


Tok Tok Tok


"Masuk!" perintah pak Catur dari dalam.


"Selamat siang Pak, ada yang bisa saya bantu." ucapku begitu sudah masuk dalam ruangan pak Catur.


"Silahkan duduk, bagaimana dengan jadwalku mbak? Tolong di cek kan karena tiga minggu lagi inshaallah orang tuaku mau datang ke kota Madiun dan selama seminggu aku tidak ingin kerja lembur, jadi sebisa mungkin dalam tiga minggu ini kita harus menyelesaikan pekerjaan kita, itu sebabnya aku memilih syuting iklan tepat waktu walau harus ganti model, dan saya minta tolong ke mbak Fah jika sewaktu-waktu orang tuaku minta bantuan ke mbak Fah, tolong mbak Fah bantu, beliau bilang mau minta bantuan mbak Fah untuk menemani belanja bahan lamaran, sebab beliau tidak paham kota madiun selera orang Madiun." terang pak Catur dengan wajah yang berbinar-binar.


"Alhamdulillah akhirnya bapak menemukan jodohnya, dengan senang hati inshaallah saya bantu pak,apa calon istri bapak orang Madiun juga?" tanyaku basa-basi, walau sebenarnya aku juga tidak begitu peduli dengan wanita pilihan pak Catur toh aku hanya seorang pekerja.

__ADS_1


"Inshaallah mbak, doakan semoga kami berjodoh." jawab pak Catur masih dengan wajah yang berbinar-binar.


"Pasti saya doakan pak, bapak tinggal katakan pada saya selera calon istri bapak seperti apa inshaallah saya akan bantu kedua orang tua bapak, lebih bagus lagi jika calon istri bapak di kenalkan pada saya jadi saya bisa tahu seleranya seperti apa?" ucapku masih tenang.


"Bila waktunya tiba, pasti aku kenalkan ke mbak." ucap Pak Catur.


"Baiklah saya tunggu, beruntung wanita yang bisa mendampingi bapak." ucapku basa basi" Jadwal bapak masih normal tidak ada masalah, semoga tidak ada perubahan." ucapku dengan senyum ramah.


"Beruntung juga laki-laki yang bisa mendampingimu, mbak." ucap Pak Catur santai.


Aku tidak menjawab, aku suguhkan seulas senyum sebagai jawaban karena aku masih malas menanggapi segala pujian tentang diriku. Kadang aku berpikir kira-kira apa yang di pikirkan oleh mereka tentang diri ini, seorang wanita yang tidak mampu membina rumah tangga dengan baik.


"Siap pak."


Begitu selesai aku segera kembali ke ruanganku sendiri, sesuai permintaan pak Catur aku mengosongkan jadwal rapat di saat orang tua pak Catur datang. Aku cek ulang semua jadwal pak Catur agar tidak terjadi kesalahan.

__ADS_1


Waktu berjalan dengan cepatnya karena sibuknya pekerjaanku hingga jadwal untuk syuting iklan telah tiba, sabtu pagi jam lima lebih tiga puluh menit pak Catur sudah sampai di halaman rumahku, kali ini pak Catur tidak membawa mobil namun mebawa motor. Kaki berdua berangkat ke lokasi syuting pagi -pagi sekali karena syuting di mulai jam enam pagi dan lokasinya agak jauh dari rumahku. Karena kita naik sepeda motor aku memilih model baju kasual, dengan celana Jens dan tunik panjang serta hijab pasmina masih seperti biasa dengan tas kerja yang selalu setia menemaniku selama ini dan jacket karena udara pagi yang masih dingin.


Dua puluh menit perjalanan dari rumahku menuju lokasi syuting lumayan membuatku sedikit kedinginan padahal aku sudah memakai jaket lengkap sarung tangannya.


Begitu sampai di lokasi syuting kru periklanan menyambut kami hangat dan penuh Hormat, aku melihat semua sudah siap untuk melakukan syuting iklan, tepat jam enam syuting di mulai para kru sudah mulai sibuk dengan aktifiasnya masing-masing.


Pak Catur dengan serius mengamati jalannya syuting iklan, kadang pak Catur sedikit memberi komentar jika tidak sesuai dengan pikirannya.


"Apa pak Catur selalu hadir jika ada syuting iklan?" tanyaku pada pak Catur yang duduk di sebelahku.


"Sebenarnya tidak juga, kali ini karena jadwalku padat dan aku ingin semua pekerjaan terselesaikan sebelum hari pernikahanku nanti jadi aku berusaha semaksimal mungkin semua bisa terselesaikan tepat waktu." jelas pak Catur sambil terus mengamati jalannya syuting.


"Berarti jika pak Catur menikah saya dapat cuti juga pak?" gurauku sambil senyum.


"Tentu, saja mbak, mbak bisa libur dari kantor tapi tidak boleh libur dari ehhmmm.... " ucap Pak Catur menggantung.

__ADS_1


"Ya, sudah nanti biar nanti saya bantu ngaduk jenang saja kalau saya tidak boleh libur, atau aku bagian penerima tamu khususnya tamu undangan relasi bapak." gurauku seolah tanpa dosa.


Pak Catur tidak menjawab gurauanku hanya balas dengan sebuah senyuman lebar yang sulit untuk aku artikan. Aku ikut pak Catur terus mengamati jalannya syuting iklan, melihat para model yang kelelahan karena harus mengulang-ngulang adegan yang salah aku jadi ikut prihatin, selama ini Aku berpikir dunia entertainment itu menyenangkan eh ternyata tidak, untuk ambil sati scan saja bisa mengulang sampai sepuluh kali


__ADS_2